IDENTITAS
Nama Guru : Oktarina, S.Pd.
Mapel : Pendidikan Pancasila
Hari / Tanggal : Senin / 31 Agustus 2026
Fase / Kelas : A / 2 Zubair bin Awwam
Materi : Makna hidup rukun di lingkungan (Penerapan Sila Pancasila)
Pertemuan : 7
🤝 Makna Hidup Rukun di Lingkungan
Pendidikan Pancasila • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka
Pada akhir Fase A, peserta didik mengenal dan menceritakan simbol serta bunyi sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila — seperti sikap saling menghargai, bekerja sama, tolong-menolong, dan hidup rukun — dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan pertemanan, sesuai dengan perannya sebagai anggota keluarga dan warga sekolah.
Murid dapat memahami makna hidup rukun di lingkungan (rumah, sekolah, dan masyarakat).
Melalui cerita dan pengalaman sehari-hari, peserta didik mampu mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitarnya.
Peserta didik mampu menceritakan pengalaman hidup rukun bersama keluarga, teman, dan tetangga.
Melalui kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang, peserta didik mampu menyadari perasaannya sendiri ketika hidup rukun maupun ketika bertengkar dengan orang lain.
Peserta didik mampu merefleksikan sikapnya sehari-hari, apakah sudah mencerminkan hidup rukun sesuai nilai Pancasila.
Melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok, peserta didik mampu mempraktikkan sikap hidup rukun dengan gembira dan penuh semangat.
Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman makna (meaningful), hingga penerapannya secara nyata dan menyenangkan (joyful):
| Kode | Alur Tujuan Pembelajaran |
|---|---|
| 3.1 | MINDFUL Peserta didik menyimak cerita/situasi hidup rukun dan tidak rukun dengan tenang, lalu menyadari perasaannya sendiri terhadap kedua situasi tersebut. |
| 3.2 | TP UMUM Peserta didik memahami makna hidup rukun di lingkungan (rumah, sekolah, dan masyarakat). ← inti materi |
| 3.3 | MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitarnya. |
| 3.4 | MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman pribadi hidup rukun bersama keluarga, teman, dan tetangga. |
| 3.5 | MINDFUL Peserta didik merefleksikan sikapnya sehari-hari, apakah sudah mencerminkan hidup rukun sesuai nilai Pancasila. |
| 3.6 | JOYFUL Peserta didik mempraktikkan sikap hidup rukun melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok dengan gembira. |
Allah menciptakan manusia dengan suku, agama, dan sifat yang berbeda-beda, agar kita saling mengenal dan hidup berdampingan dengan rukun.
Allah memberi rezeki kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Kita pun harus saling berbagi dan tidak pilih-pilih teman.
Allah mengatur seluruh alam dengan tertib dan damai. Negara kita pun diatur dengan Pancasila agar tercipta kehidupan yang rukun dan tertib.
Allah Al-Khaliq menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal, bukan untuk saling bermusuhan. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua orang tanpa membeda-bedakan, maka kita pun harus berbagi dan hidup rukun dengan siapa saja. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan damai dan teratur, bangsa Indonesia pun diatur dengan Pancasila agar seluruh rakyatnya bisa hidup rukun.
🤔 Pertanyaan Perenungan:- Allah Al-Khaliq menciptakan manusia berbeda-beda suku dan agama. Menurutmu, mengapa perbedaan itu seharusnya membuat kita semakin rukun, bukan malah bermusuhan?
- Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua orang tanpa pilih kasih. Bagaimana perasaanmu jika ada temanmu yang dikucilkan atau tidak diajak bermain karena berbeda?
- Allah Al-Malik mengatur alam semesta dengan damai. Menurutmu, apa yang akan terjadi pada keluarga, kelas, atau negara kita jika semua orang tidak mau hidup rukun?
Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!
1. Benar 2. Salah (bertengkar bukan penerapan Pancasila) 3. Benar 4. Salah (musyawarah termasuk sila keempat) 5. Benar
🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!
🤝 A. Apa itu Hidup Rukun?
Hidup rukun artinya hidup damai, saling menghargai, dan saling membantu dengan orang lain, tanpa bertengkar atau bermusuhan. Hidup rukun bisa kita terapkan di rumah, sekolah, dan masyarakat.
🇮🇩 B. Hidup Rukun sebagai Penerapan Sila-Sila Pancasila
1. Hidup rukun artinya hidup ....
A. damai dan saling menghargai
B. bertengkar terus-menerus
C. saling bermusuhan
D. sendiri tanpa teman
2. Contoh hidup rukun di rumah adalah ....
A. bertengkar dengan adik
B. saling membantu pekerjaan rumah
C. tidak mau berbagi mainan
D. mengejek anggota keluarga
3. Hidup rukun sebaiknya diterapkan di ....
A. rumah saja
B. sekolah saja
C. rumah, sekolah, dan masyarakat
D. tidak perlu diterapkan
4. Bermain bersama teman tanpa membeda-bedakan suku atau daerah asal adalah penerapan sila ke ....
A. 1
B. 2
C. 4
D. 3
5. Ketika teman sedang beribadah sesuai agamanya, sikap yang tepat adalah ....
A. menghormatinya
B. mengganggunya
C. menertawakannya
D. memaksanya berhenti
6. Musyawarah untuk memilih ketua kelas adalah contoh penerapan sila ke ....
A. 2
B. 4
C. 3
D. 5
7. Berbagi bekal makanan dengan teman yang tidak membawa bekal adalah contoh sikap adil sesuai sila ke ....
A. 4
B. 3
C. 5
D. 1
8. Rian dan Made berbeda agama, namun mereka tetap bermain bersama dengan rukun dan saling menghormati waktu ibadah masing-masing. Sikap mereka mencerminkan penerapan sila ....
A. kelima
B. keempat
C. ketiga
D. pertama
9. Saat ada perbedaan pendapat dalam kelompok kerja kelas, sikap yang mencerminkan hidup rukun sesuai sila keempat adalah ....
A. bermusyawarah untuk mencapai mufakat
B. memaksakan pendapat sendiri
C. langsung marah dan pergi
D. mengabaikan pendapat teman
10. Ada teman baru pindahan dari luar daerah dengan bahasa daerah yang berbeda. Sikap yang mencerminkan hidup rukun sesuai sila ketiga adalah ....
A. mengucilkannya karena berbeda
B. merangkulnya dan berteman dengannya
C. menertawakan logat bicaranya
D. membiarkannya sendirian
Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:
🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)
- Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna keberagaman dan kerukunan.
- Kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang melatih siswa menyadari perasaannya sendiri saat rukun maupun saat bertengkar.
🎯 Meaningful (Bermakna)
- Contoh hidup rukun dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: bermain dengan teman beda suku/agama, berbagi bekal, dan bermusyawarah memilih ketua kelas.
- Setiap sikap rukun dikaitkan langsung dengan sila Pancasila, sehingga siswa memahami bahwa nilai Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi bisa dipraktikkan setiap hari.
😄 Joyful (Menyenangkan)
- Video pembelajaran dan bermain peran (role play) membuat siswa lebih mudah memahami dampak hidup rukun secara langsung dan menyenangkan.
- Diskusi kelompok dan latihan soal bertingkat membuat siswa antusias dan tertantang tanpa merasa tertekan.

