Jumat, 04 September 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal        : Jumat / 3 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Kalimat S-P-O

Pertemuan             : 13


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

📰 Kalimat Berita (Kalimat S-P-O)

Bahasa Indonesia • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

📝 Kalimat Berita🔤 Subjek-Predikat-Objek💬 Penggunaan Sehari-hari
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Menulis & Berbicara dan Mempresentasikan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menulis dan menyampaikan kalimat berita (kalimat pernyataan) dengan struktur Subjek-Predikat-Objek (S-P-O) yang tepat untuk menyampaikan informasi atau fakta. Peserta didik mampu menggunakan kalimat S-P-O dalam komunikasi lisan maupun tulisan sehari-hari sesuai konteks dan tujuannya.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami penggunaan kalimat S-P-O.
💬MEANINGFUL
Melalui pengamatan kejadian sehari-hari, peserta didik mampu menggunakan kalimat S-P-O untuk menceritakan kejadian di rumah dan sekolah dengan tepat.
📢MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan fungsi kalimat berita S-P-O sebagai cara menyampaikan informasi secara jelas kepada orang lain.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati kalimat dengan saksama, peserta didik mampu mengidentifikasi Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat dengan teliti.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali penggunaan struktur S-P-O pada kalimat yang dibuatnya agar tersusun dengan benar.
😄JOYFUL
Melalui permainan kartu kata atau kuis kelompok, peserta didik mampu menggunakan kalimat S-P-O dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman penggunaan (TP umum), pemaknaan dalam komunikasi (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati contoh-contoh kalimat dengan saksama untuk mengidentifikasi bagian Subjek, Predikat, dan Objek.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami penggunaan kalimat S-P-O. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan fungsi kalimat berita S-P-O sebagai cara menyampaikan informasi secara jelas.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menggunakan kalimat S-P-O untuk menceritakan kejadian sehari-hari di rumah dan sekolah.
3.5MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali penggunaan struktur S-P-O pada kalimat yang dibuatnya.
3.6JOYFUL Peserta didik menggunakan kalimat S-P-O melalui permainan kartu kata/kuis kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis komunikatif dan kontekstual, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri cara penggunaan pola S-P-O melalui contoh kalimat yang diamati.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menggunakan kalimat S-P-O dalam bercerita sehari-hari.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan penggunaan S-P-O yang tepat dan yang keliru.
🎲Permainan Kartu Kata – siswa menyusun kartu kata acak menjadi kalimat S-P-O yang benar untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan menggunakan kalimat S-P-O secara mandiri berdasarkan kejadian sehari-hari.



5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan lisan dan akal pada diri kita agar kita mampu menyusun kalimat yang jelas untuk berkomunikasi dengan orang lain.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki berupa ilmu, dan ilmu itu dapat kita bagikan kepada orang lain dengan kalimat yang benar dan mudah dipahami.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat dan bermanfaat, termasuk aturan menyusun kalimat agar pesan yang kita sampaikan bisa dipahami dengan baik.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan akal kita agar mampu menyusun kalimat yang jelas. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa ilmu yang bisa kita bagikan melalui kalimat yang benar. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat, hari ini kita akan belajar menggunakan kalimat S-P-O dengan benar agar informasi yang kita sampaikan mudah dipahami orang lain.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan akal kita untuk menyusun kalimat yang jelas. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita menyampaikan informasi dengan kalimat yang tidak tersusun rapi?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa ilmu yang bisa kita bagikan. Bagaimana perasaanmu ketika kamu berhasil menjelaskan sesuatu kepada temanmu dengan kalimat yang jelas dan mudah dipahami?
  3. Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat. Mengapa penting bagi kita untuk selalu memeriksa kembali susunan S-P-O sebelum menyampaikan sebuah kalimat?
6Yuk, Ingat Lagi! (Kalimat Tanya)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Kata tanya "berapa" digunakan untuk menanyakan jumlah atau harga.B / S
2.Kalimat tanya diakhiri dengan tanda titik (.).B / S
3.Kata tanya "bagaimana" digunakan untuk menanyakan cara atau keadaan.B / S
4.Kata tanya "di mana" digunakan untuk menanyakan waktu.B / S
5.Kalimat tanya bisa dijawab dengan kalimat berita.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (diakhiri tanda tanya)   3. Benar   4. Salah ("di mana" untuk tempat)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Menggunakan Kalimat S-P-O

📰 A. Mengingat Kembali Kalimat S-P-O

Kalimat berita adalah kalimat yang menyampaikan informasi atau fakta, diakhiri tanda titik (.), dan tersusun atas Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O).

SUBJEKKakak
PREDIKATmenanam
OBJEKbunga

💬 B. Cara Menggunakan Kalimat S-P-O dengan Tepat

Agar kalimat berita mudah dipahami, susunan S-P-O harus berurutan dan tidak boleh dibolak-balik sembarangan.

✅ BENARAyah mencuci motor.
❌ SALAHMencuci motor ayah.
Contoh sehari-hari: Saat kamu ingin menceritakan bahwa kamu melihat kakakmu menyapu halaman, gunakan kalimat: "Kakak menyapu halaman." bukan "Menyapu halaman kakak." agar mudah dipahami pendengarnya.

✍️ C. Langkah Menggunakan Kalimat S-P-O

1Amati kejadian yang ingin kamu ceritakan (siapa melakukan apa, kepada apa/siapa).
2Tentukan Subjek (pelaku), Predikat (kegiatan), dan Objek (yang dikenai kegiatan).
3Susun kata-kata tersebut secara berurutan S-P-O.
4Periksa kembali susunannya, gunakan huruf kapital di awal, dan akhiri dengan tanda titik (.).
📰 🗣️ ✏️ 🏡 🌻
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Kalimat berita digunakan untuk ....

A. menyampaikan informasi

B. bertanya

C. memerintah

D. berseru kaget

MUDAH

2. Susunan yang benar dalam kalimat S-P-O adalah ....

A. Objek-Predikat-Subjek

B. Subjek-Predikat-Objek

C. Predikat-Objek-Subjek

D. Objek-Subjek-Predikat

MUDAH

3. Kalimat "Rani menyiram bunga" memiliki subjek ....

A. menyiram

B. bunga

C. Rani

D. tidak ada

SEDANG

4. Kalimat yang tepat digunakan untuk menceritakan bahwa kamu melihat ayah mencuci motor adalah ....

A. Mencuci motor ayah.

B. Motor mencuci ayah.

C. Ayah motor mencuci.

D. Ayah mencuci motor.

SEDANG

5. Perhatikan kata-kata berikut: "menendang - Doni - bola". Susunan kalimat S-P-O yang tepat adalah ....

A. Doni menendang bola.

B. Menendang Doni bola.

C. Bola menendang Doni.

D. Doni bola menendang.

SEDANG

6. Kalimat "Nenek merajut syal" jika ditambahkan keterangan waktu yang tepat menjadi ....

A. Kemarin sore nenek syal merajut.

B. Nenek merajut syal kemarin sore.

C. Merajut nenek syal kemarin sore.

D. Syal nenek merajut kemarin sore.

SEDANG

7. Kalimat berikut yang PALING tepat menggunakan struktur S-P-O adalah ....

A. Membaca Sinta komik baru.

B. Sinta komik membaca baru.

C. Sinta membaca komik baru.

D. Komik baru Sinta membaca.

SUKAR

8. Andi ingin menceritakan bahwa kakaknya sedang menanam bunga mawar di kebun. Kalimat berita dengan struktur S-P-O yang paling tepat dan lengkap adalah ....

A. Menanam bunga mawar kakak di kebun.

B. Bunga mawar menanam kakak di kebun.

C. Di kebun kakak bunga mawar menanam.

D. Kakak menanam bunga mawar di kebun.

SUKAR

9. Perhatikan kalimat: "Pak Tani memanen padi di sawah setiap musim panen." Manakah bagian yang merupakan predikat?

A. memanen

B. Pak Tani

C. padi

D. di sawah

SUKAR

10. Manakah kalimat berikut yang TIDAK menggunakan struktur S-P-O dengan benar?

A. Ibu memasak sayur.

B. Bermain bola adik lapangan.

C. Kakak membaca majalah.

D. Adik minum susu.

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan pentingnya menyusun kalimat dengan benar.
  • Mengamati contoh kalimat benar dan salah dengan saksama melatih ketelitian siswa dalam menggunakan struktur S-P-O.
  • Memeriksa kembali susunan kalimat sebelum menyampaikannya melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Penggunaan kalimat S-P-O dikaitkan dengan kebiasaan siswa menceritakan kejadian sehari-hari kepada orang tua dan guru.
  • Contoh kalimat diambil dari aktivitas nyata: mencuci motor, menyiram bunga, membaca komik, dan memanen padi.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa lebih mudah memahami penggunaan S-P-O.
  • Permainan kartu kata dan kuis kelompok membuat siswa antusias berlatih bersama teman.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar menggunakan kalimat S-P-O dengan benar agar informasi yang kita sampaikan mudah dipahami orang lain. Susunan Subjek-Predikat-Objek harus berurutan, tidak boleh dibolak-balik sembarangan, dan diakhiri tanda titik (.). Seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan susunan yang tepat, mari kita gunakan kalimat S-P-O dengan rapi setiap kali menyampaikan informasi kepada orang lain. 🌟


Kamis, 03 September 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Matematika

Hari / Tanggal        : Kamis / 3 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Pengurangan Cara Susun Panjang

Pertemuan             : 13


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

➖ Pengurangan Cara Bersusun Panjang (Puluhan dan Satuan)

Matematika • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🧮 Bersusun Panjang🔟 Puluhan1️⃣ Satuan
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Bilangan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan berbagai strategi, termasuk cara bersusun panjang, yaitu menguraikan bilangan menjadi nilai puluhan dan satuan sebelum melakukan pengurangan, guna memperkuat pemahaman nilai tempat dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami konsep pengurangan cara bersusun panjang dengan baik.
🧮MEANINGFUL
Melalui kegiatan menguraikan benda konkret menjadi kelompok puluhan dan satuan, peserta didik mampu melakukan pengurangan cara bersusun panjang dengan benar.
💬MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan hubungan antara cara bersusun panjang dan pemahaman nilai tempat (puluhan dan satuan) dalam kehidupan sehari-hari.
🧘MINDFUL
Melalui latihan menguraikan bilangan langkah demi langkah dengan tenang dan teliti, peserta didik mampu mengerjakan pengurangan bersusun panjang secara berurutan tanpa tergesa-gesa.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil pengurangannya dengan cara bersusun panjang sebelum menuliskan jawaban akhir.
😄JOYFUL
Melalui permainan kartu bilangan atau kuis kelompok, peserta didik mampu menyelesaikan soal pengurangan bersusun panjang dengan gembira dan percaya diri.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengerjakan dengan teliti (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik menguraikan bilangan langkah demi langkah dengan tenang dan teliti.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami konsep pengurangan cara bersusun panjang dengan baik. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menguraikan benda konkret menjadi kelompok puluhan dan satuan untuk melakukan pengurangan bersusun panjang.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan hubungan cara bersusun panjang dengan nilai tempat dalam kehidupan sehari-hari.
3.5MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali hasil pengurangannya sebelum menuliskan jawaban akhir.
3.6JOYFUL Peserta didik menyelesaikan soal pengurangan bersusun panjang melalui permainan kartu bilangan/kuis kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis benda konkret dan pemahaman nilai tempat, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri cara menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara bersusun panjang langkah demi langkah.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa berdiskusi menguraikan dan mengurangkan bilangan bersama teman.
🎲Permainan Kartu Bilangan – siswa berlatih menguraikan dan mengurangkan bilangan sambil bermain untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan soal mandiri bertingkat untuk mengukur pemahaman siswa.



5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan alam semesta dengan susunan yang berlapis-lapis dan teratur, seperti langit yang berlapis tujuh.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki kepada kita berupa uang, yang nilainya perlu kita pahami (puluhan dan satuan) agar bisa digunakan dan dihitung dengan benar.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur alam semesta dari yang besar hingga yang kecil dengan sangat rapi dan sistematis.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan alam dengan susunan yang berlapis dan teratur. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa uang yang perlu kita pahami nilainya. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam dari yang besar hingga yang kecil, hari ini kita akan belajar mengurangkan bilangan dengan cara bersusun panjang, yaitu menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan terlebih dahulu sebelum menghitungnya.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan alam semesta dengan susunan yang berlapis dan teratur. Menurutmu, mengapa menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan dapat memudahkan kita berhitung?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada kita berupa uang. Saat kamu berbelanja dan perlu menghitung sisa uangmu, mengapa penting memahami nilai puluhan dan satuan pada uang tersebut?
  3. Allah Al-Malik mengatur alam semesta dari yang besar hingga yang kecil dengan sangat rapi. Menurutmu, mengapa dalam cara bersusun panjang kita perlu menguraikan nilai puluhan terlebih dahulu, baru satuan?
6Yuk, Ingat Lagi! (Konsep Pengurangan)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Pengurangan sebagai "sisa" adalah banyak benda yang tertinggal setelah diambil.B / S
2.Pengurangan sebagai "selisih" adalah perbandingan banyak antara dua kelompok benda.B / S
3.15 − 6 hasilnya adalah 10.B / S
4.Selisih antara 20 dan 12 adalah 8.B / S
5.Pengurangan hanya bisa dihitung menggunakan benda konkret, tidak bisa dengan angka.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Benar   3. Salah (15 − 6 = 9)   4. Benar   5. Salah (pengurangan juga bisa dihitung langsung dengan angka)

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Pengurangan Cara Bersusun Panjang

🧮 Apa itu Cara Bersusun Panjang?

Cara bersusun panjang adalah cara mengurangkan dua bilangan dengan menguraikan (dekomposisi) setiap bilangan menjadi nilai puluhan dan satuan terlebih dahulu, baru kemudian dikurangkan bagian per bagian.

Contoh sehari-hari: Ibu punya 48 butir telur, digunakan 25 butir untuk membuat kue. Berapa sisa telur Ibu?

📝 Langkah-Langkah Pengurangan Bersusun Panjang

1Uraikan bilangan pertama menjadi puluhan + satuan.
2Uraikan bilangan kedua (pengurang) menjadi puluhan + satuan.
3Kurangkan nilai satuan dengan satuan.
4Kurangkan nilai puluhan dengan puluhan.
5Jumlahkan hasil pengurangan puluhan dan satuan untuk mendapatkan hasil akhir.

Contoh: 48 − 25 = ...

48 = 40 + 8
25 = 20 + 5
Satuan: 8 − 5 = 3
Puluhan: 40 − 20 = 20
Hasil: 20 + 3 = 23

Jadi, 48 − 25 = 23. Sisa telur Ibu adalah 23 butir.

🧮 🥚 🪙 ✏️ 🔟
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Cara bersusun panjang dalam pengurangan dilakukan dengan cara ....

A. menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan terlebih dahulu

B. langsung mengurangkan tanpa menguraikan bilangan

C. mengalikan bilangan terlebih dahulu

D. membulatkan bilangan

MUDAH

2. Bilangan 46 jika diuraikan menjadi puluhan dan satuan adalah ....

A. 4 + 6

B. 40 + 6

C. 46 + 0

D. 400 + 6

MUDAH

3. Pada pengurangan bersusun panjang, langkah pertama yang dilakukan adalah ....

A. langsung menjumlahkan kedua bilangan

B. mengalikan kedua bilangan

C. menguraikan kedua bilangan menjadi puluhan dan satuan

D. membulatkan kedua bilangan

SEDANG

4. 48 − 25 menggunakan cara bersusun panjang: 48 = 40 + 8, 25 = 20 + 5. Hasil pengurangan satuan (8 − 5) adalah ....

A. 13

B. 5

C. 8

D. 3

SEDANG

5. Melanjutkan soal di atas, hasil pengurangan puluhan (40 − 20) adalah ....

A. 20

B. 60

C. 10

D. 30

SEDANG

6. Hasil akhir dari 48 − 25 menggunakan cara bersusun panjang adalah ....

A. 20

B. 23

C. 33

D. 13

SEDANG

7. 37 − 14 menggunakan cara bersusun panjang. Hasil akhirnya adalah ....

A. 23

B. 13

C. 33

D. 51

SUKAR

8. Ibu memiliki 58 butir telur. Sebanyak 34 butir digunakan untuk membuat kue. Dengan cara bersusun panjang, sisa telur Ibu adalah ....

A. 22

B. 34

C. 14

D. 24

SUKAR

9. Kakak memiliki 65 kelereng. Ia memberikan 42 kelereng kepada adiknya. Dengan cara bersusun panjang, berapa sisa kelereng kakak, dan berapa hasil pengurangan puluhannya?

A. 23 kelereng, puluhan = 20

B. 23 kelereng, puluhan = 40

C. 33 kelereng, puluhan = 20

D. 20 kelereng, puluhan = 23

SUKAR

10. Seorang siswa mengerjakan 76 − 53 dengan cara bersusun panjang, tetapi salah menguraikan 76 menjadi 7 + 6 (bukan 70 + 6). Apa akibat dari kesalahan tersebut?

A. Hasil akhir akan tetap benar karena tidak berpengaruh

B. Hasil akhir akan salah karena nilai tempat puluhan tidak sesuai

C. Soal menjadi lebih mudah dikerjakan

D. Cara tersebut sebenarnya benar dan dianjurkan

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan keteraturan ciptaan Allah.
  • Menguraikan bilangan langkah demi langkah dengan tenang melatih ketelitian siswa agar tidak keliru menentukan nilai puluhan dan satuan.
  • Memeriksa kembali hasil pengurangan sebelum menuliskan jawaban akhir melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Konsep bersusun panjang dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: menghitung sisa telur, kelereng, atau uang.
  • Pemahaman nilai tempat dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari, seperti memahami nilai uang saat berbelanja.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran membantu siswa memvisualisasikan langkah-langkah bersusun panjang secara lebih hidup dan menyenangkan.
  • Permainan kartu bilangan dan kuis kelompok membuat siswa antusias berlatih tanpa merasa tertekan.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar pengurangan cara bersusun panjang, yaitu menguraikan setiap bilangan menjadi puluhan dan satuan, mengurangkan satuan dengan satuan, mengurangkan puluhan dengan puluhan, lalu menjumlahkan kedua hasilnya. Seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dari yang besar hingga yang kecil dengan sangat rapi, mari kita juga mengerjakan pengurangan dengan teliti dan berurutan, langkah demi langkah. 🌟
Refleksi : Alhamdulillah dari 28 murid yang hadir hari ini (1 murid sakit), sudah sebagian besar memahami cara menghitung pengurangan cara bersusun panjang. Beberapa murid masih harus dalam pendampingan dalam menyelesaikan soal latihan, dikarenakan kurang telitinya mereka dalam berhitung pengurangan.









Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS Nama Guru              : Oktarina, S.Pd. Mapel                           : Bahasa Indonesia Hari / Tanggal        : Jumat / 3 Sept...