Hari / Tanggal : Selasa / 11 Agustus 2026
Nama Guru : Oktarina, S.Pd.
Fase / Kelas : A / 2 Zubair bin Awwam
Mata Pelajaran : Matematika dan Bahasa Indonesia
Mata Pelajaran 1 : Matematika
Capaian
Pembelajaran :
Bilangan
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense)
pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat,
membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan
dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan
menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan
pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi
sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah
setengah dan seperempat).
Tujuan
Pembelajaran :
🎯 MEANINGFUL
Melalui pengamatan benda konkret dan contoh kehidupan sehari-hari, murid
mampu membandingkan dua bilangan sampai 50 menggunakan simbol
>, <, dan = dengan tepat.
Melalui kegiatan diskusi kelompok, murid mampu mengurutkan bilangan sampai 50 dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya secara tepat.
Murid mampu melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 50 berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan dengan benar.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan tadabur ayat Al-Qur'an di awal pembelajaran, murid mampu
menunjukkan sikap tenang, fokus, dan teliti saat menghitung
dan membandingkan bilangan.
😄JOYFUL
Melalui permainan angka dan latihan soal bertingkat, murid mampu
menunjukkan semangat, antusiasme, dan rasa senang dalam
belajar berhitung.
Materi Pokok : Membandingkan, Mengurutkan, serta melakukan Komposisi (Menyusun) dan Dekomposisi (mengurai) bilangan.
Alokasi Waktu : 3 JP
Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Games, Penugasan
QS. Maryam (19) : 93-94
لَّقَدْ أَحْصَىٰهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّۭا﴿٩٤﴾
Allah Swt. menghitung dan mengetahui jumlah setiap makhluk-Nya dengan sangat teliti, tidak ada satu pun yang terlewat atau salah hitung. Nah, hari ini kita juga akan belajar menjadi anak yang teliti dalam berhitung, yaitu membandingkan dan mengurutkan bilangan sampai 50.
🤔 Pertanyaan Perenungan:- Jika Allah saja sangat teliti menghitung seluruh makhluk-Nya di langit dan di bumi, menurutmu bagaimana seharusnya sikap kita ketika menghitung dan membandingkan bilangan di sekolah?
- Mengapa ketelitian itu penting, baik dalam beribadah maupun dalam belajar berhitung?
- Coba bayangkan, apa yang akan terjadi jika kita membandingkan jumlah uang jajan atau jumlah pensil dengan asal-asalan, tidak teliti?
Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!
1. Benar 2. Salah (7 adalah satuan) 3. Benar 4. Benar 5. Salah (nilai puluhan bilangan 19 adalah 1)
🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!
📊 A. Membandingkan Bilangan
Membandingkan artinya melihat mana bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan. Kita bisa membandingkan dengan melihat angka puluhannya dulu, baru angka satuannya.
🔀 B. Mengurutkan Bilangan
Mengurutkan artinya menyusun beberapa bilangan mulai dari yang terkecil ke terbesar (ascending) atau dari yang terbesar ke terkecil (descending).
🧩 C. Komposisi Bilangan (Menyusun)
Komposisi artinya menyusun bilangan dari nilai puluhan dan satuan menjadi satu bilangan utuh.
✂️ D. Dekomposisi Bilangan (Mengurai)
Dekomposisi adalah kebalikan dari komposisi, yaitu menguraikan sebuah bilangan menjadi nilai puluhan dan satuannya.
1. Tanda yang tepat untuk 23 ... 32 adalah ....
A. 23 > 32
B. 23 < 32
C. 23 = 32
D. tidak bisa dibandingkan
2. Bilangan manakah yang lebih besar, 45 atau 39?
A. 39
B. Sama besar
C. 45
D. Tidak bisa ditentukan
3. Simbol yang tepat untuk 50 ... 50 adalah ....
A. =
B. >
C. <
D. tidak ada
4. Urutan bilangan dari yang terkecil adalah ....
A. 12, 8, 25, 19
B. 25, 19, 12, 8
C. 19, 25, 8, 12
D. 8, 12, 19, 25
5. Bilangan 46 tersusun dari ....
A. 6 puluhan + 4 satuan
B. 4 satuan + 6 puluhan
C. 4 puluhan + 6 satuan
D. 40 satuan + 6 puluhan
6. Dekomposisi dari bilangan 38 yang tepat adalah ....
A. 38 = 3 + 8
B. 38 = 300 + 8
C. 38 = 8 + 3
D. 38 = 30 + 8
7. Urutan bilangan dari yang terbesar adalah ....
A. 41, 33, 27, 14
B. 14, 27, 33, 41
C. 27, 14, 41, 33
D. 33, 41, 14, 27
8. Dina punya 27 permen. Rian punya 2 puluhan dan 9 satuan permen. Siapa yang memiliki permen lebih banyak?
A. Dina
B. Sama banyak
C. Rian
D. Tidak bisa dibandingkan
9. Ibu menyusun 4 kotak berisi 10 pensil dan 3 pensil lepas. Berapa jumlah pensil ibu, dan bagaimana jika dibandingkan dengan 41 pensil milik Ayah?
A. 34 pensil, lebih banyak dari Ayah
B. 43 pensil, lebih banyak dari Ayah
C. 40 pensil, sama dengan Ayah
D. 43 pensil, lebih sedikit dari Ayah
10. Sebuah bilangan terdiri dari 3 puluhan dan 8 satuan. Jika bilangan tersebut dibandingkan dengan 41, maka pernyataan yang tepat adalah ....
A. Bilangan tersebut sama dengan 41
B. Bilangan tersebut lebih besar dari 41
C. Bilangan tersebut adalah 41
D. Bilangan tersebut lebih kecil dari 41
Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:
🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)
- Tadabur Surah Maryam ayat 93-94 di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya, tenang, dan merenungkan makna ketelitian Allah dalam menghitung.
- Kegiatan review Benar/Salah melatih siswa fokus mengingat kembali konsep nilai tempat sebelum masuk materi baru.
🎯 Meaningful (Bermakna)
- Contoh membandingkan dan menyusun bilangan dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa: uang saku, jumlah pensil, jumlah telur, dan jumlah teman sekelompok.
- Nilai ketelitian dalam berhitung dikaitkan dengan nilai spiritual dari ayat Al-Qur'an, sehingga belajar matematika juga menguatkan karakter.
😄 Joyful (Menyenangkan)
- Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa tidak bosan.
- Soal disusun bertingkat dari mudah ke sukar dengan ilustrasi menarik (emoji, kartu simbol) sehingga siswa merasa tertantang, bukan tertekan.
Mata Pelajaran 2 : Bahasa Indonesia
Capaian
Pembelajaran :
1.1.
Menyimak
Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.
1.2.
Membaca dan Memirsa
Membaca kata-kata sederhana dengan
fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga,
kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau
tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.
1.3.
Berbicara dan Mempresentasikan
Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.
1.4.
Menulis
Menulis permulaan
dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan
tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana
tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat
sederhana.
Tujuan
Pembelajaran :
·
Mindful Mengenali dan menyebutkan perasaan tokoh dalam cerita
dengan tenang dan penuh perhatian saat menyimak.
·
Meaningful Mengaitkan perasaan tokoh dalam cerita dengan pengalaman
perasaan diri sendiri sehari-hari (senang, sedih, takut, marah, menyesal).
·
Joyful Mempraktikkan
kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan percaya diri
melalui permainan peran yang menyenangkan.
Materi Pokok : Menelaah
tokoh dan jenis perasaan dalam sebuah cerita, kalimat permintaan maaf,
permintaan tolong,penolakan
Alokasi Waktu : 3 JP
Model / Metode Pembelajaran : Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan pendekatan Deep Learning.
Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab,
diskusi kelompok kecil, dan bermain peran (role play).
Media: Video pembelajaran, gambar ekspresi wajah,
teks cerita bergambar.
📖 Menelaah Tokoh dan Jenis Perasaan dalam Cerita ✨
Bahasa Indonesia — Kelas 2 SD
🌸 Apersepsi: Kisah-Kisah Penuh Pelajaran
(QS. Yusuf/12: 111)
Anak-anak, Allah menurunkan banyak kisah dalam Al-Qur'an, seperti kisah Nabi Yusuf, bukan sekadar cerita biasa. Setiap kisah menyimpan pelajaran tentang perasaan dan sikap tokoh-tokohnya — ada yang sabar, ada yang menyesal, ada yang meminta maaf. Nah, hari ini kita akan belajar hal yang mirip: mengenali tokoh dan perasaan mereka dalam sebuah cerita, agar kita bisa mengambil pelajaran seperti orang-orang yang berakal.
🤔 Pertanyaan untuk direnungkan bersama:
- Mengapa Allah menceritakan kisah para nabi lengkap dengan perasaan mereka, bukan hanya kejadiannya saja?
- Jika kita tidak memperhatikan perasaan tokoh dalam sebuah cerita, apakah kita bisa memahami pelajaran di baliknya?
- Pernahkah kalian merasakan perasaan yang sama seperti tokoh dalam cerita yang pernah kalian baca?
🔁 Ayo Mengingat Kembali! (Materi Pertemuan Sebelumnya)
Sebelum masuk materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pertanyaan berikut tentang kalimat pujian, kalimat petunjuk, dan kalimat ajakan.
- "Wah, gambarmu bagus sekali!" adalah contoh kalimat pujian. (____)
- "Ayo kita bermain bersama di halaman!" termasuk kalimat petunjuk. (____)
- Kalimat petunjuk berisi cara atau langkah melakukan sesuatu. (____)
- "Cucilah tanganmu sebelum makan" adalah contoh kalimat ajakan. (____)
- Kalimat ajakan biasanya mengajak orang lain melakukan sesuatu bersama-sama. (____)
🎬 Video Pembelajaran Hari Ini
Sumber: Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka — "Mengenal Perasaan"
🎯 Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, ananda diharapkan mampu:
- Mindful Mengenali dan menyebutkan perasaan tokoh dalam cerita dengan tenang dan penuh perhatian saat menyimak.
- Meaningful Mengaitkan perasaan tokoh dalam cerita dengan pengalaman perasaan diri sendiri sehari-hari (senang, sedih, takut, marah, menyesal).
- Joyful Mempraktikkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan percaya diri melalui permainan peran yang menyenangkan.
🧩 Metode Pembelajaran
Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan pendekatan Deep Learning.
Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan bermain peran (role play).
Media: Video pembelajaran, gambar ekspresi wajah, teks cerita bergambar.
📚 Penjelasan Materi
1️⃣ Menelaah Tokoh dalam Cerita
Tokoh adalah orang, hewan, atau siapa saja yang ada di dalam sebuah cerita. Contohnya dalam cerita "Kancil dan Buaya", tokohnya adalah Kancil dan Buaya.
Coba bayangkan cerita sehari-hari di rumah kalian: "Adi menangis karena mainannya rusak, lalu Kakak menghiburnya." Tokohnya adalah Adi dan Kakak.
2️⃣ Menelaah Jenis Perasaan Tokoh
Setiap tokoh dalam cerita bisa memiliki perasaan yang berbeda-beda, misalnya:
| Jenis Perasaan | Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari |
|---|---|
| 😊 Senang | Rani senang karena mendapat nilai bagus |
| 😢 Sedih | Budi sedih karena pensilnya hilang |
| 😡 Marah | Doni marah karena adiknya merusak bukunya |
| 😨 Takut | Nina takut karena melihat ulat besar |
| 😔 Menyesal | Bayu menyesal karena tidak belajar semalam |
Untuk menelaah (mencari tahu) perasaan tokoh, kita bisa melihat dari kata-kata yang diucapkan, ekspresi wajah, atau tindakan tokoh dalam cerita.
3️⃣ Kalimat Permintaan Maaf
Diucapkan ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain.
Contoh: "Maaf ya, aku tidak sengaja menyenggol gambarmu."
💡 Sehari-hari: saat kita tidak sengaja menginjak kaki teman saat antre, atau lupa mengembalikan pensil pinjaman.
4️⃣ Kalimat Permintaan Tolong
Diucapkan ketika kita membutuhkan bantuan orang lain, disampaikan dengan sopan.
Contoh: "Tolong ambilkan penghapusku di meja, ya."
💡 Sehari-hari: minta tolong Ibu mengikat tali sepatu, atau minta tolong teman menjelaskan soal yang sulit.
5️⃣ Kalimat Penolakan
Diucapkan ketika kita tidak setuju atau tidak bisa melakukan sesuatu, tetap dengan sopan.
Contoh: "Maaf, aku tidak bisa meminjamkan bukuku sekarang karena masih kupakai."
💡 Sehari-hari: menolak ajakan bermain karena harus belajar dulu, dengan cara yang sopan dan tidak menyakiti hati teman.
📝 Latihan Soal Pilihan Ganda (10 Soal)
Tingkat kesukaran meningkat dari mudah ke sukar. Pilih jawaban A, B, C, atau D!
A. Latar B. Tokoh C. Judul D. Tema
A. Sedih B. Marah C. Senang D. Takut
A. Ajakan B. Permintaan maaf C. Pujian D. Petunjuk
A. Marah B. Sedih C. Senang D. Bangga
A. "Ambil buku itu sekarang!" B. "Aku tidak mau buku itu." C. "Tolong bantu aku mengangkat buku ini, ya." D. "Buku itu berat sekali."
A. "Tidak mau, pergi sana!" B. "Maaf, aku harus membantu ibu dulu." C. "Nanti saja kapan-kapan." D. "Aku benci bermain."
A. Marah B. Takut C. Senang D. Menyesal
A. Pemarah B. Penolong C. Pemalas D. Penakut
A. Bangga B. Menyesal C. Senang D. Marah
A. "Tidak, aku tidak suka permintaanmu!" B. "Ah, malas ah." C. "Maaf ya, aku belum bisa membantumu sekarang karena sedang belajar." D. "Jangan ganggu aku!"
1. B 2. C 3. B 4. B 5. C 6. B 7. C 8. B 9. B 10. C
🌱 Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Mindful Tampak pada kegiatan menyimak video dan cerita dengan tenang, serta mengamati ekspresi wajah tokoh untuk mengenali perasaannya secara penuh perhatian.
Meaningful Tampak pada kegiatan mengaitkan perasaan tokoh cerita dengan pengalaman pribadi siswa sehari-hari, seperti saat sedih kehilangan barang atau senang dibantu teman.
Joyful Tampak pada kegiatan bermain peran mempraktikkan kalimat permintaan maaf, tolong, dan penolakan bersama teman sekelas dengan riang dan penuh tawa.
🌟 Kesimpulan
Hari ini kita belajar mengenali tokoh dan perasaan mereka dalam sebuah cerita, sama seperti kisah-kisah yang diceritakan Allah agar kita bisa mengambil pelajaran. Kita juga belajar mengucapkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ananda semakin peka terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain, serta selalu berbicara dengan santun. 🌷
