IDENTITAS
Nama Guru : Oktarina, S.Pd.
Mapel : Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal : Jumat / 16 Oktober 2026
Fase / Kelas : A / 2 Zubair bin Awwam
Pertemuan : 24
🎤 Membacakan Cerita dengan Alur Awal, Tengah, dan Akhir
Bahasa Indonesia • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lafal yang jelas, serta berbicara dengan volume dan intonasi yang tepat. Peserta didik mampu membacakan cerita sederhana dengan urutan awal, tengah, dan akhir secara runtut kepada pendengar, serta menjadi pendengar yang penuh perhatian saat orang lain bercerita.
Murid dapat membacakan cerita dengan alur awal, tengah, dan akhir.
Melalui kegiatan membacakan cerita sederhana dari teks atau pengalaman sendiri, peserta didik mampu membacakan cerita dengan urutan awal, tengah, dan akhir secara runtut.
Peserta didik mampu menjelaskan pesan atau pelajaran dari cerita yang dibacakannya kepada pendengar.
Melalui latihan membaca dengan tenang dan memperhatikan tanda baca, peserta didik mampu membacakan cerita dengan lafal, volume, dan intonasi yang tepat.
Peserta didik mampu menjadi pendengar yang penuh perhatian saat temannya membacakan cerita.
Melalui kegiatan bergiliran membacakan cerita di depan teman dengan ekspresi yang menarik, peserta didik mampu membacakan cerita dengan gembira dan percaya diri.
Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran membaca dengan tenang (mindful), pemahaman inti (TP umum), pemaknaan dalam bercerita (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):
| Kode | Alur Tujuan Pembelajaran |
|---|---|
| 3.1 | MINDFUL Peserta didik membaca dengan tenang, memperhatikan tanda baca, lafal, dan intonasi yang tepat. |
| 3.2 | TP UMUM Peserta didik membacakan cerita dengan alur awal, tengah, dan akhir. ← inti materi |
| 3.3 | MEANINGFUL Peserta didik membacakan cerita sederhana (teks atau pengalaman sendiri) secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir. |
| 3.4 | MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan pesan atau pelajaran dari cerita yang dibacakannya. |
| 3.5 | MINDFUL Peserta didik menjadi pendengar yang penuh perhatian saat temannya membacakan cerita. |
| 3.6 | JOYFUL Peserta didik bergiliran membacakan cerita di depan teman dengan ekspresi gembira dan percaya diri. |
Allah menciptakan lisan, suara, dan kemampuan membaca pada diri kita. Allah juga memerintahkan kita untuk membaca (Iqra').
Allah memberi rezeki berupa telinga untuk mendengar dan cerita-cerita yang penuh pelajaran yang bisa kita bagikan kepada orang lain.
Allah mengatur segala sesuatu secara berurutan dan teratur, seperti pagi, siang, lalu malam yang datang silih berganti.
Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan suara kita agar mampu membaca. Allah Ar-Razzaq memberi kita telinga dan cerita-cerita bermanfaat untuk dibagikan. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu secara berurutan, hari ini kita akan belajar membacakan cerita dengan urutan awal, tengah, dan akhir.
🤔 Pertanyaan Perenungan:- Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan suara kita serta memerintahkan kita untuk membaca. Menurutmu, mengapa membacakan cerita dengan suara yang jelas bisa membuat pendengar senang dan mudah paham?
- Allah Ar-Razzaq memberi kita telinga untuk mendengar cerita. Bagaimana perasaanmu saat temanmu membacakan cerita dengan baik dan kamu mendengarkannya dengan penuh perhatian?
- Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu secara berurutan. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita membacakan cerita mulai dari bagian akhir dulu, lalu awal, lalu tengah?
Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!
1. Benar 2. Salah (penyelesaian masalah ada di bagian akhir) 3. Benar 4. Salah (cerita harus runtut) 5. Benar
🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!
🎤 A. Apa itu Membacakan Cerita?
Membacakan cerita artinya membaca sebuah cerita dengan suara yang jelas kepada pendengar, secara berurutan dari bagian awal, tengah, sampai akhir.
📖 B. Contoh Cerita untuk Dibacakan
"Rani dan Kucing Kecil"
🗣️ C. Tips Membacakan Cerita dengan Baik
📝 D. Langkah Membacakan Cerita
1. Saat membacakan cerita, suara yang tepat adalah ....
A. jelas dan terdengar oleh pendengar
B. sangat pelan sampai tidak terdengar
C. berteriak sekeras-kerasnya
D. berbisik
2. Cerita dibacakan dengan urutan ....
A. akhir, awal, tengah
B. awal, tengah, akhir
C. tengah, akhir, awal
D. akhir, tengah, awal
3. Saat bertemu tanda titik (.) ketika membaca, kita sebaiknya ....
A. membaca semakin cepat
B. berteriak
C. berhenti sejenak
D. melompati kalimat
4. Tanda baca yang membuat kita menaikkan nada saat membaca kalimat adalah tanda ....
A. titik
B. koma
C. hubung
D. tanya
5. Ketika membacakan bagian cerita yang sedih, intonasi yang tepat adalah ....
A. pelan dan penuh perasaan sedih
B. riang dan melompat-lompat
C. tertawa keras
D. datar tanpa ekspresi sama sekali
6. "Sore itu, Rani menemukan seekor kucing kecil menangis di depan rumahnya." Kalimat ini dibacakan pada bagian ... cerita.
A. tengah
B. awal
C. akhir
D. judul
7. "Rani memberi susu dan membuatkan tempat tidur dari kardus." Kalimat ini termasuk bagian ... cerita.
A. awal
B. akhir
C. tengah
D. penutup
8. Saat temanmu sedang membacakan cerita di depan kelas, sikap pendengar yang baik adalah ....
A. mengobrol dengan teman sebelah
B. bermain sendiri
C. memotong cerita sambil berteriak
D. menyimak dengan tenang dan penuh perhatian
9. Doni membacakan cerita dengan suara jelas dan memberi jeda singkat di antara bagian awal, tengah, dan akhir. Hal ini membantu pendengar untuk ....
A. lebih mudah memahami urutan cerita
B. bingung dengan isi cerita
C. tertidur
D. melupakan ceritanya
10. Sinta membacakan cerita "Rani dan Kucing Kecil" tetapi ia membacanya mulai dari bagian akhir, lalu awal, lalu tengah. Dampaknya bagi pendengar adalah ....
A. cerita jadi lebih mudah dipahami
B. pendengar bingung karena urutan kejadian tidak runtut
C. tidak ada pengaruhnya
D. pendengar jadi lebih paham
Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:
🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)
- Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan nikmat lisan, suara, dan telinga.
- Membaca dengan tenang dan memperhatikan tanda baca melatih ketelitian dan kesadaran siswa saat membacakan cerita.
- Menyimak teman yang sedang membacakan cerita melatih siswa menjadi pendengar yang penuh perhatian.
🎯 Meaningful (Bermakna)
- Membacakan cerita dikaitkan dengan kegiatan nyata siswa, seperti membacakan cerita di kelas atau untuk adik di rumah.
- Siswa diajak menemukan pesan atau pelajaran dari cerita yang dibacakannya.
😄 Joyful (Menyenangkan)
- Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa lebih mudah memahami alur cerita.
- Bergiliran membacakan cerita dengan ekspresi menarik membuat siswa antusias dan percaya diri tampil di depan teman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar