Senin, 07 September 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Pendidikan Pancasila"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal        : Senin / 7 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Makna hidup rukun di lingkungan (Penerapan Sila 3, 4, 5 Pancasila)

Pertemuan             : 8


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

🤝 Makna Hidup Rukun di Lingkungan (Penerapan Sila Ke-3, 4, 5)

Pendidikan Pancasila • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🇮🇩 Persatuan🗳️ Musyawarah⚖️ Keadilan
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Pancasila – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mengenal dan menceritakan simbol serta bunyi sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga (Persatuan Indonesia), sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan), dan sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia), sebagai bentuk hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami makna hidup rukun di lingkungan sebagai bentuk penerapan Sila Ke-3, 4, 5 Pancasila.
🤝MEANINGFUL
Melalui cerita dan pengalaman sehari-hari, peserta didik mampu mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila ketiga (persatuan), keempat (musyawarah), dan kelima (keadilan) di lingkungan sekitarnya.
🗣️MEANINGFUL
Peserta didik mampu menceritakan pengalaman bermusyawarah dan berbagi secara adil bersama teman di sekolah.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang, peserta didik mampu menyadari pentingnya bersatu, bermusyawarah, dan berlaku adil dalam kehidupan sehari-hari.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu merefleksikan sikapnya sendiri, apakah sudah mencerminkan persatuan, musyawarah, dan keadilan sesuai sila ke-3, 4, dan 5.
😄JOYFUL
Melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok bermusyawarah, peserta didik mampu mempraktikkan sikap hidup rukun sesuai sila ke-3, 4, 5 dengan gembira.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran merenung (mindful), pemahaman makna (TP umum), pemaknaan dalam praktik nyata (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik menyimak cerita tentang persatuan, musyawarah, dan keadilan dengan tenang, lalu menyadari pentingnya ketiga nilai tersebut.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami makna hidup rukun sebagai bentuk penerapan Sila Ke-3, 4, 5 Pancasila. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila ketiga (persatuan), keempat (musyawarah), dan kelima (keadilan).
3.4MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman bermusyawarah dan berbagi secara adil bersama teman di sekolah.
3.5MINDFUL Peserta didik merefleksikan sikapnya sendiri, apakah sudah mencerminkan persatuan, musyawarah, dan keadilan.
3.6JOYFUL Peserta didik mempraktikkan sikap hidup rukun sesuai sila ke-3, 4, 5 melalui role play dan diskusi kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Value Clarification Technique (VCT) untuk penanaman nilai, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
📖Storytelling – guru bercerita tentang situasi persatuan, musyawarah, dan keadilan sebagai bahan refleksi siswa.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan contoh sikap rukun dan mengaitkannya dengan sila ke-3, 4, 5.
🎭Bermain Peran (Role Play) – siswa memerankan kegiatan musyawarah kelas untuk memahami penerapan sila keempat secara langsung.
🧑‍🏫Value Clarification Technique (VCT) – siswa diajak mengklarifikasi nilai baik-buruk suatu sikap melalui pertanyaan reflektif.
📝Penugasan – siswa menuliskan/menceritakan pengalaman bermusyawarah dan berbagi secara adil.



5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan manusia berbeda-beda suku dan bangsa agar saling mengenal dan bersatu, bukan untuk saling bermusuhan.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki kepada semua makhluk secara adil sesuai kebutuhannya, tanpa membeda-bedakan.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur segala urusan-Nya dengan penuh hikmah dan tidak sewenang-wenang, mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan tidak memaksakan kehendak.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan kita berbeda-beda agar bersatu, sesuai sila ketiga. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki dengan adil kepada semua makhluk, sesuai sila kelima. Dan Allah Al-Malik mengatur urusan-Nya dengan hikmah tanpa memaksakan kehendak, sesuai semangat musyawarah pada sila keempat. Hari ini kita akan belajar bahwa hidup rukun adalah wujud nyata dari ketiga sila tersebut.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan manusia berbeda suku dan bangsa agar saling mengenal dan bersatu. Menurutmu, bagaimana caranya kita menjaga persatuan meskipun kita berbeda-beda?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua makhluk secara adil. Bagaimana perasaanmu jika ada temanmu yang tidak mendapat bagian yang adil saat berbagi sesuatu di kelas?
  3. Allah Al-Malik mengatur segala urusan-Nya dengan hikmah tanpa memaksakan kehendak. Menurutmu, mengapa bermusyawarah lebih baik daripada memaksakan pendapat sendiri kepada teman?
6Yuk, Ingat Lagi! (Penerapan Sila 1 dan 2 Pancasila di Rumah)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Berdoa sebelum makan adalah penerapan sila pertama Pancasila.B / S
2.Menghormati anggota keluarga yang berbeda pendapat adalah penerapan sila kedua Pancasila.B / S
3.Bertengkar dengan saudara di rumah adalah contoh penerapan sila kedua Pancasila.B / S
4.Menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing adalah penerapan sila pertama Pancasila.B / S
5.Membeda-bedakan kasih sayang kepada anak berdasarkan agama adalah penerapan sila kedua Pancasila.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Benar   3. Salah (bertengkar bukan penerapan Pancasila)   4. Benar   5. Salah (membeda-bedakan bukan penerapan Pancasila)

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Hidup Rukun sebagai Penerapan Sila Ke-3, 4, 5

🤝 Hidup Rukun dalam Tiga Sila

Hidup rukun berarti hidup damai, saling menghargai, dan saling membantu. Hidup rukun bisa kita lihat dalam penerapan sila ketiga, keempat, dan kelima Pancasila.

Sila 3 – Persatuan Indonesia
Bersatu meski berbeda suku, agama, atau bahasa daerah. Contoh: bermain bersama teman beda suku, ikut kerja bakti membersihkan lingkungan bersama tetangga.
Sila 4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Menyelesaikan masalah dengan musyawarah, menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak. Contoh: musyawarah memilih ketua kelas atau menentukan permainan bersama.
Sila 5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Berlaku adil dan berbagi kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Contoh: membagi tugas piket secara adil, berbagi bekal dengan teman yang tidak membawa bekal.
Contoh sehari-hari: Saat kelas 2 memilih ketua kelas, semua siswa diberi kesempatan mengusulkan nama, lalu dilakukan musyawarah untuk mufakat (sila 4). Setelah itu, tugas piket kelas dibagi secara adil kepada semua siswa (sila 5), dan semua siswa tetap bermain bersama dengan rukun meskipun berbeda suku dan agama (sila 3).
🤝 🗳️ ⚖️ 🏫 🌏
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda) (Silahkan Tulis Soal + Jawaban yang Benar ya Nak!)
MUDAH

1. Sila ketiga Pancasila berbunyi ....

A. Persatuan Indonesia

B. Ketuhanan Yang Maha Esa

C. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

D. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

MUDAH

2. Bermain bersama teman tanpa membeda-bedakan suku adalah contoh penerapan sila ke ....

A. 1

B. 3

C. 2

D. 4

MUDAH

3. Musyawarah untuk mengambil keputusan bersama adalah pengamalan sila ke ....

A. 3

B. 1

C. 4

D. 5

SEDANG

4. Berbagi bekal makanan dengan teman yang tidak membawa bekal adalah contoh sikap adil sesuai sila ke ....

A. 4

B. 3

C. 2

D. 5

SEDANG

5. Ketika ada perbedaan pendapat dalam memilih permainan saat istirahat, sikap yang mencerminkan sila keempat adalah ....

A. bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan

B. memaksakan pendapat sendiri

C. langsung marah dan pergi

D. mengabaikan pendapat teman

SEDANG

6. Membagi tugas piket kelas secara merata kepada semua siswa adalah contoh penerapan sila ke ....

A. 3

B. 5

C. 4

D. 1

SEDANG

7. Ikut serta dalam kerja bakti membersihkan lingkungan bersama tetangga tanpa membeda-bedakan adalah contoh sikap rukun sesuai sila ke ....

A. 5

B. 4

C. 3

D. 2

SUKAR

8. Kelas 2 akan memilih ketua kelas baru. Beberapa siswa mengusulkan nama yang berbeda-beda. Sikap yang tepat sesuai sila keempat adalah ....

A. memilih berdasarkan siapa yang berteriak paling keras

B. ketua kelas ditentukan oleh satu orang saja tanpa musyawarah

C. tidak perlu memilih ketua kelas

D. bermusyawarah dan memilih berdasarkan suara terbanyak/mufakat

SUKAR

9. Rian mendapat tugas membagikan 20 buku kepada 20 temannya secara adil dan merata, tanpa membeda-bedakan siapa yang mendapat lebih banyak. Sikap Rian mencerminkan penerapan sila ke ....

A. 5

B. 4

C. 3

D. 2

SUKAR

10. Sebuah RT terdiri dari warga dengan suku dan agama yang berbeda-beda, namun mereka tetap kompak mengadakan kegiatan gotong royong bersama. Sikap warga RT tersebut mencerminkan penerapan sila ke ....

A. 5

B. 3

C. 4

D. 2

10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna persatuan, musyawarah, dan keadilan.
  • Kegiatan merefleksikan sikap diri sendiri melatih siswa menyadari apakah sudah menerapkan sila ke-3, 4, 5 dalam kesehariannya.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Contoh hidup rukun dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: bermain dengan teman beda suku, musyawarah memilih ketua kelas, dan berbagi tugas piket secara adil.
  • Setiap sikap rukun dikaitkan langsung dengan sila ke-3, 4, dan 5, sehingga siswa memahami bahwa nilai Pancasila bisa dipraktikkan setiap hari.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran dan bermain peran (role play) musyawarah kelas membuat siswa lebih mudah memahami penerapan sila keempat secara nyata dan menyenangkan.
  • Diskusi kelompok dan latihan soal bertingkat membuat siswa antusias dan tertantang tanpa merasa tertekan.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa hidup rukun adalah wujud nyata dari penerapan sila ketiga (persatuan), sila keempat (musyawarah), dan sila kelima (keadilan) Pancasila. Hidup rukun berarti bersatu meski berbeda, menyelesaikan masalah dengan musyawarah, dan berlaku adil kepada semua orang. Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan kita berbeda-beda agar bersatu, Allah Ar-Razzaq yang memberi rezeki dengan adil, dan Allah Al-Malik yang mengatur segala urusan dengan hikmah, mari kita jaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil di mana pun kita berada. 🌟






Jumat, 04 September 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal        : Jumat / 3 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Kalimat S-P-O

Pertemuan             : 13


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

📰 Kalimat Berita (Kalimat S-P-O)

Bahasa Indonesia • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

📝 Kalimat Berita🔤 Subjek-Predikat-Objek💬 Penggunaan Sehari-hari
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Menulis & Berbicara dan Mempresentasikan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menulis dan menyampaikan kalimat berita (kalimat pernyataan) dengan struktur Subjek-Predikat-Objek (S-P-O) yang tepat untuk menyampaikan informasi atau fakta. Peserta didik mampu menggunakan kalimat S-P-O dalam komunikasi lisan maupun tulisan sehari-hari sesuai konteks dan tujuannya.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami penggunaan kalimat S-P-O.
💬MEANINGFUL
Melalui pengamatan kejadian sehari-hari, peserta didik mampu menggunakan kalimat S-P-O untuk menceritakan kejadian di rumah dan sekolah dengan tepat.
📢MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan fungsi kalimat berita S-P-O sebagai cara menyampaikan informasi secara jelas kepada orang lain.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati kalimat dengan saksama, peserta didik mampu mengidentifikasi Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat dengan teliti.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali penggunaan struktur S-P-O pada kalimat yang dibuatnya agar tersusun dengan benar.
😄JOYFUL
Melalui permainan kartu kata atau kuis kelompok, peserta didik mampu menggunakan kalimat S-P-O dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman penggunaan (TP umum), pemaknaan dalam komunikasi (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati contoh-contoh kalimat dengan saksama untuk mengidentifikasi bagian Subjek, Predikat, dan Objek.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami penggunaan kalimat S-P-O. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan fungsi kalimat berita S-P-O sebagai cara menyampaikan informasi secara jelas.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menggunakan kalimat S-P-O untuk menceritakan kejadian sehari-hari di rumah dan sekolah.
3.5MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali penggunaan struktur S-P-O pada kalimat yang dibuatnya.
3.6JOYFUL Peserta didik menggunakan kalimat S-P-O melalui permainan kartu kata/kuis kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis komunikatif dan kontekstual, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri cara penggunaan pola S-P-O melalui contoh kalimat yang diamati.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menggunakan kalimat S-P-O dalam bercerita sehari-hari.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan penggunaan S-P-O yang tepat dan yang keliru.
🎲Permainan Kartu Kata – siswa menyusun kartu kata acak menjadi kalimat S-P-O yang benar untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan menggunakan kalimat S-P-O secara mandiri berdasarkan kejadian sehari-hari.



5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan lisan dan akal pada diri kita agar kita mampu menyusun kalimat yang jelas untuk berkomunikasi dengan orang lain.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki berupa ilmu, dan ilmu itu dapat kita bagikan kepada orang lain dengan kalimat yang benar dan mudah dipahami.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat dan bermanfaat, termasuk aturan menyusun kalimat agar pesan yang kita sampaikan bisa dipahami dengan baik.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan akal kita agar mampu menyusun kalimat yang jelas. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa ilmu yang bisa kita bagikan melalui kalimat yang benar. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat, hari ini kita akan belajar menggunakan kalimat S-P-O dengan benar agar informasi yang kita sampaikan mudah dipahami orang lain.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan akal kita untuk menyusun kalimat yang jelas. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita menyampaikan informasi dengan kalimat yang tidak tersusun rapi?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa ilmu yang bisa kita bagikan. Bagaimana perasaanmu ketika kamu berhasil menjelaskan sesuatu kepada temanmu dengan kalimat yang jelas dan mudah dipahami?
  3. Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat. Mengapa penting bagi kita untuk selalu memeriksa kembali susunan S-P-O sebelum menyampaikan sebuah kalimat?
6Yuk, Ingat Lagi! (Kalimat Tanya)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Kata tanya "berapa" digunakan untuk menanyakan jumlah atau harga.B / S
2.Kalimat tanya diakhiri dengan tanda titik (.).B / S
3.Kata tanya "bagaimana" digunakan untuk menanyakan cara atau keadaan.B / S
4.Kata tanya "di mana" digunakan untuk menanyakan waktu.B / S
5.Kalimat tanya bisa dijawab dengan kalimat berita.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (diakhiri tanda tanya)   3. Benar   4. Salah ("di mana" untuk tempat)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Menggunakan Kalimat S-P-O

📰 A. Mengingat Kembali Kalimat S-P-O

Kalimat berita adalah kalimat yang menyampaikan informasi atau fakta, diakhiri tanda titik (.), dan tersusun atas Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O).

SUBJEKKakak
PREDIKATmenanam
OBJEKbunga

💬 B. Cara Menggunakan Kalimat S-P-O dengan Tepat

Agar kalimat berita mudah dipahami, susunan S-P-O harus berurutan dan tidak boleh dibolak-balik sembarangan.

✅ BENARAyah mencuci motor.
❌ SALAHMencuci motor ayah.
Contoh sehari-hari: Saat kamu ingin menceritakan bahwa kamu melihat kakakmu menyapu halaman, gunakan kalimat: "Kakak menyapu halaman." bukan "Menyapu halaman kakak." agar mudah dipahami pendengarnya.

✍️ C. Langkah Menggunakan Kalimat S-P-O

1Amati kejadian yang ingin kamu ceritakan (siapa melakukan apa, kepada apa/siapa).
2Tentukan Subjek (pelaku), Predikat (kegiatan), dan Objek (yang dikenai kegiatan).
3Susun kata-kata tersebut secara berurutan S-P-O.
4Periksa kembali susunannya, gunakan huruf kapital di awal, dan akhiri dengan tanda titik (.).
📰 🗣️ ✏️ 🏡 🌻
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Kalimat berita digunakan untuk ....

A. menyampaikan informasi

B. bertanya

C. memerintah

D. berseru kaget

MUDAH

2. Susunan yang benar dalam kalimat S-P-O adalah ....

A. Objek-Predikat-Subjek

B. Subjek-Predikat-Objek

C. Predikat-Objek-Subjek

D. Objek-Subjek-Predikat

MUDAH

3. Kalimat "Rani menyiram bunga" memiliki subjek ....

A. menyiram

B. bunga

C. Rani

D. tidak ada

SEDANG

4. Kalimat yang tepat digunakan untuk menceritakan bahwa kamu melihat ayah mencuci motor adalah ....

A. Mencuci motor ayah.

B. Motor mencuci ayah.

C. Ayah motor mencuci.

D. Ayah mencuci motor.

SEDANG

5. Perhatikan kata-kata berikut: "menendang - Doni - bola". Susunan kalimat S-P-O yang tepat adalah ....

A. Doni menendang bola.

B. Menendang Doni bola.

C. Bola menendang Doni.

D. Doni bola menendang.

SEDANG

6. Kalimat "Nenek merajut syal" jika ditambahkan keterangan waktu yang tepat menjadi ....

A. Kemarin sore nenek syal merajut.

B. Nenek merajut syal kemarin sore.

C. Merajut nenek syal kemarin sore.

D. Syal nenek merajut kemarin sore.

SEDANG

7. Kalimat berikut yang PALING tepat menggunakan struktur S-P-O adalah ....

A. Membaca Sinta komik baru.

B. Sinta komik membaca baru.

C. Sinta membaca komik baru.

D. Komik baru Sinta membaca.

SUKAR

8. Andi ingin menceritakan bahwa kakaknya sedang menanam bunga mawar di kebun. Kalimat berita dengan struktur S-P-O yang paling tepat dan lengkap adalah ....

A. Menanam bunga mawar kakak di kebun.

B. Bunga mawar menanam kakak di kebun.

C. Di kebun kakak bunga mawar menanam.

D. Kakak menanam bunga mawar di kebun.

SUKAR

9. Perhatikan kalimat: "Pak Tani memanen padi di sawah setiap musim panen." Manakah bagian yang merupakan predikat?

A. memanen

B. Pak Tani

C. padi

D. di sawah

SUKAR

10. Manakah kalimat berikut yang TIDAK menggunakan struktur S-P-O dengan benar?

A. Ibu memasak sayur.

B. Bermain bola adik lapangan.

C. Kakak membaca majalah.

D. Adik minum susu.

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan pentingnya menyusun kalimat dengan benar.
  • Mengamati contoh kalimat benar dan salah dengan saksama melatih ketelitian siswa dalam menggunakan struktur S-P-O.
  • Memeriksa kembali susunan kalimat sebelum menyampaikannya melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Penggunaan kalimat S-P-O dikaitkan dengan kebiasaan siswa menceritakan kejadian sehari-hari kepada orang tua dan guru.
  • Contoh kalimat diambil dari aktivitas nyata: mencuci motor, menyiram bunga, membaca komik, dan memanen padi.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa lebih mudah memahami penggunaan S-P-O.
  • Permainan kartu kata dan kuis kelompok membuat siswa antusias berlatih bersama teman.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar menggunakan kalimat S-P-O dengan benar agar informasi yang kita sampaikan mudah dipahami orang lain. Susunan Subjek-Predikat-Objek harus berurutan, tidak boleh dibolak-balik sembarangan, dan diakhiri tanda titik (.). Seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat, mari kita gunakan kalimat S-P-O dengan rapi setiap kali menyampaikan informasi kepada orang lain. 🌟


Kelas 2 Zubair bin Awwam "Pendidikan Pancasila"

IDENTITAS Nama Guru              : Oktarina, S.Pd. Mapel                           : Pendidikan Pancasila Hari / Tanggal        : Senin / 7...