Senin, 31 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Pendidikan Pancasila"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal        : Senin / 31 Agustus 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Makna hidup rukun di lingkungan (Penerapan Sila Pancasila)

Pertemuan             : 7


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

🤝 Makna Hidup Rukun di Lingkungan

Pendidikan Pancasila • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🕊️ Hidup Rukun🇮🇩 Sila Pancasila🏡 Lingkungan Sekitar
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Pancasila – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mengenal dan menceritakan simbol serta bunyi sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila — seperti sikap saling menghargai, bekerja sama, tolong-menolong, dan hidup rukun — dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan pertemanan, sesuai dengan perannya sebagai anggota keluarga dan warga sekolah.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami makna hidup rukun di lingkungan (rumah, sekolah, dan masyarakat).
🤝MEANINGFUL
Melalui cerita dan pengalaman sehari-hari, peserta didik mampu mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitarnya.
🗣️MEANINGFUL
Peserta didik mampu menceritakan pengalaman hidup rukun bersama keluarga, teman, dan tetangga.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang, peserta didik mampu menyadari perasaannya sendiri ketika hidup rukun maupun ketika bertengkar dengan orang lain.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu merefleksikan sikapnya sehari-hari, apakah sudah mencerminkan hidup rukun sesuai nilai Pancasila.
😄JOYFUL
Melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok, peserta didik mampu mempraktikkan sikap hidup rukun dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman makna (meaningful), hingga penerapannya secara nyata dan menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik menyimak cerita/situasi hidup rukun dan tidak rukun dengan tenang, lalu menyadari perasaannya sendiri terhadap kedua situasi tersebut.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami makna hidup rukun di lingkungan (rumah, sekolah, dan masyarakat). ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitarnya.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman pribadi hidup rukun bersama keluarga, teman, dan tetangga.
3.5MINDFUL Peserta didik merefleksikan sikapnya sehari-hari, apakah sudah mencerminkan hidup rukun sesuai nilai Pancasila.
3.6JOYFUL Peserta didik mempraktikkan sikap hidup rukun melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Value Clarification Technique (VCT) untuk penanaman nilai, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
📖Storytelling – guru bercerita tentang situasi hidup rukun dan tidak rukun sebagai bahan refleksi siswa.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan contoh sikap rukun dan mengaitkannya dengan sila Pancasila.
🎭Bermain Peran (Role Play) – siswa memerankan situasi rukun/tidak rukun untuk memahami dampaknya secara langsung.
🧑‍🏫Value Clarification Technique (VCT) – siswa diajak mengklarifikasi nilai baik-buruk suatu sikap melalui pertanyaan reflektif.
📝Penugasan – siswa menuliskan/menceritakan pengalaman hidup rukun di rumah dan sekolah.

5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan manusia dengan suku, agama, dan sifat yang berbeda-beda, agar kita saling mengenal dan hidup berdampingan dengan rukun.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Kita pun harus saling berbagi dan tidak pilih-pilih teman.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur seluruh alam dengan tertib dan damai. Negara kita pun diatur dengan Pancasila agar tercipta kehidupan yang rukun dan tertib.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal, bukan untuk saling bermusuhan. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua orang tanpa membeda-bedakan, maka kita pun harus berbagi dan hidup rukun dengan siapa saja. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan damai dan teratur, bangsa Indonesia pun diatur dengan Pancasila agar seluruh rakyatnya bisa hidup rukun.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan manusia berbeda-beda suku dan agama. Menurutmu, mengapa perbedaan itu seharusnya membuat kita semakin rukun, bukan malah bermusuhan?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua orang tanpa pilih kasih. Bagaimana perasaanmu jika ada temanmu yang dikucilkan atau tidak diajak bermain karena berbeda?
  3. Allah Al-Malik mengatur alam semesta dengan damai. Menurutmu, apa yang akan terjadi pada keluarga, kelas, atau negara kita jika semua orang tidak mau hidup rukun?
6Yuk, Ingat Lagi! (Penerapan Sila Pancasila di Rumah)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Berdoa sebelum makan adalah penerapan sila pertama Pancasila.B / S
2.Bertengkar dengan adik di rumah adalah contoh penerapan sila kedua Pancasila.B / S
3.Membantu ibu membereskan rumah adalah bentuk penerapan sila kedua Pancasila.B / S
4.Bermusyawarah menentukan acara keluarga adalah penerapan sila kelima Pancasila.B / S
5.Menghormati pendapat anggota keluarga saat berdiskusi adalah penerapan sila keempat Pancasila.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (bertengkar bukan penerapan Pancasila)   3. Benar   4. Salah (musyawarah termasuk sila keempat)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Hidup Rukun sebagai Penerapan Pancasila

🤝 A. Apa itu Hidup Rukun?

Hidup rukun artinya hidup damai, saling menghargai, dan saling membantu dengan orang lain, tanpa bertengkar atau bermusuhan. Hidup rukun bisa kita terapkan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Contoh sehari-hari: Bermain bersama teman tanpa berebut mainan, membantu adik mengerjakan tugas, dan tidak mengejek teman yang berbeda suku atau agama.

🇮🇩 B. Hidup Rukun sebagai Penerapan Sila-Sila Pancasila

Sila 1 – Menghormati teman yang sedang beribadah, tidak memaksakan agama kepada orang lain.
Sila 2 – Saling tolong-menolong dan tidak membeda-bedakan teman.
Sila 3 – Bermain bersama tanpa membeda-bedakan suku, daerah, atau bahasa.
Sila 4 – Bermusyawarah saat ada perbedaan pendapat, misalnya memilih ketua kelas.
Sila 5 – Berbagi bekal atau alat tulis dengan teman yang membutuhkan.
Contoh sehari-hari: Saat Rian dan Made yang berbeda agama tetap bermain bersama dan saling menghormati waktu ibadah masing-masing, itu adalah bentuk hidup rukun yang sesuai dengan nilai Pancasila.
🤝 🏡 🏫 🕌 ⛪
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Hidup rukun artinya hidup ....

A. damai dan saling menghargai

B. bertengkar terus-menerus

C. saling bermusuhan

D. sendiri tanpa teman

MUDAH

2. Contoh hidup rukun di rumah adalah ....

A. bertengkar dengan adik

B. saling membantu pekerjaan rumah

C. tidak mau berbagi mainan

D. mengejek anggota keluarga

MUDAH

3. Hidup rukun sebaiknya diterapkan di ....

A. rumah saja

B. sekolah saja

C. rumah, sekolah, dan masyarakat

D. tidak perlu diterapkan

SEDANG

4. Bermain bersama teman tanpa membeda-bedakan suku atau daerah asal adalah penerapan sila ke ....

A. 1

B. 2

C. 4

D. 3

SEDANG

5. Ketika teman sedang beribadah sesuai agamanya, sikap yang tepat adalah ....

A. menghormatinya

B. mengganggunya

C. menertawakannya

D. memaksanya berhenti

SEDANG

6. Musyawarah untuk memilih ketua kelas adalah contoh penerapan sila ke ....

A. 2

B. 4

C. 3

D. 5

SEDANG

7. Berbagi bekal makanan dengan teman yang tidak membawa bekal adalah contoh sikap adil sesuai sila ke ....

A. 4

B. 3

C. 5

D. 1

SUKAR

8. Rian dan Made berbeda agama, namun mereka tetap bermain bersama dengan rukun dan saling menghormati waktu ibadah masing-masing. Sikap mereka mencerminkan penerapan sila ....

A. kelima

B. keempat

C. ketiga

D. pertama

SUKAR

9. Saat ada perbedaan pendapat dalam kelompok kerja kelas, sikap yang mencerminkan hidup rukun sesuai sila keempat adalah ....

A. bermusyawarah untuk mencapai mufakat

B. memaksakan pendapat sendiri

C. langsung marah dan pergi

D. mengabaikan pendapat teman

SUKAR

10. Ada teman baru pindahan dari luar daerah dengan bahasa daerah yang berbeda. Sikap yang mencerminkan hidup rukun sesuai sila ketiga adalah ....

A. mengucilkannya karena berbeda

B. merangkulnya dan berteman dengannya

C. menertawakan logat bicaranya

D. membiarkannya sendirian

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna keberagaman dan kerukunan.
  • Kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang melatih siswa menyadari perasaannya sendiri saat rukun maupun saat bertengkar.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Contoh hidup rukun dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: bermain dengan teman beda suku/agama, berbagi bekal, dan bermusyawarah memilih ketua kelas.
  • Setiap sikap rukun dikaitkan langsung dengan sila Pancasila, sehingga siswa memahami bahwa nilai Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi bisa dipraktikkan setiap hari.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran dan bermain peran (role play) membuat siswa lebih mudah memahami dampak hidup rukun secara langsung dan menyenangkan.
  • Diskusi kelompok dan latihan soal bertingkat membuat siswa antusias dan tertantang tanpa merasa tertekan.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa hidup rukun berarti hidup damai, saling menghargai, dan saling membantu di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Hidup rukun adalah wujud nyata penerapan kelima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal, Allah Ar-Razzaq yang memberi rezeki tanpa membeda-bedakan, dan Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan damai, mari kita jaga kerukunan di mana pun kita berada. 🌟



 

Jumat, 28 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal        : Jumat / 28 Agustus 2026

Fase / Kelas            : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                      : Kalimat Tanya

Pertemuan              : 11


📖 Kalimat Tanya ✏️
Bahasa Indonesia — Kelas 2 SD

🧒❓👧❓🧑‍🏫

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menulis kalimat sederhana, termasuk kalimat tanya, dengan menggunakan kosakata yang tepat, kata tanya yang sesuai, serta tanda baca yang benar untuk menyampaikan rasa ingin tahu tentang diri sendiri dan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

TP Umum: Murid dapat menuliskan contoh kalimat tanya dengan menggunakan kata tanya dan tanda tanya yang tepat.
🧘 Mindful: Murid menyadari dan mengenali rasa ingin tahunya sendiri, lalu belajar mengungkapkannya dengan kalimat tanya yang santun dan tepat, sehingga terlatih untuk fokus dan sadar penuh saat berbicara maupun menulis.
🌱 Meaningful: Murid memahami bahwa kalimat tanya bermanfaat dalam kehidupan nyata, misalnya saat bertanya kepada guru, orang tua, atau teman, sehingga materi terasa dekat dan berguna bagi dirinya.
😊 Joyful: Murid belajar kalimat tanya melalui video, permainan tebak kata tanya, dan contoh-contoh yang menyenangkan dari kehidupan sehari-hari, sehingga suasana belajar terasa gembira dan tidak menegangkan.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

TahapKegiatan Belajar
1Murid mengingat kembali kata tanya (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana) melalui kuis benar/salah.
2Murid menonton video dan mendengarkan penjelasan tentang pengertian kalimat tanya beserta ciri-cirinya.
3Murid mengamati contoh kalimat tanya dari kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.
4Murid berlatih membedakan kalimat tanya yang tepat dan kurang tepat melalui soal pilihan ganda.
5Murid mampu menuliskan kalimat tanya sendiri dengan kata tanya dan tanda tanya yang benar.


🕌 Apersepsi: Mengenal Kebesaran Allah

Al Khalik, Ar Razaq, dan Al Malik

Anak-anak yang soleh dan solehah, sebelum belajar hari ini, ayo kita ingat kebesaran Allah Swt. ✨

🌍 Al Khalik artinya Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan kita dengan otak yang bisa berpikir dan hati yang penuh rasa ingin tahu. Karena itulah kita senang bertanya "apa", "mengapa", dan "bagaimana" tentang dunia di sekitar kita.

🍚 Ar Razaq artinya Allah Maha Pemberi Rezeki. Allah memberi kita rezeki berupa kesempatan untuk belajar, guru yang baik, dan buku untuk membaca. Rezeki ini kita gunakan untuk belajar kalimat tanya hari ini.

👑 Al Malik artinya Allah Maha Merajai dan Maha Mengatur. Allah mengatur segala sesuatu dengan rapi, termasuk aturan berbahasa yang baik. Saat kita bertanya, kita juga harus mengikuti aturan, yaitu menggunakan kata tanya yang tepat dan tanda tanya (?) di akhir kalimat.

Yuk, kita gunakan rasa ingin tahu pemberian Allah ini untuk belajar kalimat tanya dengan sopan dan benar! 🤲

1️⃣ Yuk, Mengingat Lagi! (Kuis Benar/Salah)

Sebelum belajar materi baru, ayo kita ingat kembali pelajaran tentang kata tanya pada pertemuan sebelumnya. Jawab dengan Benar (B) atau Salah (S) ya!

1. Kata "siapa" digunakan untuk menanyakan nama orang. (B/S)
2. Kata "kapan" digunakan untuk menanyakan tempat. (B/S)
3. Kata "mengapa" digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab. (B/S)
4. Kata "berapa" digunakan untuk menanyakan jumlah atau harga. (B/S)
5. Kata "bagaimana" digunakan untuk menanyakan cara atau keadaan. (B/S)
🔑 Kunci Jawaban Kuis Benar/Salah:
1. Benar   |   2. Salah (kapan = waktu)   |   3. Benar   |   4. Benar   |   5. Benar

2️⃣ Ayo Belajar: Apa itu Kalimat Tanya?

Sekarang, ayo tonton video pembelajaran berikut ini terlebih dahulu ya! 🎬

Sumber: kanal YouTube pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 2 SD.

📌 Apa itu Kalimat Tanya?

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu kepada orang lain. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya (?), bukan titik (.) atau tanda seru (!).

🔑 Kata Tanya yang Sering Digunakan

Kata TanyaDigunakan untuk MenanyakanContoh
Apabenda atau kegiatanApa yang kamu bawa ke sekolah?
Siapanama orangSiapa nama guru kelasmu?
KapanwaktuKapan kamu berulang tahun?
Di manatempatDi mana kamu meletakkan tasmu?
Mengapaalasan/sebabMengapa kamu datang terlambat?
Bagaimanacara/keadaanBagaimana caramu menggosok gigi?
Berapajumlah/hargaBerapa jumlah pensilmu?

✏️ Cara Membuat Kalimat Tanya yang Benar

Ada 3 langkah mudah membuat kalimat tanya, yuk kita coba dengan contoh kehidupan sehari-hari di sekolah:

1️⃣ Pilih kata tanya yang sesuai dengan apa yang ingin kita ketahui.
Contoh: Aku ingin tahu nama teman baruku, jadi aku pakai kata tanya "siapa".

2️⃣ Susun kalimat dengan urutan yang benar, biasanya kata tanya diletakkan di awal kalimat.
Contoh: Siapa + nama teman barumu? → "Siapa nama teman barumu?"

3️⃣ Beri tanda tanya (?) di akhir kalimat, dan huruf awal kalimat ditulis dengan huruf kapital.
Contoh yang benar: "Siapa nama teman barumu?"
Contoh yang salah: siapa nama teman barumu ❌ (huruf kecil dan tanpa tanda tanya)

🏠 Contoh Kalimat Tanya dalam Kehidupan Sehari-hari

🍚 Di rumah: "Bu, apa menu makan siang hari ini?"
🎒 Di sekolah: "Bu Guru, kapan kita ulangan Matematika?"
⚽ Saat bermain: "Kamu mau main apa sepulang sekolah?"
🚌 Di jalan: "Pak, berapa lama lagi sampai sekolah?"

3️⃣ Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

Tingkat kesukaran soal meningkat dari mudah, sedang, hingga sukar.

Mudah
1. Tanda apa yang digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya?
A. Titik (.)   B. Tanda seru (!)   C. Koma (,)   D. Tanda tanya (?)
Mudah
2. Kata tanya yang tepat untuk kalimat "... namamu?" adalah...
A. Siapa   B. Kapan   C. Mengapa   D. Berapa
Mudah
3. Manakah kalimat di bawah ini yang merupakan kalimat tanya?
A. Ani menyapu halaman.
B. Ayah minum kopi.
C. Kapan kita pergi ke kebun binatang?
D. Tutup pintu itu!
Sedang
4. Kata tanya yang tepat untuk menanyakan tempat adalah...
A. Mengapa   B. Di mana   C. Kapan   D. Berapa
Sedang
5. Penulisan kalimat tanya yang benar adalah...
A. berapa harga buku ini?
B. Berapa harga buku ini.
C. Berapa Harga buku ini?
D. Berapa harga buku ini?
Sedang
6. Kalimat tanya yang tepat untuk menanyakan alasan adalah...
A. Mengapa kamu terlambat ke sekolah?
B. Siapa nama ayahmu?
C. Di mana rumahmu?
D. Berapa umurmu?
Sedang
7. Perhatikan kalimat berikut: "kapan kita akan pergi ke perpustakaan". Kesalahan pada kalimat tersebut adalah...
A. Kata tanya yang digunakan salah
B. Kalimat terlalu panjang
C. Tidak ada tanda tanya dan huruf awal ditulis kecil
D. Tidak memiliki subjek
Sukar
8. Made ingin bertanya kepada temannya tentang cara membuat layang-layang. Kalimat tanya yang tepat adalah...
A. Made suka layang-layang.
B. Bagaimana cara membuat layang-layang?
C. Layang-layang itu bagus!
D. Made membeli layang-layang.
Sukar
9. Manakah kalimat tanya yang ditulis dengan ejaan yang benar?
A. siapa nama gurumu
B. Siapa nama gurumu.
C. Siapa Nama gurumu?
D. Siapa nama gurumu?
Sukar
10. Doni melihat temannya membawa bekal yang enak dan ingin tahu isinya. Kalimat tanya yang paling tepat adalah...
A. Apa isi bekalmu hari ini?
B. Bekalmu enak sekali!
C. Aku juga bawa bekal.
D. Ibu membuatkan bekal.
🔑 Kunci Jawaban Pilihan Ganda:
1. D   |   2. A   |   3. C   |   4. B   |   5. D   |   6. A   |   7. C   |   8. B   |   9. D   |   10. A

4️⃣ Analisis Pembelajaran Mendalam

🧘 Mindful (Sadar Penuh)

Terlihat pada kegiatan kuis benar/salah di awal, yang melatih murid untuk fokus mengingat kembali pelajaran sebelumnya, serta pada apersepsi keislaman yang mengajak murid menyadari rasa ingin tahu sebagai pemberian Allah Swt.

🌱 Meaningful (Bermakna)

Terlihat pada contoh-contoh kalimat tanya yang diambil dari kehidupan sehari-hari murid di rumah, sekolah, dan saat bermain, sehingga murid memahami bahwa kalimat tanya benar-benar berguna dan dekat dengan kesehariannya.

😊 Joyful (Menyenangkan)

Terlihat pada penggunaan video pembelajaran, ilustrasi emoji yang menarik, serta soal pilihan ganda dengan tingkat kesukaran yang bertahap, sehingga murid dapat belajar sambil merasa tertantang namun tetap gembira.

✅ Kesimpulan

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu, ditandai dengan kata tanya seperti apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana, dan berapa, serta selalu diakhiri dengan tanda tanya (?). Dengan belajar kalimat tanya, murid dapat menyalurkan rasa ingin tahu yang telah Allah Swt. berikan dengan cara yang sopan dan sesuai aturan berbahasa yang baik dan benar. 🌟
Alhamdulillah dari 27 murid yang hadir hari ini (2 murid berhalangan hadir dikarenakan sakit), pada pengerjaan soal mengenai kalimat tanya, sudah sebagian bedar anak-anak memahami menempatan kata tanya pada kalimat tanya. Dan murid diberikan Tugas Rumah sebagai bentuk pemahaman lebih lanjut mengenai kalimat tanya. 
🌈 Selamat Belajar, Anak Soleh dan Solehah! 🌈






Kamis, 27 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Matematika

Hari / Tanggal        : Kamis / 27 Agustus 2026

Fase / Kelas            : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                      : Penjumlahan Dua Bilangan Susun ke Bawah dengan Teknik Menyimpan.

Pertemuan              : 11


CP                            :

Menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 50 menggunakan gambar.

TP                            :

Menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 50 menggunakan gambar.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

➕ Penjumlahan Dua Bilangan Susun ke Bawah dengan Teknik Menyimpan

Matematika • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🧮 Bersusun ke Bawah🎁 Teknik Menyimpan🔢 Sampai 50

Tujuan Pembelajaran
🎯MEANINGFUL
Melalui kegiatan melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret (kelereng, sedotan, atau kubus satuan) yang banyaknya sampai 50, peserta didik mampu menjumlahkan dua bilangan bersusun ke bawah dengan teknik menyimpan secara tepat.
🎁MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan proses "menyimpan" ketika hasil penjumlahan satuan lebih dari 9, dikaitkan dengan pengalaman menukar 10 benda satuan menjadi 1 kelompok puluhan.
🧘MINDFUL
Melalui latihan berhitung langkah demi langkah dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, peserta didik mampu mengerjakan penjumlahan bersusun secara teliti dan berurutan, dimulai dari satuan ke puluhan.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil pekerjaannya sendiri dengan penuh kesadaran sebelum menuliskan jawaban akhir.
😄JOYFUL
Melalui permainan kartu bilangan atau kuis kelompok, peserta didik mampu menyelesaikan soal penjumlahan bersusun dengan teknik menyimpan secara antusias dan menyenangkan





ATP                            :

Mengenal nilai tempat dengan benda konkret & bundel puluhan-satuan.

Penjumlahan bersusun tanpa menyimpan

Menemukan "masalah": satuan lebih dari 9, lalu bagaimana? (kegiatan eksplorasi)

Teknik menyimpan secara eksplisit — inti materi

Latihan terbimbing & mandiri, permainan kartu bilangan

Pendekatan & Metode Pembelajaran
🌱 Pendekatan: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan pendekatan saintifik berbasis benda konkret, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri konsep "menyimpan" melalui manipulasi benda konkret.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan langkah penjumlahan bersusun menggunakan kelereng/sedotan.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – melatih siswa berpikir kritis saat menentukan kapan harus menyimpan.
🎲Permainan Edukatif (Games) – kartu bilangan atau kuis kelompok untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan soal mandiri bertingkat untuk mengukur pemahaman siswa.

Apersepsi: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada, termasuk kemampuan berpikir dan berhitung yang ada pada diri kita.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki kepada setiap makhluk dengan jumlah yang berbeda-beda setiap hari, dan rezeki itu sering perlu kita jumlahkan.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur alam semesta ini dengan sangat rapi dan teratur, tidak ada satu pun yang tertukar atau berantakan.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan akal kita agar mampu berhitung. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki yang jumlahnya berbeda-beda sehingga kita perlu pandai menjumlahkannya. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan teratur, hari ini kita juga akan belajar menjumlahkan bilangan secara tersusun rapi dan berurutan, yaitu penjumlahan bersusun ke bawah dengan teknik menyimpan.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan kemampuan berpikir dan berhitung pada diri kita. Bagaimana caranya kita bersyukur atas kemampuan berhitung yang telah Allah berikan?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki dengan jumlah berbeda setiap harinya. Jika hari ini kamu diberi uang saku, lalu besok mendapat tambahan dari kakek, bagaimana caranya kamu menghitung jumlah keseluruhan uangmu?
  3. Allah Al-Malik mengatur alam semesta ini dengan sangat teratur, tidak ada yang tertukar. Menurutmu, mengapa saat mengerjakan penjumlahan bersusun kita juga harus mengerjakannya secara berurutan dan rapi, dimulai dari satuan lalu puluhan?




Yuk, Ingat Lagi! (Nilai Tempat Bilangan)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Bilangan 38 terdiri dari 3 puluhan dan 8 satuan.B / S
2.Pada bilangan 45, angka 4 menunjukkan nilai satuan.B / S
3.Bilangan 29 dapat diuraikan menjadi 2 puluhan + 9 satuan.B / S
4.Nilai tempat puluhan pada bilangan 7 adalah 7.B / S
5.Angka satuan pada bilangan 50 adalah 0.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (4 adalah puluhan)   3. Benar   4. Salah (bilangan 7 tidak memiliki nilai puluhan/nilainya 0)   5. Benar


Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!


Ayo Belajar: Penjumlahan Bersusun dengan Teknik Menyimpan

🧮 Kapan Kita "Menyimpan"?

Saat menjumlahkan angka satuan dan hasilnya 10 atau lebih, kita harus mengelompokkan 10 satuan menjadi 1 puluhan, lalu "menyimpan" 1 puluhan itu untuk ditambahkan ke kolom puluhan.

Contoh sehari-hari: Budi punya 27 kelereng, lalu diberi kakaknya 18 kelereng lagi. Kalau satuannya dijumlahkan (7 + 8 = 15), kita tidak bisa menulis "15" begitu saja di kolom satuan. Kita ambil 10 kelereng dan kelompokkan jadi 1 "kantong puluhan" baru, sisanya 5 kelereng lepas.

📝 Langkah-Langkah Penjumlahan Bersusun dengan Teknik Menyimpan

1Susun kedua bilangan ke bawah, sejajarkan kolom Puluhan (P) dan Satuan (S).
2Jumlahkan kolom satuan terlebih dahulu.
3Jika hasil satuan 10 atau lebih, tulis angka satuannya dan simpan 1 ke kolom puluhan.
4Jumlahkan kolom puluhan, termasuk angka simpanan tadi.
5Tulis hasil akhir penjumlahan.

Contoh: Uang saku Dinda hari ini Rp27, lalu Ibu memberi tambahan Rp18. Berapa uang Dinda sekarang?

simpan 1 →
2 7
1 8 +
4 5

Satuan: 7 + 8 = 15 → tulis 5, simpan 1
Puluhan: 1 (simpanan) + 2 + 1 = 4
Jadi, 27 + 18 = 45

🧮 🪙 🍬 ✏️ 🎁

Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Pada penjumlahan bersusun, kita mulai menjumlahkan dari kolom ....

A. satuan

B. puluhan

C. ratusan

D. tidak ada aturan

MUDAH

2. Kita "menyimpan" angka pada penjumlahan bersusun jika hasil penjumlahan satuan ....

A. kurang dari 10

B. 10 atau lebih

C. tepat 5

D. adalah 0

MUDAH

3. Hasil dari 6 + 7 pada kolom satuan adalah 13. Maka yang tepat adalah ....

A. ditulis 1, disimpan 3

B. ditulis 13, disimpan 0

C. ditulis 3, disimpan 1

D. ditulis 0, disimpan 13

SEDANG

4. 24 + 19 = ....

A. 33

B. 45

C. 53

D. 43

SEDANG

5. Hasil penjumlahan 28 + 15 adalah ....

A. 33

B. 43

C. 34

D. 44

SEDANG

7. Hasil penjumlahan 26 + 17 adalah ....

A. 33

B. 53

C. 43

D. 34


Kesimpulan
Hari ini kita belajar penjumlahan bersusun ke bawah dengan teknik menyimpan. Caranya adalah menjumlahkan satuan terlebih dahulu, jika hasilnya 10 atau lebih maka kita menyimpan 1 ke kolom puluhan, lalu menjumlahkan puluhan beserta simpanannya. Seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan sangat rapi dan teratur, mari kita juga mengerjakan penjumlahan bersusun dengan tertib, teliti, dan penuh semangat, sebagai bentuk syukur kita kepada Allah Al-Khaliq dan Ar-Razzaq. 🌟

Refleksi
Dari 28 murid yang hadir pada hari ini (1 murid dalam keadaan sakit), pada pengerjaan soal latihan mengenai penjumlahan dengan teknik menyimpan, Alhamdulillah sudah sebagian besar anak-anak memahami cara penjumlahan dengan teknik menyimpan. Yang masih menjadi kendala adalah kurang ketelitian anak-anak dalam berhitung angka yang disimpan pada bagian puluhan. Sehingga, guru memberikan pendampingan dan penjelasan secara individu bagi anak-anak yang masih keliru dalam berhitung penjumlahan.



Kelas 2 Zubair bin Awwam "Pendidikan Pancasila"

IDENTITAS Nama Guru              : Oktarina, S.Pd. Mapel                           : Pendidikan Pancasila Hari / Tanggal        : Senin  / 3...