Selasa, 01 September 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Matematika

Hari / Tanggal        : Selasa / 1 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Mengenal Dasar Pengurangan: Sisa atau Selisih

Pertemuan             : 12


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

➖ Mengenal Dasar Pengurangan: Sisa atau Selisih

Matematika • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🍬 Sisa⚖️ Selisih🧮 Benda Konkret
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Bilangan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan berbagai strategi sesuai karakteristik bilangan yang dioperasikan. Peserta didik mampu memahami konsep dasar pengurangan, baik sebagai sisa (pengambilan) maupun selisih (perbandingan dua bilangan), menggunakan benda-benda konkret dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami konsep dasar pengurangan (sisa atau selisih) menggunakan benda konkret.
🍬MEANINGFUL
Melalui kegiatan mengambil atau membagikan benda konkret (kelereng, kue, permen), peserta didik mampu memahami pengurangan sebagai sisa (yang tertinggal setelah diambil).
⚖️MEANINGFUL
Peserta didik mampu menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan selisih (perbandingan dua kelompok benda), misalnya membandingkan jumlah pensil miliknya dan milik teman.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati dan menghitung benda konkret dengan tenang dan teliti, peserta didik mampu membedakan konsep sisa dan selisih dengan tepat.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil pengurangannya menggunakan benda konkret sebelum menuliskan jawaban akhir.
😄JOYFUL
Melalui permainan "ambil dan hitung" atau kuis kelompok, peserta didik mampu mempraktikkan konsep pengurangan dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati dan menghitung benda konkret dengan tenang dan teliti untuk membedakan konsep sisa dan selisih.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami konsep dasar pengurangan (sisa atau selisih) menggunakan benda konkret. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik memahami pengurangan sebagai "sisa" melalui kegiatan mengambil/membagikan benda konkret sehari-hari.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan "selisih" antara dua kelompok benda.
3.5MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali hasil pengurangannya menggunakan benda konkret sebelum menuliskan jawaban akhir.
3.6JOYFUL Peserta didik mempraktikkan konsep pengurangan melalui permainan "ambil dan hitung" atau kuis kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis benda konkret dan pengalaman nyata, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri konsep sisa dan selisih melalui manipulasi benda konkret.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara mengurangi benda konkret untuk menunjukkan sisa dan selisih.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa berdiskusi membedakan situasi sisa dan selisih dalam kehidupan sehari-hari.
🎲Permainan Edukatif (Games) – permainan "ambil dan hitung" benda konkret untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan soal mandiri bertingkat untuk mengukur pemahaman siswa.

5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan akal pada diri kita sehingga mampu memahami bahwa jumlah benda dapat berkurang saat sebagian diambil atau digunakan.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki kepada kita, dan sebagian darinya kita gunakan atau bagikan kepada orang lain, sehingga tersisa sebagian untuk kita simpan atau sedekahkan.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur rezeki setiap makhluk dengan penuh hikmah, ada yang bertambah dan ada yang berkurang, semuanya diatur dengan adil oleh Allah.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan akal kita agar mampu memahami konsep berkurang. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki yang sebagiannya kita gunakan sehingga tersisa sebagian, dan Allah Al-Malik mengatur rezeki setiap makhluk dengan adil. Hari ini kita akan belajar dua makna pengurangan: sisa (yang tertinggal setelah diambil) dan selisih (perbandingan dua jumlah benda).

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan kita dengan akal untuk memahami bahwa jumlah benda bisa berkurang. Menurutmu, mengapa penting bagi kita memahami konsep "berkurang" dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada kita. Jika kamu memiliki 10 permen lalu memberikan 4 kepada temanmu sebagai bentuk berbagi rezeki, bagaimana caranya kamu tahu berapa sisa permenmu?
  3. Allah Al-Malik mengatur rezeki setiap makhluk dengan adil. Menurutmu, apa bedanya ketika kita menghitung "sisa" barang yang kita punya dengan menghitung "selisih" jumlah barang milik kita dan milik teman?
6Yuk, Ingat Lagi! (Penjumlahan dengan Teknik Menyimpan)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Pada penjumlahan bersusun, kita mulai menjumlahkan dari kolom satuan.B / S
2.Kita menyimpan angka jika hasil penjumlahan satuan kurang dari 10.B / S
3.27 + 18 hasilnya adalah 45.B / S
4.Angka yang disimpan selalu ditambahkan ke kolom satuan.B / S
5.24 + 19 hasilnya adalah 43.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (menyimpan jika hasilnya 10 atau lebih)   3. Benar   4. Salah (disimpan ke kolom puluhan)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Pengurangan sebagai Sisa atau Selisih

🍬 A. Pengurangan sebagai "Sisa"

Pengurangan sebagai sisa artinya menghitung berapa banyak benda yang tertinggal setelah sebagian diambil, dimakan, atau diberikan kepada orang lain.

🍪🍪🍪🍪🍪🍪🍪🍪
Contoh sehari-hari: Budi punya 9 kue. Ia makan 4 kue. Sisa kue Budi = 9 − 4 = 5 kue.

⚖️ B. Pengurangan sebagai "Selisih"

Pengurangan sebagai selisih artinya membandingkan banyak beda antara dua kelompok benda, tanpa ada benda yang diambil atau dihilangkan.

✏️✏️✏️✏️✏️✏️✏️  |  ✏️✏️✏️✏️
Contoh sehari-hari: Ani punya 7 pensil, Budi punya 4 pensil. Selisih pensil mereka = 7 − 4 = 3. Artinya, pensil Ani lebih banyak 3 dari pensil Budi.

🧮 C. Cara Menggunakan Benda Konkret

1Siapkan benda konkret (kelereng, kancing, sedotan) sejumlah bilangan pertama.
2Untuk konsep sisa: pisahkan/ambil benda sejumlah bilangan pengurang, lalu hitung sisanya.
3Untuk konsep selisih: susun dua kelompok benda berdampingan, lalu hitung berapa kelebihan salah satu kelompok.
🍪 ✏️ 🐔 🧮 ⚖️
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Pengurangan yang menunjukkan banyak benda yang tertinggal setelah diambil disebut ....

A. sisa

B. penjumlahan

C. selisih

D. perkalian

MUDAH

2. Budi punya 9 kue, dimakan 4. Sisa kue Budi adalah ....

A. 13

B. 5

C. 4

D. 9

MUDAH

3. Pengurangan yang menunjukkan perbandingan banyak antara dua kelompok benda disebut ....

A. sisa

B. jumlah

C. selisih

D. hasil kali

SEDANG

4. Ani punya 7 pensil, Budi punya 4 pensil. Selisih pensil Ani dan Budi adalah ....

A. 11

B. 4

C. 7

D. 3

SEDANG

5. Ibu membeli 15 apel. Sebanyak 6 apel dimakan sekeluarga. Sisa apel Ibu adalah ....

A. 9

B. 21

C. 8

D. 10

SEDANG

6. Dina memiliki 12 kelereng, Rian memiliki 8 kelereng. Berapa selisih kelereng mereka?

A. 20

B. 4

C. 3

D. 5

SEDANG

7. Sebuah kandang berisi 14 ekor ayam. Karena dijual, kini tersisa 9 ekor. Berapa ekor ayam yang telah dijual?

A. 23

B. 4

C. 5

D. 6

SUKAR

8. Sinta memiliki 18 permen. Ia memberikan sebagian kepada adiknya sehingga tersisa 11 permen. Berapa permen yang diberikan Sinta kepada adiknya?

A. 6

B. 8

C. 29

D. 7

SUKAR

9. Kelas 2A memiliki 25 siswa, sedangkan Kelas 2B memiliki 19 siswa. Berapa selisih jumlah siswa kedua kelas, dan kelas mana yang lebih banyak?

A. 6 siswa, Kelas 2A lebih banyak

B. 44 siswa, Kelas 2A lebih banyak

C. 5 siswa, Kelas 2A lebih banyak

D. 6 siswa, Kelas 2B lebih banyak

SUKAR

10. Pak Tono memiliki 30 ekor bebek. Karena banjir, 12 ekor bebek hilang. Beberapa hari kemudian ia membeli lagi 5 ekor bebek baru. Berapa jumlah bebek Pak Tono sekarang?

A. 17

B. 23

C. 18

D. 22

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna rezeki yang berkurang dan bertambah.
  • Kegiatan mengamati dan menghitung benda konkret dengan tenang melatih ketelitian siswa membedakan sisa dan selisih.
  • Memeriksa kembali hasil pengurangan sebelum menuliskan jawaban akhir melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Konsep sisa dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: makan kue, berbagi permen, atau menjual hasil ternak.
  • Konsep selisih dikaitkan dengan membandingkan jumlah benda milik diri sendiri dan teman, misalnya jumlah pensil atau jumlah siswa di kelas.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran dan penggunaan benda konkret membuat siswa lebih mudah memahami konsep pengurangan secara nyata dan menyenangkan.
  • Permainan "ambil dan hitung" serta kuis kelompok membuat siswa antusias berlatih tanpa merasa tertekan.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa pengurangan memiliki dua makna: sisa (banyak benda yang tertinggal setelah diambil) dan selisih (perbandingan banyak antara dua kelompok benda). Keduanya bisa kita pahami dengan mudah menggunakan benda konkret di sekitar kita. Seperti Allah Ar-Razzaq yang memberi rezeki dan Allah Al-Malik yang mengaturnya dengan adil, mari kita gunakan rezeki kita dengan bijak, menyisakan sebagian untuk berbagi, dan selalu bersyukur atas apa yang kita miliki. 🌟


















































Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia'

 IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal        : Selasa / 1 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Mengenal Makna Kalimat Berita (Kalimat S-P-O)

Pertemuan             : 12


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

📰 Mengenal Makna Kalimat Berita (Kalimat S-P-O)

Bahasa Indonesia • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

📝 Kalimat Berita🔤 Subjek-Predikat-Objek
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Menulis & Berbicara dan Mempresentasikan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menulis teks deskripsi, narasi, dan lainnya dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang berbagai topik, termasuk kalimat berita (kalimat pernyataan) dengan struktur Subjek-Predikat-Objek (S-P-O) yang tepat. Peserta didik mampu memahami makna kalimat berita sebagai kalimat yang menyampaikan informasi atau fakta, serta menggunakannya dalam komunikasi lisan maupun tulisan sehari-hari.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami makna kalimat berita.
✍️TP UMUM
Murid dapat menuliskan contoh kalimat berita (kalimat S-P-O).
💬MEANINGFUL
Melalui pengamatan kejadian sehari-hari di rumah dan sekolah, peserta didik mampu menyusun kalimat berita dengan struktur S-P-O yang sesuai konteks.
📢MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan fungsi kalimat berita sebagai kalimat yang menyampaikan informasi atau fakta kepada orang lain.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati kalimat dengan saksama, peserta didik mampu mengidentifikasi bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam sebuah kalimat dengan teliti.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali struktur (S-P-O) dan tanda titik pada kalimat berita yang ditulisnya.
😄JOYFUL
Melalui permainan menyusun kartu kata menjadi kalimat berita, peserta didik mampu berlatih dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman makna, penulisan contoh kalimat (TP umum), hingga penerapannya secara bermakna dan menyenangkan:

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati contoh-contoh kalimat dengan saksama untuk mengidentifikasi bagian Subjek, Predikat, dan Objek.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami makna kalimat berita. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan fungsi kalimat berita sebagai penyampai informasi atau fakta kepada orang lain.
3.4TP UMUM Peserta didik menuliskan contoh kalimat berita (kalimat S-P-O). ← inti materi
3.5MEANINGFUL Peserta didik menyusun kalimat berita S-P-O berdasarkan kejadian sehari-hari di rumah dan sekolah.
3.6MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali struktur S-P-O dan tanda titik pada kalimat berita yang ditulisnya.
3.7JOYFUL Peserta didik berlatih menyusun kartu kata menjadi kalimat berita melalui permainan kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis komunikatif dan kontekstual, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri pola S-P-O melalui contoh kalimat yang diamati.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menyusun kalimat berita dengan struktur S-P-O yang tepat.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan bagian S-P-O dari kalimat-kalimat contoh.
🎲Permainan Kartu Kata – siswa menyusun kartu kata acak menjadi kalimat berita yang benar untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan menulis kalimat berita secara mandiri berdasarkan kejadian sehari-hari.

5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan lisan dan kemampuan berbahasa pada diri kita, agar kita bisa menyampaikan informasi dan kabar kepada sesama.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki berupa ilmu dan kabar baik yang bisa kita bagikan kepada orang lain melalui kalimat yang jelas dan benar.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur segala sesuatu dengan susunan yang rapi dan teratur, termasuk aturan menyusun kalimat agar mudah dipahami.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan lisan kita agar mampu menyampaikan informasi kepada orang lain. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa ilmu dan kabar baik yang bisa kita bagikan. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan susunan yang rapi, kalimat berita pun harus disusun dengan urutan yang benar, yaitu Subjek-Predikat-Objek (S-P-O), agar mudah dipahami orang lain.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan kemampuan berbicara pada kita. Menurutmu, mengapa penting bagi kita menyampaikan informasi dengan jelas dan benar kepada orang lain?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa kabar baik yang bisa kita bagikan. Bagaimana perasaanmu ketika kamu menyampaikan kabar baik, misalnya nilai bagus, kepada orang tuamu?
  3. Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu dengan susunan yang rapi. Menurutmu, mengapa kalimat berita juga harus disusun dengan urutan yang benar (Subjek-Predikat-Objek) agar mudah dipahami?
6Yuk, Ingat Lagi! (Kalimat Tanya)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya (?).B / S
2.Kata tanya "siapa" digunakan untuk menanyakan tempat.B / S
3.Kata tanya "mengapa" digunakan untuk menanyakan alasan.B / S
4.Kata tanya "kapan" digunakan untuk menanyakan jumlah.B / S
5.Kalimat tanya diucapkan dengan intonasi naik di akhir kalimat.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah ("siapa" untuk orang)   3. Benar   4. Salah ("kapan" untuk waktu)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Kalimat Berita (S-P-O)

📰 A. Apa itu Kalimat Berita?

Kalimat berita adalah kalimat yang digunakan untuk menyampaikan informasi, kejadian, atau fakta kepada orang lain. Kalimat berita diakhiri dengan tanda titik (.) dan diucapkan dengan intonasi datar atau menurun di akhir kalimat.

Contoh sehari-hari: Saat kamu ingin memberi tahu ibumu bahwa kamu sudah selesai mengerjakan PR, kamu akan berkata: "Aku sudah mengerjakan PR."

🔤 B. Struktur Kalimat Berita: Subjek-Predikat-Objek (S-P-O)

SUBJEKAdik
PREDIKATmembaca
OBJEKbuku

Subjek (S) = pelaku/yang dibicarakan  |  Predikat (P) = kata kerja/aktivitas  |  Objek (O) = yang dikenai perbuatan

Contoh sehari-hari:
• Ibu memasak nasi. (S: Ibu, P: memasak, O: nasi)
• Ayah mencuci mobil. (S: Ayah, P: mencuci, O: mobil)
• Kakak menyapu halaman. (S: Kakak, P: menyapu, O: halaman)

✍️ C. Langkah Membuat Kalimat Berita

1Tentukan Subjek (siapa/apa yang melakukan).
2Tentukan Predikat (kegiatan/perbuatan yang dilakukan).
3Tentukan Objek (yang dikenai perbuatan tersebut).
4Susun secara berurutan S-P-O, gunakan huruf kapital di awal, dan akhiri dengan tanda titik (.).
📰 🗣️ ✏️ 📖 🏡
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Kalimat berita selalu diakhiri dengan tanda ....

A. titik (.)

B. tanya (?)

C. seru (!)

D. koma (,)

MUDAH

2. Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku disebut ....

A. predikat

B. subjek

C. objek

D. keterangan

MUDAH

3. Pada kalimat "Adik membaca buku", kata "membaca" berfungsi sebagai ....

A. subjek

B. objek

C. predikat

D. keterangan

SEDANG

4. Pada kalimat "Ibu memasak nasi", yang menjadi objek adalah ....

A. Ibu

B. memasak

C. tidak ada

D. nasi

SEDANG

5. Kalimat berikut yang termasuk kalimat berita adalah ....

A. Ayah membaca koran.

B. Siapa nama temanmu?

C. Tolong ambilkan buku itu!

D. Berapa harga buku ini?

SEDANG

6. Susunan kalimat berita yang benar berdasarkan pola S-P-O adalah ....

A. Predikat-Subjek-Objek

B. Subjek-Predikat-Objek

C. Objek-Predikat-Subjek

D. Predikat-Objek-Subjek

SEDANG

7. Kata-kata "menyiram - Kakak - bunga" jika disusun menjadi kalimat berita yang benar adalah ....

A. Menyiram kakak bunga.

B. Bunga menyiram kakak.

C. Kakak menyiram bunga.

D. Kakak bunga menyiram.

SUKAR

8. Perhatikan kalimat: "Nelayan menangkap ikan di laut." Subjek, predikat, dan objek pada kalimat tersebut secara berurutan adalah ....

A. Ikan - menangkap - nelayan

B. Menangkap - nelayan - ikan

C. Laut - menangkap - ikan

D. Nelayan - menangkap - ikan

SUKAR

9. Rani ingin menceritakan bahwa ia melihat kakaknya memberi makan kucing. Kalimat berita yang tepat dan sesuai pola S-P-O adalah ....

A. Kakak memberi makan kucing.

B. Memberi makan kucing kakak.

C. Kucing memberi makan kakak.

D. Makan kucing memberi kakak.

SUKAR

10. Perhatikan kalimat: "Andi menulis surat untuk sahabatnya." Manakah objek dari kalimat tersebut?

A. Andi

B. surat

C. menulis

D. sahabatnya

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan pentingnya menyampaikan informasi dengan benar.
  • Kegiatan mengamati kalimat dengan saksama untuk menemukan bagian S-P-O melatih fokus dan ketelitian siswa.
  • Memeriksa kembali struktur dan tanda titik pada kalimat yang ditulis melatih kesadaran diri siswa sebelum menyelesaikan tugas.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Kalimat berita dikaitkan dengan kebiasaan siswa menyampaikan kabar atau kejadian sehari-hari kepada orang tua dan guru.
  • Contoh kalimat S-P-O diambil dari aktivitas nyata di rumah dan sekolah, seperti memasak, mencuci, dan menyapu.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa lebih mudah memahami konsep S-P-O.
  • Permainan menyusun kartu kata menjadi kalimat berita membuat siswa antusias berlatih bersama teman.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa kalimat berita adalah kalimat yang menyampaikan informasi atau fakta, diakhiri dengan tanda titik (.), dan tersusun atas Subjek-Predikat-Objek (S-P-O). Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan lisan kita untuk berbicara, mari kita gunakan kemampuan ini untuk menyampaikan kabar dan informasi yang benar dan jelas, tersusun rapi seperti Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu di alam semesta. 🌟




Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS Nama Guru              : Oktarina, S.Pd. Mapel                           : Matematika Hari / Tanggal        : Selasa / 1 September...