IDENTITAS
Nama Guru : Oktarina, S.Pd.
Hari / Tanggal : Jumat / 14 Agustus 2026
Fase / Kelas : A / 2 Zubair bin Awwam
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Capaian Pembelajaran :
1.1. Menyimak
Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.
1.2. Membaca dan Memirsa
Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau
tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.
1.3. Berbicara dan Mempresentasikan
Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.
1.4. Menulis
Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana.
Tujuan Pembelajaran :
· Mindful Mengenali dan menyebutkan perasaan tokoh dalam cerita dengan tenang dan penuh perhatian saat menyimak.
· Meaningful Mengaitkan perasaan tokoh dalam cerita dengan pengalaman perasaan diri sendiri sehari-hari (senang, sedih, takut, marah, menyesal).
· Joyful Mempraktikkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan percaya diri melalui permainan peran yang menyenangkan.
ATP :
* Guru membacakan atau menceritakan cerita pendek yang memuat berbagai perasaan, seperti senang, sedih, takut, marah, dan menyesal. Murid menyimak tanpa menyela dan memperhatikan perubahan perasaan tokoh.
* Murid mengamati gambar atau bagian cerita dan memasangkan peristiwa dengan perasaan yang sesuai, misalnya mendapatkan hadiah → senang, kehilangan barang → sedih, menghadapi sesuatu yang menakutkan → takut.
* Guru memberikan beberapa situasi sehari-hari. Murid menentukan ungkapan yang sesuai, seperti meminta maaf ketika melakukan kesalahan, meminta tolong ketika membutuhkan bantuan, dan menolak dengan bahasa yang sopan.
* Murid melengkapi dialog sederhana dengan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, atau penolakan. Guru memberikan contoh terlebih dahulu kemudian murid mencoba secara mandiri.
* Guru menyiapkan kartu berisi berbagai situasi. Murid mengambil satu kartu, membaca situasi, kemudian menentukan perasaan atau ungkapan yang tepat dan mempraktikkannya.
Materi Pokok : Menelaah tokoh dan jenis perasaan dalam sebuah cerita, kalimat permintaan maaf, permintaan tolong,penolakan
Alokasi Waktu : 2 JP
Model / Metode Pembelajaran : Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan pendekatan Deep Learning.
Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan bermain peran (role play).
Media: Video pembelajaran, gambar ekspresi wajah, teks cerita bergambar.
📖 Menelaah Tokoh dan Jenis Perasaan dalam Cerita ✨
Bahasa Indonesia — Kelas 2 SD
🌸 Apersepsi: Kisah-Kisah Penuh Pelajaran
(QS. Yusuf/12: 111)
Anak-anak, Allah menurunkan banyak kisah dalam Al-Qur'an, seperti kisah Nabi Yusuf, bukan sekadar cerita biasa. Setiap kisah menyimpan pelajaran tentang perasaan dan sikap tokoh-tokohnya — ada yang sabar, ada yang menyesal, ada yang meminta maaf. Nah, hari ini kita akan belajar hal yang mirip: mengenali tokoh dan perasaan mereka dalam sebuah cerita, agar kita bisa mengambil pelajaran seperti orang-orang yang berakal.
🤔 Pertanyaan untuk direnungkan bersama:
- Mengapa Allah menceritakan kisah para nabi lengkap dengan perasaan mereka, bukan hanya kejadiannya saja?
- Jika kita tidak memperhatikan perasaan tokoh dalam sebuah cerita, apakah kita bisa memahami pelajaran di baliknya?
- Pernahkah kalian merasakan perasaan yang sama seperti tokoh dalam cerita yang pernah kalian baca?
🔁 Ayo Mengingat Kembali! (Materi Pertemuan Sebelumnya)
Sebelum masuk materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pertanyaan berikut tentang kalimat pujian, kalimat petunjuk, dan kalimat ajakan.
- "Wah, gambarmu bagus sekali!" adalah contoh kalimat pujian. (____)
- "Ayo kita bermain bersama di halaman!" termasuk kalimat petunjuk. (____)
- Kalimat petunjuk berisi cara atau langkah melakukan sesuatu. (____)
- "Cucilah tanganmu sebelum makan" adalah contoh kalimat ajakan. (____)
- Kalimat ajakan biasanya mengajak orang lain melakukan sesuatu bersama-sama. (____)
🎬 Video Pembelajaran Hari Ini
Sumber: Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka — "Mengenal Perasaan"
🎯 Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, ananda diharapkan mampu:
- Mindful Mengenali dan menyebutkan perasaan tokoh dalam cerita dengan tenang dan penuh perhatian saat menyimak.
- Meaningful Mengaitkan perasaan tokoh dalam cerita dengan pengalaman perasaan diri sendiri sehari-hari (senang, sedih, takut, marah, menyesal).
- Joyful Mempraktikkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan percaya diri melalui permainan peran yang menyenangkan.
🧩 Metode Pembelajaran
Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan pendekatan Deep Learning.
Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan bermain peran (role play).
Media: Video pembelajaran, gambar ekspresi wajah, teks cerita bergambar.
📚 Penjelasan Materi
1️⃣ Menelaah Tokoh dalam Cerita
Tokoh adalah orang, hewan, atau siapa saja yang ada di dalam sebuah cerita. Contohnya dalam cerita "Kancil dan Buaya", tokohnya adalah Kancil dan Buaya.
Coba bayangkan cerita sehari-hari di rumah kalian: "Adi menangis karena mainannya rusak, lalu Kakak menghiburnya." Tokohnya adalah Adi dan Kakak.
2️⃣ Menelaah Jenis Perasaan Tokoh
Setiap tokoh dalam cerita bisa memiliki perasaan yang berbeda-beda, misalnya:
| Jenis Perasaan | Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari |
|---|---|
| 😊 Senang | Rani senang karena mendapat nilai bagus |
| 😢 Sedih | Budi sedih karena pensilnya hilang |
| 😡 Marah | Doni marah karena adiknya merusak bukunya |
| 😨 Takut | Nina takut karena melihat ulat besar |
| 😔 Menyesal | Bayu menyesal karena tidak belajar semalam |
Untuk menelaah (mencari tahu) perasaan tokoh, kita bisa melihat dari kata-kata yang diucapkan, ekspresi wajah, atau tindakan tokoh dalam cerita.
3️⃣ Kalimat Permintaan Maaf
Diucapkan ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain.
Contoh: "Maaf ya, aku tidak sengaja menyenggol gambarmu."
💡 Sehari-hari: saat kita tidak sengaja menginjak kaki teman saat antre, atau lupa mengembalikan pensil pinjaman.
4️⃣ Kalimat Permintaan Tolong
Diucapkan ketika kita membutuhkan bantuan orang lain, disampaikan dengan sopan.
Contoh: "Tolong ambilkan penghapusku di meja, ya."
💡 Sehari-hari: minta tolong Ibu mengikat tali sepatu, atau minta tolong teman menjelaskan soal yang sulit.
5️⃣ Kalimat Penolakan
Diucapkan ketika kita tidak setuju atau tidak bisa melakukan sesuatu, tetap dengan sopan.
Contoh: "Maaf, aku tidak bisa meminjamkan bukuku sekarang karena masih kupakai."
💡 Sehari-hari: menolak ajakan bermain karena harus belajar dulu, dengan cara yang sopan dan tidak menyakiti hati teman.
📝 Latihan Soal Pilihan Ganda (10 Soal)
Tingkat kesukaran meningkat dari mudah ke sukar. Pilih jawaban A, B, C, atau D!
A. Latar B. Tokoh C. Judul D. Tema
A. Sedih B. Marah C. Senang D. Takut
A. Ajakan B. Permintaan maaf C. Pujian D. Petunjuk
A. Marah B. Sedih C. Senang D. Bangga
A. "Ambil buku itu sekarang!" B. "Aku tidak mau buku itu." C. "Tolong bantu aku mengangkat buku ini, ya." D. "Buku itu berat sekali."
A. "Tidak mau, pergi sana!" B. "Maaf, aku harus membantu ibu dulu." C. "Nanti saja kapan-kapan." D. "Aku benci bermain."
A. Marah B. Takut C. Senang D. Menyesal
A. Pemarah B. Penolong C. Pemalas D. Penakut
A. Bangga B. Menyesal C. Senang D. Marah
A. "Tidak, aku tidak suka permintaanmu!" B. "Ah, malas ah." C. "Maaf ya, aku belum bisa membantumu sekarang karena sedang belajar." D. "Jangan ganggu aku!"
1. B 2. C 3. B 4. B 5. C 6. B 7. C 8. B 9. B 10. C
🌱 Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Mindful Tampak pada kegiatan menyimak video dan cerita dengan tenang, serta mengamati ekspresi wajah tokoh untuk mengenali perasaannya secara penuh perhatian.
Meaningful Tampak pada kegiatan mengaitkan perasaan tokoh cerita dengan pengalaman pribadi siswa sehari-hari, seperti saat sedih kehilangan barang atau senang dibantu teman.
Joyful Tampak pada kegiatan bermain peran mempraktikkan kalimat permintaan maaf, tolong, dan penolakan bersama teman sekelas dengan riang dan penuh tawa.
🌟 Kesimpulan
Hari ini kita belajar mengenali tokoh dan perasaan mereka dalam sebuah cerita, sama seperti kisah-kisah yang diceritakan Allah agar kita bisa mengambil pelajaran. Kita juga belajar mengucapkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ananda semakin peka terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain, serta selalu berbicara dengan santun. 🌷

