Selasa, 11 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika dan Bahasa Indonesia'' (Perlombaan HUT RI Ke-81 tahun)

Hari / Tanggal        : Selasa / 11 Agustus 2026

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Fase / Kelas            : A / 2 Zubair bin Awwam

Mata Pelajaran      : Matematika dan Bahasa Indonesia 


Mata Pelajaran 1               : Matematika

Capaian Pembelajaran :

Bilangan

Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Tujuan Pembelajaran    :

🎯 MEANINGFUL
Melalui pengamatan benda konkret dan contoh kehidupan sehari-hari, murid mampu membandingkan dua bilangan sampai 50 menggunakan simbol >, <, dan = dengan tepat.

Melalui kegiatan diskusi kelompok, murid mampu mengurutkan bilangan sampai 50 dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya secara tepat.

Murid mampu melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 50 berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan dengan benar.

 🧘MINDFUL

Melalui kegiatan tadabur ayat Al-Qur'an di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap tenang, fokus, dan teliti saat menghitung dan membandingkan bilangan.

 😄JOYFUL

Melalui permainan angka dan latihan soal bertingkat, murid mampu menunjukkan semangat, antusiasme, dan rasa senang dalam belajar berhitung.


Materi Pokok                    : Membandingkan, Mengurutkan, serta melakukan Komposisi (Menyusun) dan Dekomposisi (mengurai) bilangan.

Alokasi Waktu                   : 3 JP

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Games, Penugasan

 QS. Maryam (19) : 93-94

إِنْ كُلُّ مَنْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّآ ءَاتِى ٱلرَّحْمَٰنِ عَبْدًۭا﴿٩٣﴾
لَّقَدْ أَحْصَىٰهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّۭا﴿٩٤﴾
"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba. Sungguh, Dia benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti."
(QS. Maryam: 93-94)
💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Swt. menghitung dan mengetahui jumlah setiap makhluk-Nya dengan sangat teliti, tidak ada satu pun yang terlewat atau salah hitung. Nah, hari ini kita juga akan belajar menjadi anak yang teliti dalam berhitung, yaitu membandingkan dan mengurutkan bilangan sampai 50.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Jika Allah saja sangat teliti menghitung seluruh makhluk-Nya di langit dan di bumi, menurutmu bagaimana seharusnya sikap kita ketika menghitung dan membandingkan bilangan di sekolah?
  2. Mengapa ketelitian itu penting, baik dalam beribadah maupun dalam belajar berhitung?
  3. Coba bayangkan, apa yang akan terjadi jika kita membandingkan jumlah uang jajan atau jumlah pensil dengan asal-asalan, tidak teliti?
4Yuk, Ingat Lagi! (Nilai Tempat Bilangan)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Bilangan 42 terdiri dari 4 puluhan dan 2 satuan.B / S
2.Pada bilangan 27, angka 7 menunjukkan nilai puluhan.B / S
3.Bilangan 35 dapat ditulis sebagai 3 puluhan + 5 satuan.B / S
4.Angka 0 pada bilangan 40 menunjukkan tidak ada nilai satuan.B / S
5.Nilai tempat puluhan pada bilangan 19 adalah 9.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (7 adalah satuan)   3. Benar   4. Benar   5. Salah (nilai puluhan bilangan 19 adalah 1)

3Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

4Ayo Belajar: Membandingkan, Mengurutkan, Komposisi & Dekomposisi

📊 A. Membandingkan Bilangan

Membandingkan artinya melihat mana bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan. Kita bisa membandingkan dengan melihat angka puluhannya dulu, baru angka satuannya.

>
lebih besar
<
lebih kecil
=
sama dengan
Contoh sehari-hari: Uang saku Andi Rp27.000, uang saku Bela Rp32.000. Karena puluhan pada 32 (yaitu 3) lebih besar dari puluhan pada 27 (yaitu 2), maka 32 > 27. Uang saku Bela lebih banyak daripada Andi.

🔀 B. Mengurutkan Bilangan

Mengurutkan artinya menyusun beberapa bilangan mulai dari yang terkecil ke terbesar (ascending) atau dari yang terbesar ke terkecil (descending).

Contoh sehari-hari: Di kelas ada 4 kelompok dengan jumlah anggota: 14, 8, 25, dan 19 anak. Jika diurutkan dari yang paling sedikit: 8, 14, 19, 25.

🧩 C. Komposisi Bilangan (Menyusun)

Komposisi artinya menyusun bilangan dari nilai puluhan dan satuan menjadi satu bilangan utuh.

Contoh sehari-hari: Ibu punya 3 kotak pensil (isi 10) dan 6 pensil lepas. 3 puluhan + 6 satuan = 36 pensil.

✂️ D. Dekomposisi Bilangan (Mengurai)

Dekomposisi adalah kebalikan dari komposisi, yaitu menguraikan sebuah bilangan menjadi nilai puluhan dan satuannya.

Contoh sehari-hari: Ayah membawa 48 butir telur. 48 dapat diuraikan menjadi 4 puluhan + 8 satuan (40 + 8).
🧮 🍬 ✏️ 🥚 📏
5Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Tanda yang tepat untuk 23 ... 32 adalah ....

A. 23 > 32

B. 23 < 32

C. 23 = 32

D. tidak bisa dibandingkan

MUDAH

2. Bilangan manakah yang lebih besar, 45 atau 39?

A. 39

B. Sama besar

C. 45

D. Tidak bisa ditentukan

MUDAH

3. Simbol yang tepat untuk 50 ... 50 adalah ....

A. =

B. >

C. <

D. tidak ada

SEDANG

4. Urutan bilangan dari yang terkecil adalah ....

A. 12, 8, 25, 19

B. 25, 19, 12, 8

C. 19, 25, 8, 12

D. 8, 12, 19, 25

SEDANG

5. Bilangan 46 tersusun dari ....

A. 6 puluhan + 4 satuan

B. 4 satuan + 6 puluhan

C. 4 puluhan + 6 satuan

D. 40 satuan + 6 puluhan

SEDANG

6. Dekomposisi dari bilangan 38 yang tepat adalah ....

A. 38 = 3 + 8

B. 38 = 300 + 8

C. 38 = 8 + 3

D. 38 = 30 + 8

SEDANG

7. Urutan bilangan dari yang terbesar adalah ....

A. 41, 33, 27, 14

B. 14, 27, 33, 41

C. 27, 14, 41, 33

D. 33, 41, 14, 27

SUKAR

8. Dina punya 27 permen. Rian punya 2 puluhan dan 9 satuan permen. Siapa yang memiliki permen lebih banyak?

A. Dina

B. Sama banyak

C. Rian

D. Tidak bisa dibandingkan

SUKAR

9. Ibu menyusun 4 kotak berisi 10 pensil dan 3 pensil lepas. Berapa jumlah pensil ibu, dan bagaimana jika dibandingkan dengan 41 pensil milik Ayah?

A. 34 pensil, lebih banyak dari Ayah

B. 43 pensil, lebih banyak dari Ayah

C. 40 pensil, sama dengan Ayah

D. 43 pensil, lebih sedikit dari Ayah

SUKAR

10. Sebuah bilangan terdiri dari 3 puluhan dan 8 satuan. Jika bilangan tersebut dibandingkan dengan 41, maka pernyataan yang tepat adalah ....

A. Bilangan tersebut sama dengan 41

B. Bilangan tersebut lebih besar dari 41

C. Bilangan tersebut adalah 41

D. Bilangan tersebut lebih kecil dari 41

Kunci Jawaban
1. B
2. C
3. A
4. D
5. C
6. D
7. A
8. C
9. B
10. D
6Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Tadabur Surah Maryam ayat 93-94 di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya, tenang, dan merenungkan makna ketelitian Allah dalam menghitung.
  • Kegiatan review Benar/Salah melatih siswa fokus mengingat kembali konsep nilai tempat sebelum masuk materi baru.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Contoh membandingkan dan menyusun bilangan dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa: uang saku, jumlah pensil, jumlah telur, dan jumlah teman sekelompok.
  • Nilai ketelitian dalam berhitung dikaitkan dengan nilai spiritual dari ayat Al-Qur'an, sehingga belajar matematika juga menguatkan karakter.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa tidak bosan.
  • Soal disusun bertingkat dari mudah ke sukar dengan ilustrasi menarik (emoji, kartu simbol) sehingga siswa merasa tertantang, bukan tertekan.
7Kesimpulan
Hari ini kita belajar membandingkan dua bilangan sampai 50 menggunakan simbol >, <, dan =, serta mengurutkan bilangan dari yang terkecil atau terbesar. Kita juga belajar menyusun (komposisi) dan menguraikan (dekomposisi) bilangan berdasarkan nilai puluhan dan satuannya. Seperti Allah yang teliti menghitung setiap makhluk-Nya, mari kita juga menjadi anak yang teliti, jujur, dan semangat dalam belajar berhitung setiap hari. 🌟


Mata Pelajaran 2               : Bahasa Indonesia

Capaian Pembelajaran :

1.1. Menyimak

Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

1.2. Membaca dan Memirsa

Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau

tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

1.3. Berbicara dan Mempresentasikan

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

1.4. Menulis

Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana.

 

Tujuan Pembelajaran    :

·       Mindful Mengenali dan menyebutkan perasaan tokoh dalam cerita dengan tenang dan penuh perhatian saat menyimak.

·       Meaningful Mengaitkan perasaan tokoh dalam cerita dengan pengalaman perasaan diri sendiri sehari-hari (senang, sedih, takut, marah, menyesal).

·       Joyful Mempraktikkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan percaya diri melalui permainan peran yang menyenangkan.

 

Materi Pokok                    : Menelaah tokoh dan jenis perasaan dalam sebuah cerita, kalimat permintaan maaf, permintaan tolong,penolakan

Alokasi Waktu                   : 3 JP

Model / Metode Pembelajaran : Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan pendekatan Deep Learning.

Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan bermain peran (role play).
Media: Video pembelajaran, gambar ekspresi wajah, teks cerita bergambar.

 

📖 Menelaah Tokoh dan Jenis Perasaan dalam Cerita ✨

Bahasa Indonesia — Kelas 2 SD


🌸 Apersepsi: Kisah-Kisah Penuh Pelajaran

"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal."
(QS. Yusuf/12: 111)

Anak-anak, Allah menurunkan banyak kisah dalam Al-Qur'an, seperti kisah Nabi Yusuf, bukan sekadar cerita biasa. Setiap kisah menyimpan pelajaran tentang perasaan dan sikap tokoh-tokohnya — ada yang sabar, ada yang menyesal, ada yang meminta maaf. Nah, hari ini kita akan belajar hal yang mirip: mengenali tokoh dan perasaan mereka dalam sebuah cerita, agar kita bisa mengambil pelajaran seperti orang-orang yang berakal.

🤔 Pertanyaan untuk direnungkan bersama:

  • Mengapa Allah menceritakan kisah para nabi lengkap dengan perasaan mereka, bukan hanya kejadiannya saja?
  • Jika kita tidak memperhatikan perasaan tokoh dalam sebuah cerita, apakah kita bisa memahami pelajaran di baliknya?
  • Pernahkah kalian merasakan perasaan yang sama seperti tokoh dalam cerita yang pernah kalian baca?

🔁 Ayo Mengingat Kembali! (Materi Pertemuan Sebelumnya)

Sebelum masuk materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pertanyaan berikut tentang kalimat pujian, kalimat petunjuk, dan kalimat ajakan.

  1. "Wah, gambarmu bagus sekali!" adalah contoh kalimat pujian. (____)
  2. "Ayo kita bermain bersama di halaman!" termasuk kalimat petunjuk. (____)
  3. Kalimat petunjuk berisi cara atau langkah melakukan sesuatu. (____)
  4. "Cucilah tanganmu sebelum makan" adalah contoh kalimat ajakan. (____)
  5. Kalimat ajakan biasanya mengajak orang lain melakukan sesuatu bersama-sama. (____)
Kunci Jawaban: 1. Benar   2. Salah (itu kalimat ajakan)   3. Benar   4. Salah (itu kalimat petunjuk)   5. Benar

🎬 Video Pembelajaran Hari Ini

Sumber: Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka — "Mengenal Perasaan"


🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, ananda diharapkan mampu:

  • Mindful Mengenali dan menyebutkan perasaan tokoh dalam cerita dengan tenang dan penuh perhatian saat menyimak.
  • Meaningful Mengaitkan perasaan tokoh dalam cerita dengan pengalaman perasaan diri sendiri sehari-hari (senang, sedih, takut, marah, menyesal).
  • Joyful Mempraktikkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan percaya diri melalui permainan peran yang menyenangkan.

🧩 Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan pendekatan Deep Learning.
Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan bermain peran (role play).
Media: Video pembelajaran, gambar ekspresi wajah, teks cerita bergambar.


📚 Penjelasan Materi

1️⃣ Menelaah Tokoh dalam Cerita

Tokoh adalah orang, hewan, atau siapa saja yang ada di dalam sebuah cerita. Contohnya dalam cerita "Kancil dan Buaya", tokohnya adalah Kancil dan Buaya.

Coba bayangkan cerita sehari-hari di rumah kalian: "Adi menangis karena mainannya rusak, lalu Kakak menghiburnya." Tokohnya adalah Adi dan Kakak.

2️⃣ Menelaah Jenis Perasaan Tokoh

Setiap tokoh dalam cerita bisa memiliki perasaan yang berbeda-beda, misalnya:

Jenis PerasaanContoh dalam Kehidupan Sehari-hari
😊 SenangRani senang karena mendapat nilai bagus
😢 SedihBudi sedih karena pensilnya hilang
😡 MarahDoni marah karena adiknya merusak bukunya
😨 TakutNina takut karena melihat ulat besar
😔 MenyesalBayu menyesal karena tidak belajar semalam

Untuk menelaah (mencari tahu) perasaan tokoh, kita bisa melihat dari kata-kata yang diucapkan, ekspresi wajah, atau tindakan tokoh dalam cerita.

3️⃣ Kalimat Permintaan Maaf

Diucapkan ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain.

Contoh: "Maaf ya, aku tidak sengaja menyenggol gambarmu."

💡 Sehari-hari: saat kita tidak sengaja menginjak kaki teman saat antre, atau lupa mengembalikan pensil pinjaman.

4️⃣ Kalimat Permintaan Tolong

Diucapkan ketika kita membutuhkan bantuan orang lain, disampaikan dengan sopan.

Contoh: "Tolong ambilkan penghapusku di meja, ya."

💡 Sehari-hari: minta tolong Ibu mengikat tali sepatu, atau minta tolong teman menjelaskan soal yang sulit.

5️⃣ Kalimat Penolakan

Diucapkan ketika kita tidak setuju atau tidak bisa melakukan sesuatu, tetap dengan sopan.

Contoh: "Maaf, aku tidak bisa meminjamkan bukuku sekarang karena masih kupakai."

💡 Sehari-hari: menolak ajakan bermain karena harus belajar dulu, dengan cara yang sopan dan tidak menyakiti hati teman.


📝 Latihan Soal Pilihan Ganda (10 Soal)

Tingkat kesukaran meningkat dari mudah ke sukar. Pilih jawaban A, B, C, atau D!

1. (Mudah) Orang atau hewan yang ada dalam sebuah cerita disebut ....
A. Latar   B. Tokoh   C. Judul   D. Tema
2. (Mudah) Wajah tersenyum dan tertawa menunjukkan perasaan ....
A. Sedih   B. Marah   C. Senang   D. Takut
3. (Mudah) "Maaf, aku tidak sengaja menumpahkan air minummu." adalah contoh kalimat ....
A. Ajakan   B. Permintaan maaf   C. Pujian   D. Petunjuk
4. (Sedang) Andi menangis karena layang-layangnya putus. Perasaan Andi adalah ....
A. Marah   B. Sedih   C. Senang   D. Bangga
5. (Sedang) Kalimat yang tepat untuk meminta bantuan teman mengangkat buku adalah ....
A. "Ambil buku itu sekarang!"   B. "Aku tidak mau buku itu."   C. "Tolong bantu aku mengangkat buku ini, ya."   D. "Buku itu berat sekali."
6. (Sedang) Ketika teman mengajak bermain tetapi kita harus membantu ibu, kalimat penolakan yang sopan adalah ....
A. "Tidak mau, pergi sana!"   B. "Maaf, aku harus membantu ibu dulu."   C. "Nanti saja kapan-kapan."   D. "Aku benci bermain."
7. (Sukar) Bacalah cerita berikut: "Rina lupa membawa bekal. Sinta melihatnya lalu berkata, 'Ini, makan bersamaku saja.' Rina pun tersenyum." Perasaan Rina di akhir cerita adalah ....
A. Marah   B. Takut   C. Senang   D. Menyesal
8. (Sukar) Dari cerita pada soal nomor 7, sikap Sinta menunjukkan bahwa Sinta memiliki sifat ....
A. Pemarah   B. Penolong   C. Pemalas   D. Penakut
9. (Sukar) "Aku menyesal tidak mendengarkan nasihat ibu, akhirnya bukuku basah kehujanan." Kalimat ini menunjukkan tokoh sedang merasa ....
A. Bangga   B. Menyesal   C. Senang   D. Marah
10. (Sukar) Manakah kalimat penolakan yang paling sopan?
A. "Tidak, aku tidak suka permintaanmu!"   B. "Ah, malas ah."   C. "Maaf ya, aku belum bisa membantumu sekarang karena sedang belajar."   D. "Jangan ganggu aku!"
🔑 Kunci Jawaban:
1. B   2. C   3. B   4. B   5. C   6. B   7. C   8. B   9. B   10. C

🌱 Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Mindful Tampak pada kegiatan menyimak video dan cerita dengan tenang, serta mengamati ekspresi wajah tokoh untuk mengenali perasaannya secara penuh perhatian.

Meaningful Tampak pada kegiatan mengaitkan perasaan tokoh cerita dengan pengalaman pribadi siswa sehari-hari, seperti saat sedih kehilangan barang atau senang dibantu teman.

Joyful Tampak pada kegiatan bermain peran mempraktikkan kalimat permintaan maaf, tolong, dan penolakan bersama teman sekelas dengan riang dan penuh tawa.


🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar mengenali tokoh dan perasaan mereka dalam sebuah cerita, sama seperti kisah-kisah yang diceritakan Allah agar kita bisa mengambil pelajaran. Kita juga belajar mengucapkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ananda semakin peka terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain, serta selalu berbicara dengan santun. 🌷

Hari Ini diadakan Perlombaan Untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Yang di Ikuti Seluruh Warga Sekolah SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung, maka kegiatan pembelajaran hari ini ditiadakan 

Perlombaan yang di laksanakan hari ini yaitu Sebagai Berikut:

A. Cabang Perlombaan Rombel 1&2 :

1. Lomba Estafet Cup

2. Lomba Estafet Bola

B. Cabang Perlombaan Rombel 3&4 :

1. Lomba Pindah Cup

2. Lomba Mengiring Bola

C. Cabang Perlombaan Rombel 5&6 :

1. Lomba Mengisi Air

2. Lomba Estafet 2 Cup

D.Terdapat Juga Lomba Kebersihan dan Keindahan Kelas yang diadakan untuk kelas 1-6

Senin, 10 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Pendidikan Pancasila"

Hari/ Tanggal       : Senin, 10  Agustus 2026

Kelas                    : Kelas 2 Zubair bin Awwam

Mata Pelajaran    : Pendidikan Pancasila

Materi Ajar           : Memahami Makna Simbol Pancasila ke-4 dan 5



Assalamualaikum, Anak-anak Hebat!

Selamat pagi anak-anak baik Ibu Guru.. Bagaimana kabarnya? 

Sudah siapkah untuk memulai pembelajaran hari ini?


Ibu Guru sudah memberikan rangkuman materi dan latihan soal di bawah ini, untuk materi hari ini ya sayang.. ^,^

Yuk, kita mulai dengan semangat!


Berikut di bawah ini Materi Pendidikan Pancasila

✨ PENDIDIKAN PANCASILA - KELAS 2 ✨

🐂🌾 Memahami Makna Simbol Sila ke-4 dan ke-5 🌾🐂

Bab: Aku Cinta Pancasila

🔁 Mengingat Kembali

Kita sudah mengenal lima simbol Pancasila: bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas. Sekarang, ayo kita pahami lebih dalam makna simbol sila ke-4 (kepala banteng) dan sila ke-5 (padi dan kapas)!

🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan makna simbol kepala banteng pada sila ke-4 Pancasila.
  2. Menjelaskan makna simbol padi dan kapas pada sila ke-5 Pancasila.
  3. Memberikan contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-4 dan ke-5 dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menunjukkan sikap musyawarah dan peduli terhadap sesama sebagai wujud pengamalan Pancasila.

🐂 Sila ke-4: Kepala Banteng

🐂

"Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan"

Banteng adalah hewan yang suka berkumpul dan hidup berkelompok. Hal ini melambangkan semangat rakyat Indonesia dalam bermusyawarah, yaitu berkumpul dan berdiskusi bersama untuk mengambil keputusan demi kepentingan bersama.

💫 Contoh Pengamalan Sila ke-4

  • Bermusyawarah saat memilih ketua kelas.
  • Menghargai pendapat teman meskipun berbeda dengan pendapat kita.
  • Mengambil keputusan bersama saat menentukan permainan kelompok.

🌾 Sila ke-5: Padi dan Kapas

🌾

"Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia"

Padi melambangkan kebutuhan pangan (makanan), dan kapas melambangkan kebutuhan sandang (pakaian). Keduanya adalah kebutuhan pokok setiap manusia. Simbol ini bermakna bahwa seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan keadilan dan kesejahteraan yang sama.

💫 Contoh Pengamalan Sila ke-5

  • Berbagi bekal makanan dengan teman yang tidak membawa bekal.
  • Membantu teman yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan.
  • Bersikap adil kepada semua teman di kelas.

📊 Ringkasan Sila ke-4 dan ke-5

SilaSimbolMakna Utama
Ke-4🐂 Kepala BantengMusyawarah
Ke-5🌾 Padi dan KapasKeadilan Sosial

📝 Ayo Berlatih!

  1. Apa simbol dari sila ke-4 Pancasila?
  2. Mengapa banteng dipilih sebagai simbol musyawarah?
  3. Apa yang dilambangkan oleh padi dan kapas?
  4. Berikan satu contoh pengamalan sila ke-5 di sekolah!
  5. Bunyi sila ke-5 Pancasila adalah ....
🔑 Klik untuk Lihat Kunci Jawaban
  1. Kepala banteng
  2. Karena banteng suka berkumpul dan hidup berkelompok, seperti orang yang bermusyawarah
  3. Kebutuhan pangan (padi) dan sandang (kapas)
  4. Berbagi bekal dengan teman (jawaban dapat bervariasi)
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

🌟 Mari kita amalkan musyawarah dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas persaudaraan sesama. 🌟


Kesimpulan / Refleksi :

Pada pembelajaran Pendidikan Pancasila hari ini, anak-anak belajar mengenai makna simbol Sila ke-4 dan ke-5 Pancasila. Dimana murid memahami mengapa harus kepala banteng yang menjadi simbol sila ke-4 dan mengapa harus pohon padi dan kapas yang menjadi simbol sila ke-5 Pancasila. Dari 28 murid yang hadir hari ini, dimana 1 murid dalam keadaan sakit dan memerlukan tindakan operasi di RS, maka dapat disimpulkan 20 murid sudah memahami mengenai makna simbol sila ke-4 dan ke-5, dan 8 murid lainnya masih terkendala dalam menghafalkan/mengingat makna kedua sila tersebut. Dalam hal ini, 8 murid tersebut diberikan waktu tambahan untuk membaca dan memahami kembali makna simbol sila ke-4 dan ke-5.

Jumat, 07 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

Hari/ Tanggal       : Jumat / 7 Agustus 2026

Kelas                    : Kelas 2 Zubair bin Awwam

Mata Pelajaran    : Bahasa Indonesia

Materi Ajar           : Memahami fungsi tanda baca titik pada kalimat 



Assalamualaikum, Anak-anak Hebat!

Selamat pagi anak-anak baik Ibu Guru.. Bagaimana kabarnya? 

Sudah siapkah untuk memulai pembelajaran hari ini?


Ibu Guru sudah memberikan rangkuman materi dan latihan soal di bawah ini, untuk materi hari ini ya sayang.. ^,^

Yuk, kita mulai dengan semangat!


Berikut di bawah ini Materi Bahasa Indonesia

📖 BAHASA INDONESIA - KELAS 2 📖

🗣️ Kalimat Ajakan, Tolong, Penolakan, dan Permintaan Maaf 🗣️

Bab: Santun dalam Berbicara

🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian kalimat ajakan, tolong, penolakan, dan permintaan maaf.
  2. Menuliskan contoh kalimat ajakan, tolong, penolakan, dan permintaan maaf dengan santun.
  3. Menggunakan kalimat-kalimat tersebut dengan tepat sesuai situasi sehari-hari.
  4. Membiasakan diri berbicara dengan sopan dan santun kepada orang lain.

💭 Mengapa Kita Perlu Berbicara dengan Santun?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu berbicara dengan sopan kepada siapa pun, baik kepada orang tua, guru, maupun teman. Islam mengajarkan kita untuk selalu berkata baik dan lemah lembut kepada sesama. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kalimat ajakan, tolong, penolakan, dan permintaan maaf yang santun.

1️⃣ Kalimat Ajakan

Kalimat yang digunakan untuk mengajak seseorang melakukan sesuatu bersama-sama. Biasanya menggunakan kata "ayo" atau "mari".

💬 "Ayo, kita bermain bersama di halaman sekolah!"

💬 "Mari kita rapikan mainan setelah selesai bermain."

2️⃣ Kalimat Tolong

Kalimat yang digunakan untuk meminta bantuan kepada orang lain dengan sopan. Biasanya diawali kata "tolong".

💬 "Tolong, ambilkan pensil di atas meja."

💬 "Bolehkah kamu membantuku membawa buku ini?"

3️⃣ Kalimat Penolakan

Kalimat yang digunakan untuk menolak ajakan atau permintaan seseorang dengan cara yang tetap sopan.

💬 "Maaf, aku belum bisa ikut bermain karena masih mengerjakan tugas."

💬 "Terima kasih atas ajakannya, tapi aku tidak bisa saat ini."

4️⃣ Kalimat Permintaan Maaf

Kalimat yang digunakan untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan kepada orang lain.

💬 "Maaf, aku tidak sengaja menjatuhkan bukumu."

💬 "Aku minta maaf karena terlambat datang ke sekolah."

📖 Bacalah Percakapan Berikut!

Rina: "Ayo, kita bermain lompat tali bersama!"

Dodi: "Maaf Rina, aku belum bisa ikut karena harus membantu ibu dulu."

Rina: "Tidak apa-apa. Tolong bantu aku membawa tali ini ya."

Dodi: "Baik, aku bantu sebentar. Maaf ya kalau nanti aku harus pergi duluan."

📝 Ayo Berlatih!

  1. Buatlah satu kalimat ajakan untuk mengajak temanmu belajar bersama!
  2. Buatlah satu kalimat tolong untuk meminta bantuan mengambilkan buku!
  3. Buatlah satu kalimat penolakan yang sopan jika kamu tidak bisa ikut bermain!
  4. Buatlah satu kalimat permintaan maaf jika kamu terlambat mengembalikan pinjaman.
  5. Pada percakapan Rina dan Dodi, tunjukkan mana kalimat ajakan dan mana kalimat tolong!
🔑 Klik untuk Lihat Kunci Jawaban (Panduan Guru)
  1. Jawaban bervariasi, misalnya "Ayo kita belajar bersama sepulang sekolah!"
  2. Jawaban bervariasi, misalnya "Tolong ambilkan buku itu untukku."
  3. Jawaban bervariasi, misalnya "Maaf, aku tidak bisa ikut bermain sekarang."
  4. Jawaban bervariasi, misalnya "Maaf ya, aku terlambat mengembalikan bukumu."
  5. Kalimat ajakan: "Ayo, kita bermain lompat tali bersama!" — Kalimat tolong: "Tolong bantu aku membawa tali ini ya."

🌟 Yuk, biasakan berbicara dengan santun setiap hari, karena Allah SWT menyukai orang yang berkata baik kepada sesama. 🌟


Kesimpulan :

Dari 28 murid yang hadir, masih ada 6 murid yang belum memahami perbedaan beberapa jenis kalimat. Seperti kalimat ajakan, permintaan tolong, permintaan maaf, dll.


Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika dan Bahasa Indonesia'' (Perlombaan HUT RI Ke-81 tahun)

Hari / Tanggal         : Selasa / 11 Agustus 2026 Nama Guru               : Oktarina, S.Pd. Fase / Kelas                : A / 2 Zubair bin ...