Selasa, 20 Oktober 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Matematika

Hari / Tanggal        : Selasa  / 20 Oktober 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Posisi Bangun Datar dan Bangun Ruang

Pertemuan             : 24


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

📍 Posisi Bangun Datar dan Bangun Ruang

Matematika • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

⬆️ Atas-Bawah⬅️ Kiri-Kanan↔️ Depan-Belakang
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Geometri – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengenal berbagai bangun datar (segitiga, segiempat, segibanyak, lingkaran) dan bangun ruang (balok, kubus, kerucut, bola). Peserta didik dapat menentukan posisi suatu bangun datar atau bangun ruang terhadap benda lain, menggunakan kosakata posisi seperti kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah, dalam kehidupan sehari-hari.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami posisi bangun datar dan bangun ruang terhadap benda lain.
📍MEANINGFUL
Melalui pengamatan benda-benda di sekitar kelas, peserta didik mampu menentukan posisi suatu bangun datar/bangun ruang terhadap benda lain menggunakan kata kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah.
🗣️MEANINGFUL
Peserta didik mampu menceritakan posisi benda di rumah atau di kelas menggunakan kosakata posisi yang tepat.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati letak benda dengan saksama, peserta didik mampu menentukan posisi benda dengan teliti sesuai titik acuan yang diberikan.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali jawabannya tentang posisi suatu benda sebelum menyampaikannya.
😄JOYFUL
Melalui permainan "Tebak Posisi" atau petunjuk arah, peserta didik mampu menentukan posisi benda dengan gembira dan percaya diri.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati letak benda dengan saksama dan teliti sesuai titik acuan yang diberikan.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami posisi bangun datar dan bangun ruang terhadap benda lain. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menentukan posisi benda di sekitar kelas menggunakan kata kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menceritakan posisi benda di rumah atau di kelas menggunakan kosakata posisi yang tepat.
3.5MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali jawabannya tentang posisi suatu benda sebelum menyampaikannya.
3.6JOYFUL Peserta didik menentukan posisi benda melalui permainan "Tebak Posisi" dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Problem Based Learning (PBL) dan benda konkret, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri istilah posisi melalui pengamatan benda di kelas.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menentukan posisi benda terhadap benda lain.
🧩Problem Based Learning (PBL) – siswa memecahkan soal cerita sederhana tentang posisi benda.
🎲Permainan "Tebak Posisi" – siswa saling memberi petunjuk arah untuk menebak posisi benda, mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan soal mandiri bertingkat untuk mengukur pemahaman siswa.
5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan alam semesta dengan posisi yang teratur, seperti matahari, bulan, dan bintang-bintang yang tersusun rapi di langit.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah menempatkan setiap makhluk pada posisi yang sesuai agar bisa hidup dengan baik, seperti ikan di laut dan burung di udara.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur posisi segala sesuatu dengan tepat, tidak ada yang tertukar tempatnya.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan alam semesta dengan posisi yang teratur. Allah Ar-Razzaq menempatkan setiap makhluk pada posisi yang sesuai. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur posisi segala sesuatu dengan tepat, hari ini kita akan belajar menentukan posisi bangun datar dan bangun ruang terhadap benda lain dengan tepat dan teliti.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan alam semesta dengan posisi yang teratur, seperti bintang-bintang yang tersusun rapi di langit. Menurutmu, mengapa penting bagi kita mengetahui posisi suatu benda terhadap benda lainnya?
  2. Allah Ar-Razzaq menempatkan setiap makhluk pada posisi yang sesuai, seperti ikan di laut dan burung di udara. Bagaimana jika posisi benda-benda di kelas kita tertukar atau berantakan?
  3. Allah Al-Malik mengatur posisi segala sesuatu dengan tepat, tidak ada yang tertukar tempatnya. Menurutmu, mengapa kita perlu teliti saat menentukan posisi suatu benda, seperti kanan, kiri, depan, belakang, atas, atau bawah?
6Yuk, Ingat Lagi! (Dekomposisi Bangun Datar dan Bangun Ruang)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Dekomposisi bangun datar adalah mengurai sebuah bangun datar menjadi bangun yang lebih kecil.B / S
2.Sebuah persegi yang dipotong dari sudut ke sudut akan menghasilkan 2 segitiga.B / S
3.Kubus jika diurai (dibuka) akan menghasilkan jaring-jaring berbentuk persegi panjang semua.B / S
4.Balok memiliki jaring-jaring yang terdiri dari beberapa persegi panjang.B / S
5.Dekomposisi hanya bisa dilakukan pada bangun datar, tidak pada bangun ruang.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Benar   3. Salah (jaring-jaring kubus berbentuk persegi)   4. Benar   5. Salah (dekomposisi juga berlaku pada bangun ruang)

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Posisi Bangun Datar dan Bangun Ruang

📍 Apa itu Posisi Benda?

Posisi adalah letak suatu benda (bangun datar atau bangun ruang) terhadap benda lain yang dijadikan sebagai titik acuan.

⬆️
ATAS
⬅️
KIRI
🔲
BENDA
➡️
KANAN
⬇️
BAWAH

(DEPAN = lebih dekat ke kita, BELAKANG = lebih jauh dari kita)

Contoh sehari-hari:
• Buku berada di sebelah kanan pensil.
• Bola berada di atas meja.
• Lemari berada di belakang kursi.
• Segitiga merah berada di sebelah kiri lingkaran biru.

📝 Langkah Menentukan Posisi Benda

1Tentukan benda mana yang menjadi titik acuan (benda pembanding).
2Amati letak benda yang ditanyakan terhadap titik acuan tersebut.
3Gunakan kata posisi yang tepat: kanan, kiri, depan, belakang, atas, atau bawah.
4Periksa kembali: jika posisi A terhadap B adalah "kanan", maka posisi B terhadap A adalah "kiri" (kebalikannya).
📍 ⬆️ ⬇️ ⬅️ ➡️
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Kata yang digunakan untuk menunjukkan posisi benda di sisi berlawanan dengan kiri adalah ....

A. kanan

B. atas

C. depan

D. bawah

MUDAH

2. Benda yang berada di atas meja berarti posisinya ....

A. di bawah meja

B. di atas meja

C. di samping meja

D. di dalam meja

MUDAH

3. Jika boneka berada di depan pintu, maka posisi boneka adalah ....

A. di belakang pintu

B. di dalam pintu

C. di depan pintu

D. di atas pintu

SEDANG

4. Segitiga merah berada di sebelah kiri lingkaran biru. Maka lingkaran biru berada di sebelah ... segitiga merah.

A. atas

B. bawah

C. depan

D. kanan

SEDANG

5. Jika kubus berada di atas balok, maka posisi balok terhadap kubus adalah ....

A. di bawah kubus

B. di depan kubus

C. di samping kubus

D. di belakang kubus

SEDANG

6. Rani duduk di belakang Doni. Maka posisi Doni terhadap Rani adalah ....

A. di belakang Rani

B. di depan Rani

C. di samping Rani

D. di atas Rani

SEDANG

7. Sebuah bola diletakkan di bawah kursi. Posisi bola terhadap kursi adalah ....

A. di atas kursi

B. di depan kursi

C. di bawah kursi

D. di belakang kursi

SUKAR

8. Dalam sebuah rak buku, kubus berada paling atas, balok di tengah, dan bola paling bawah. Posisi balok terhadap kubus dan bola secara berurutan adalah ....

A. di atas kubus dan di bawah bola

B. di depan kubus dan di belakang bola

C. di samping kubus dan di samping bola

D. di bawah kubus dan di atas bola

SUKAR

9. Di meja belajar, buku berada di sebelah kanan pensil, dan penghapus berada di sebelah kiri pensil. Jika diurutkan dari kiri ke kanan, susunan benda tersebut adalah ....

A. penghapus, pensil, buku

B. pensil, penghapus, buku

C. buku, pensil, penghapus

D. pensil, buku, penghapus

SUKAR

10. Bangun ruang kerucut diletakkan di depan tabung, sedangkan bola diletakkan di belakang tabung. Urutan posisi bangun ruang tersebut dari depan ke belakang adalah ....

A. tabung, kerucut, bola

B. kerucut, tabung, bola

C. bola, tabung, kerucut

D. kerucut, bola, tabung

✔Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan keteraturan posisi ciptaan Allah.
  • Mengamati letak benda dengan saksama melatih ketelitian siswa dalam menentukan posisi sesuai titik acuan.
  • Memeriksa kembali jawaban sebelum menyampaikannya melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Posisi benda dikaitkan dengan benda nyata di sekitar siswa: buku, pensil, meja, kursi, dan lemari di kelas atau rumah.
  • Siswa diajak menceritakan posisi benda sehari-hari menggunakan kosakata posisi yang baru dipelajari.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran membantu siswa memvisualisasikan posisi benda secara lebih hidup dan menyenangkan.
  • Permainan "Tebak Posisi" membuat siswa antusias saling memberi dan menebak petunjuk arah bersama teman.
11Kesimpulan

Hari ini kita belajar menentukan posisi bangun datar dan bangun ruang terhadap benda lain menggunakan kata kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah. Posisi suatu benda selalu ditentukan berdasarkan titik acuan tertentu. Seperti Allah Al-Malik yang mengatur posisi segala sesuatu dengan tepat, mari kita juga teliti dan cermat saat menentukan posisi benda di sekitar kita. 🌟 

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

 IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal        : Senin / 20 Oktober 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Membacakan Cerita dengan Alur Awal, Tengah, dan Akhir

Pertemuan             : 24


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

🎤 Membacakan Cerita dengan Alur Awal, Tengah, dan Akhir

Bahasa Indonesia • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🟦 Awal🟨 Tengah🟩 Akhir🗣️ Membacakan
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Membaca & Berbicara dan Mempresentasikan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lafal yang jelas, serta berbicara dengan volume dan intonasi yang tepat. Peserta didik mampu membacakan cerita sederhana dengan urutan awal, tengah, dan akhir secara runtut kepada pendengar, serta menjadi pendengar yang penuh perhatian saat orang lain bercerita.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat membacakan cerita dengan alur awal, tengah, dan akhir.
📖MEANINGFUL
Melalui kegiatan membacakan cerita sederhana dari teks atau pengalaman sendiri, peserta didik mampu membacakan cerita dengan urutan awal, tengah, dan akhir secara runtut.
💬MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan pesan atau pelajaran dari cerita yang dibacakannya kepada pendengar.
🧘MINDFUL
Melalui latihan membaca dengan tenang dan memperhatikan tanda baca, peserta didik mampu membacakan cerita dengan lafal, volume, dan intonasi yang tepat.
👂MINDFUL
Peserta didik mampu menjadi pendengar yang penuh perhatian saat temannya membacakan cerita.
😄JOYFUL
Melalui kegiatan bergiliran membacakan cerita di depan teman dengan ekspresi yang menarik, peserta didik mampu membacakan cerita dengan gembira dan percaya diri.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran membaca dengan tenang (mindful), pemahaman inti (TP umum), pemaknaan dalam bercerita (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik membaca dengan tenang, memperhatikan tanda baca, lafal, dan intonasi yang tepat.
3.2TP UMUM Peserta didik membacakan cerita dengan alur awal, tengah, dan akhir. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik membacakan cerita sederhana (teks atau pengalaman sendiri) secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan pesan atau pelajaran dari cerita yang dibacakannya.
3.5MINDFUL Peserta didik menjadi pendengar yang penuh perhatian saat temannya membacakan cerita.
3.6JOYFUL Peserta didik bergiliran membacakan cerita di depan teman dengan ekspresi gembira dan percaya diri.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis praktik membacakan cerita dan umpan balik teman, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🧑‍🏫Demonstrasi (Membaca Nyaring) – guru mencontohkan cara membacakan cerita dengan suara jelas, jeda, dan intonasi yang tepat.
🤝Latihan Berpasangan – siswa berlatih membacakan cerita kepada teman sebangku dan saling memberi masukan.
🎭Unjuk Kerja – siswa bergiliran membacakan cerita di depan kelas.
💬Tanya Jawab & Diskusi – siswa menyebutkan bagian awal, tengah, akhir dan pesan dari cerita yang dibacakan.
📝Penugasan – latihan soal mandiri bertingkat untuk mengukur pemahaman siswa.
5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan lisan, suara, dan kemampuan membaca pada diri kita. Allah juga memerintahkan kita untuk membaca (Iqra').

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki berupa telinga untuk mendengar dan cerita-cerita yang penuh pelajaran yang bisa kita bagikan kepada orang lain.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur segala sesuatu secara berurutan dan teratur, seperti pagi, siang, lalu malam yang datang silih berganti.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan suara kita agar mampu membaca. Allah Ar-Razzaq memberi kita telinga dan cerita-cerita bermanfaat untuk dibagikan. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu secara berurutan, hari ini kita akan belajar membacakan cerita dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan suara kita serta memerintahkan kita untuk membaca. Menurutmu, mengapa membacakan cerita dengan suara yang jelas bisa membuat pendengar senang dan mudah paham?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi kita telinga untuk mendengar cerita. Bagaimana perasaanmu saat temanmu membacakan cerita dengan baik dan kamu mendengarkannya dengan penuh perhatian?
  3. Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu secara berurutan. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita membacakan cerita mulai dari bagian akhir dulu, lalu awal, lalu tengah?
6Yuk, Ingat Lagi! (Menuliskan Cerita dengan Alur Awal, Tengah, dan Akhir)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Alur cerita terdiri dari bagian awal, tengah, dan akhir.B / S
2.Bagian awal cerita berisi penyelesaian masalah.B / S
3.Bagian tengah cerita berisi kejadian-kejadian yang dialami tokoh.B / S
4.Cerita yang baik boleh ditulis dengan urutan acak tanpa aturan.B / S
5.Bagian akhir cerita menceritakan bagaimana cerita itu berakhir dan perasaan tokoh.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (penyelesaian masalah ada di bagian akhir)   3. Benar   4. Salah (cerita harus runtut)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Membacakan Cerita dengan Alur Awal, Tengah, Akhir

🎤 A. Apa itu Membacakan Cerita?

Membacakan cerita artinya membaca sebuah cerita dengan suara yang jelas kepada pendengar, secara berurutan dari bagian awal, tengah, sampai akhir.

Contoh sehari-hari: Saat Ibu Guru meminta kamu membacakan cerita di depan kelas, atau saat kamu membacakan buku cerita untuk adikmu sebelum tidur.

📖 B. Contoh Cerita untuk Dibacakan

"Rani dan Kucing Kecil"

AWALSore itu, Rani menemukan seekor kucing kecil menangis di depan rumahnya.
TENGAHRani memberi kucing itu susu dan membuatkan tempat tidur dari kardus. Rani juga bertanya kepada tetangga, siapa pemilik kucing itu.
AKHIRBu Siti, pemilik kucing itu, datang menjemput. Rani merasa senang karena kucing kecil itu sudah pulang.

🗣️ C. Tips Membacakan Cerita dengan Baik

🔊Volume jelas – tidak terlalu pelan, tidak terlalu keras.
⏸️Perhatikan tanda baca – berhenti sejenak saat bertemu titik dan koma.
🎭Intonasi sesuai isi – riang untuk bagian senang, pelan untuk bagian sedih.
👀Tatap pendengar – dan beri jeda singkat antar bagian awal, tengah, dan akhir.
.
Titik: berhenti sejenak
,
Koma: jeda singkat
?
Tanya: nada naik
!
Seru: nada semangat

📝 D. Langkah Membacakan Cerita

1Baca cerita dalam hati terlebih dahulu sampai paham isinya.
2Tandai bagian awal, tengah, dan akhir cerita.
3Berlatih membaca dengan suara, jeda, dan intonasi yang tepat.
4Bacakan cerita di depan teman dengan percaya diri.
5Ceritakan kembali pesan atau pelajaran dari cerita tersebut.
🎤 📖 🟦 🟨 🟩
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Saat membacakan cerita, suara yang tepat adalah ....

A. jelas dan terdengar oleh pendengar

B. sangat pelan sampai tidak terdengar

C. berteriak sekeras-kerasnya

D. berbisik

MUDAH

2. Cerita dibacakan dengan urutan ....

A. akhir, awal, tengah

B. awal, tengah, akhir

C. tengah, akhir, awal

D. akhir, tengah, awal

MUDAH

3. Saat bertemu tanda titik (.) ketika membaca, kita sebaiknya ....

A. membaca semakin cepat

B. berteriak

C. berhenti sejenak

D. melompati kalimat

SEDANG

4. Tanda baca yang membuat kita menaikkan nada saat membaca kalimat adalah tanda ....

A. titik

B. koma

C. hubung

D. tanya

SEDANG

5. Ketika membacakan bagian cerita yang sedih, intonasi yang tepat adalah ....

A. pelan dan penuh perasaan sedih

B. riang dan melompat-lompat

C. tertawa keras

D. datar tanpa ekspresi sama sekali

SEDANG

6. "Sore itu, Rani menemukan seekor kucing kecil menangis di depan rumahnya." Kalimat ini dibacakan pada bagian ... cerita.

A. tengah

B. awal

C. akhir

D. judul

SEDANG

7. "Rani memberi susu dan membuatkan tempat tidur dari kardus." Kalimat ini termasuk bagian ... cerita.

A. awal

B. akhir

C. tengah

D. penutup

SUKAR

8. Saat temanmu sedang membacakan cerita di depan kelas, sikap pendengar yang baik adalah ....

A. mengobrol dengan teman sebelah

B. bermain sendiri

C. memotong cerita sambil berteriak

D. menyimak dengan tenang dan penuh perhatian

SUKAR

9. Doni membacakan cerita dengan suara jelas dan memberi jeda singkat di antara bagian awal, tengah, dan akhir. Hal ini membantu pendengar untuk ....

A. lebih mudah memahami urutan cerita

B. bingung dengan isi cerita

C. tertidur

D. melupakan ceritanya

SUKAR

10. Sinta membacakan cerita "Rani dan Kucing Kecil" tetapi ia membacanya mulai dari bagian akhir, lalu awal, lalu tengah. Dampaknya bagi pendengar adalah ....

A. cerita jadi lebih mudah dipahami

B. pendengar bingung karena urutan kejadian tidak runtut

C. tidak ada pengaruhnya

D. pendengar jadi lebih paham

✔Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan nikmat lisan, suara, dan telinga.
  • Membaca dengan tenang dan memperhatikan tanda baca melatih ketelitian dan kesadaran siswa saat membacakan cerita.
  • Menyimak teman yang sedang membacakan cerita melatih siswa menjadi pendengar yang penuh perhatian.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Membacakan cerita dikaitkan dengan kegiatan nyata siswa, seperti membacakan cerita di kelas atau untuk adik di rumah.
  • Siswa diajak menemukan pesan atau pelajaran dari cerita yang dibacakannya.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa lebih mudah memahami alur cerita.
  • Bergiliran membacakan cerita dengan ekspresi menarik membuat siswa antusias dan percaya diri tampil di depan teman.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar membacakan cerita dengan urutan awal, tengah, dan akhir, menggunakan suara yang jelas, jeda yang tepat pada tanda baca, dan intonasi yang sesuai isi cerita. Kita juga belajar menjadi pendengar yang baik. Seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu secara berurutan, mari kita membacakan cerita dengan runtut dan penuh semangat agar pendengar senang dan mudah memahaminya. 🌟

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS Nama Guru              : Oktarina, S.Pd. Mapel                           : Matematika Hari / Tanggal        : Selasa   / 20 Oktobe...