Jumat, 14 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Hari / Tanggal        : Jumat  / 14 Agustus 2026

Fase / Kelas            : A / 2 Zubair bin Awwam

Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia 


Capaian Pembelajaran :

1.1. Menyimak

Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

1.2. Membaca dan Memirsa

Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau

tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

1.3. Berbicara dan Mempresentasikan

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

1.4. Menulis

Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana.

 

Tujuan Pembelajaran    :

·       Mindful Mengenali dan menyebutkan perasaan tokoh dalam cerita dengan tenang dan penuh perhatian saat menyimak.

·       Meaningful Mengaitkan perasaan tokoh dalam cerita dengan pengalaman perasaan diri sendiri sehari-hari (senang, sedih, takut, marah, menyesal).

·       Joyful Mempraktikkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan percaya diri melalui permainan peran yang menyenangkan.

 

ATP :

* Guru membacakan atau menceritakan cerita pendek yang memuat berbagai perasaan, seperti senang, sedih, takut, marah, dan menyesal. Murid menyimak tanpa menyela dan memperhatikan perubahan perasaan tokoh.

* Murid mengamati gambar atau bagian cerita dan memasangkan peristiwa dengan perasaan yang sesuai, misalnya mendapatkan hadiah → senang, kehilangan barang → sedih, menghadapi sesuatu yang menakutkan → takut.

* Guru memberikan beberapa situasi sehari-hari. Murid menentukan ungkapan yang sesuai, seperti meminta maaf ketika melakukan kesalahan, meminta tolong ketika membutuhkan bantuan, dan menolak dengan bahasa yang sopan.

* Murid melengkapi dialog sederhana dengan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, atau penolakan. Guru memberikan contoh terlebih dahulu kemudian murid mencoba secara mandiri.

* Guru menyiapkan kartu berisi berbagai situasi. Murid mengambil satu kartu, membaca situasi, kemudian menentukan perasaan atau ungkapan yang tepat dan mempraktikkannya.


Materi Pokok                    : Menelaah tokoh dan jenis perasaan dalam sebuah cerita, kalimat permintaan maaf, permintaan tolong,penolakan

Alokasi Waktu                   : 2 JP

Model / Metode Pembelajaran : Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan pendekatan Deep Learning.

Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan bermain peran (role play).
Media: Video pembelajaran, gambar ekspresi wajah, teks cerita bergambar.

 

📖 Menelaah Tokoh dan Jenis Perasaan dalam Cerita ✨

Bahasa Indonesia — Kelas 2 SD


🌸 Apersepsi: Kisah-Kisah Penuh Pelajaran

"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal."
(QS. Yusuf/12: 111)

Anak-anak, Allah menurunkan banyak kisah dalam Al-Qur'an, seperti kisah Nabi Yusuf, bukan sekadar cerita biasa. Setiap kisah menyimpan pelajaran tentang perasaan dan sikap tokoh-tokohnya — ada yang sabar, ada yang menyesal, ada yang meminta maaf. Nah, hari ini kita akan belajar hal yang mirip: mengenali tokoh dan perasaan mereka dalam sebuah cerita, agar kita bisa mengambil pelajaran seperti orang-orang yang berakal.

🤔 Pertanyaan untuk direnungkan bersama:

  • Mengapa Allah menceritakan kisah para nabi lengkap dengan perasaan mereka, bukan hanya kejadiannya saja?
  • Jika kita tidak memperhatikan perasaan tokoh dalam sebuah cerita, apakah kita bisa memahami pelajaran di baliknya?
  • Pernahkah kalian merasakan perasaan yang sama seperti tokoh dalam cerita yang pernah kalian baca?

🔁 Ayo Mengingat Kembali! (Materi Pertemuan Sebelumnya)

Sebelum masuk materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pertanyaan berikut tentang kalimat pujian, kalimat petunjuk, dan kalimat ajakan.

  1. "Wah, gambarmu bagus sekali!" adalah contoh kalimat pujian. (____)
  2. "Ayo kita bermain bersama di halaman!" termasuk kalimat petunjuk. (____)
  3. Kalimat petunjuk berisi cara atau langkah melakukan sesuatu. (____)
  4. "Cucilah tanganmu sebelum makan" adalah contoh kalimat ajakan. (____)
  5. Kalimat ajakan biasanya mengajak orang lain melakukan sesuatu bersama-sama. (____)
Kunci Jawaban: 1. Benar   2. Salah (itu kalimat ajakan)   3. Benar   4. Salah (itu kalimat petunjuk)   5. Benar

🎬 Video Pembelajaran Hari Ini

Sumber: Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka — "Mengenal Perasaan"


🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, ananda diharapkan mampu:

  • Mindful Mengenali dan menyebutkan perasaan tokoh dalam cerita dengan tenang dan penuh perhatian saat menyimak.
  • Meaningful Mengaitkan perasaan tokoh dalam cerita dengan pengalaman perasaan diri sendiri sehari-hari (senang, sedih, takut, marah, menyesal).
  • Joyful Mempraktikkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan percaya diri melalui permainan peran yang menyenangkan.

🧩 Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) dipadukan pendekatan Deep Learning.
Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan bermain peran (role play).
Media: Video pembelajaran, gambar ekspresi wajah, teks cerita bergambar.


📚 Penjelasan Materi

1️⃣ Menelaah Tokoh dalam Cerita

Tokoh adalah orang, hewan, atau siapa saja yang ada di dalam sebuah cerita. Contohnya dalam cerita "Kancil dan Buaya", tokohnya adalah Kancil dan Buaya.

Coba bayangkan cerita sehari-hari di rumah kalian: "Adi menangis karena mainannya rusak, lalu Kakak menghiburnya." Tokohnya adalah Adi dan Kakak.

2️⃣ Menelaah Jenis Perasaan Tokoh

Setiap tokoh dalam cerita bisa memiliki perasaan yang berbeda-beda, misalnya:

Jenis PerasaanContoh dalam Kehidupan Sehari-hari
😊 SenangRani senang karena mendapat nilai bagus
😢 SedihBudi sedih karena pensilnya hilang
😡 MarahDoni marah karena adiknya merusak bukunya
😨 TakutNina takut karena melihat ulat besar
😔 MenyesalBayu menyesal karena tidak belajar semalam

Untuk menelaah (mencari tahu) perasaan tokoh, kita bisa melihat dari kata-kata yang diucapkan, ekspresi wajah, atau tindakan tokoh dalam cerita.

3️⃣ Kalimat Permintaan Maaf

Diucapkan ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain.

Contoh: "Maaf ya, aku tidak sengaja menyenggol gambarmu."

💡 Sehari-hari: saat kita tidak sengaja menginjak kaki teman saat antre, atau lupa mengembalikan pensil pinjaman.

4️⃣ Kalimat Permintaan Tolong

Diucapkan ketika kita membutuhkan bantuan orang lain, disampaikan dengan sopan.

Contoh: "Tolong ambilkan penghapusku di meja, ya."

💡 Sehari-hari: minta tolong Ibu mengikat tali sepatu, atau minta tolong teman menjelaskan soal yang sulit.

5️⃣ Kalimat Penolakan

Diucapkan ketika kita tidak setuju atau tidak bisa melakukan sesuatu, tetap dengan sopan.

Contoh: "Maaf, aku tidak bisa meminjamkan bukuku sekarang karena masih kupakai."

💡 Sehari-hari: menolak ajakan bermain karena harus belajar dulu, dengan cara yang sopan dan tidak menyakiti hati teman.


📝 Latihan Soal Pilihan Ganda (10 Soal)

Tingkat kesukaran meningkat dari mudah ke sukar. Pilih jawaban A, B, C, atau D!

1. (Mudah) Orang atau hewan yang ada dalam sebuah cerita disebut ....
A. Latar   B. Tokoh   C. Judul   D. Tema
2. (Mudah) Wajah tersenyum dan tertawa menunjukkan perasaan ....
A. Sedih   B. Marah   C. Senang   D. Takut
3. (Mudah) "Maaf, aku tidak sengaja menumpahkan air minummu." adalah contoh kalimat ....
A. Ajakan   B. Permintaan maaf   C. Pujian   D. Petunjuk
4. (Sedang) Andi menangis karena layang-layangnya putus. Perasaan Andi adalah ....
A. Marah   B. Sedih   C. Senang   D. Bangga
5. (Sedang) Kalimat yang tepat untuk meminta bantuan teman mengangkat buku adalah ....
A. "Ambil buku itu sekarang!"   B. "Aku tidak mau buku itu."   C. "Tolong bantu aku mengangkat buku ini, ya."   D. "Buku itu berat sekali."
6. (Sedang) Ketika teman mengajak bermain tetapi kita harus membantu ibu, kalimat penolakan yang sopan adalah ....
A. "Tidak mau, pergi sana!"   B. "Maaf, aku harus membantu ibu dulu."   C. "Nanti saja kapan-kapan."   D. "Aku benci bermain."
7. (Sukar) Bacalah cerita berikut: "Rina lupa membawa bekal. Sinta melihatnya lalu berkata, 'Ini, makan bersamaku saja.' Rina pun tersenyum." Perasaan Rina di akhir cerita adalah ....
A. Marah   B. Takut   C. Senang   D. Menyesal
8. (Sukar) Dari cerita pada soal nomor 7, sikap Sinta menunjukkan bahwa Sinta memiliki sifat ....
A. Pemarah   B. Penolong   C. Pemalas   D. Penakut
9. (Sukar) "Aku menyesal tidak mendengarkan nasihat ibu, akhirnya bukuku basah kehujanan." Kalimat ini menunjukkan tokoh sedang merasa ....
A. Bangga   B. Menyesal   C. Senang   D. Marah
10. (Sukar) Manakah kalimat penolakan yang paling sopan?
A. "Tidak, aku tidak suka permintaanmu!"   B. "Ah, malas ah."   C. "Maaf ya, aku belum bisa membantumu sekarang karena sedang belajar."   D. "Jangan ganggu aku!"
🔑 Kunci Jawaban:
1. B   2. C   3. B   4. B   5. C   6. B   7. C   8. B   9. B   10. C

🌱 Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Mindful Tampak pada kegiatan menyimak video dan cerita dengan tenang, serta mengamati ekspresi wajah tokoh untuk mengenali perasaannya secara penuh perhatian.

Meaningful Tampak pada kegiatan mengaitkan perasaan tokoh cerita dengan pengalaman pribadi siswa sehari-hari, seperti saat sedih kehilangan barang atau senang dibantu teman.

Joyful Tampak pada kegiatan bermain peran mempraktikkan kalimat permintaan maaf, tolong, dan penolakan bersama teman sekelas dengan riang dan penuh tawa.


🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar mengenali tokoh dan perasaan mereka dalam sebuah cerita, sama seperti kisah-kisah yang diceritakan Allah agar kita bisa mengambil pelajaran. Kita juga belajar mengucapkan kalimat permintaan maaf, permintaan tolong, dan penolakan dengan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ananda semakin peka terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain, serta selalu berbicara dengan santun. 🌷

Kamis, 13 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Hari / Tanggal        : Kamis / 13 Agustus 2026

Fase / Kelas            : A / 2 Zubair bin Awwam

Mata Pelajaran      : Matematika


Mata Pelajaran                : Matematika

Capaian Pembelajaran :

Bilangan

Menunjukkan pemahaman dalam membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100.

 

Tujuan Pembelajaran    :

·         Melalui pengamatan benda konkret dan contoh kehidupan sehari-hari, murid mampu membandingkan dua bilangan sampai 50 menggunakan simbol >, <, dan = dengan tepat.


·         Melalui kegiatan diskusi kelompok, murid mampu mengurutkan bilangan sampai 50 dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya secara tepat. (Meaningful)


·         Melalui kegiatan mengenal sifat Allah di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap tenang, fokus, dan teliti saat menghitung dan membandingkan bilangan. (Mindful)

·         Melalui permainan angka dan latihan soal bertingkat, murid mampu menunjukkan semangat, antusiasme, dan rasa senang dalam belajar berhitung. (Joyful)



ATP                                :

  Murid mengamati benda konkret di sekitar, seperti pensil, stik es krim, kancing, atau gambar benda dalam jumlah 1–50. Murid menghitung jumlah benda dan menyebutkan lambang bilangannya.


ü   Murid mengamati dua kelompok benda konkret dengan jumlah berbeda. Murid menghitung kedua kelompok, kemudian menentukan kelompok yang jumlahnya lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.

 

ü    Guru memperkenalkan simbol > (lebih dari), < (kurang dari), dan = (sama dengan) menggunakan benda konkret dan ilustrasi sederhana. Murid mencoba memasangkan simbol yang tepat di antara dua bilangan.


ü     Murid mengikuti permainan seperti “Susun Aku!”. Beberapa murid mendapatkan kartu angka dan harus berdiri membentuk urutan bilangan yang benar. Permainan dilakukan secara menyenangkan dan bergantian.

 

ü      Murid mengerjakan latihan dari tingkat mudah ke lebih menantang: (a) menentukan bilangan lebih besar/kecil, (b) menentukan simbol >, <, =, (c) mengurutkan 3 bilangan, dan (d) mengurutkan 5 bilangan sampai 50.

Materi Pokok                    : Membandingkan, Mengurutkan, serta melakukan Komposisi (Menyusun) dan Dekomposisi (mengurai) bilangan.

Alokasi Waktu                   : 3 JP

Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Games, Penugasan

 QS. Maryam (19) : 93-94

إِنْ كُلُّ مَنْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّآ ءَاتِى ٱلرَّحْمَٰنِ عَبْدًۭا﴿٩٣﴾
لَّقَدْ أَحْصَىٰهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّۭا﴿٩٤﴾
"Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba. Sungguh, Dia benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti."
(QS. Maryam: 93-94)
💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Swt. menghitung dan mengetahui jumlah setiap makhluk-Nya dengan sangat teliti, tidak ada satu pun yang terlewat atau salah hitung. Nah, hari ini kita juga akan belajar menjadi anak yang teliti dalam berhitung, yaitu membandingkan dan mengurutkan bilangan sampai 50.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Jika Allah saja sangat teliti menghitung seluruh makhluk-Nya di langit dan di bumi, menurutmu bagaimana seharusnya sikap kita ketika menghitung dan membandingkan bilangan di sekolah?
  2. Mengapa ketelitian itu penting, baik dalam beribadah maupun dalam belajar berhitung?
  3. Coba bayangkan, apa yang akan terjadi jika kita membandingkan jumlah uang jajan atau jumlah pensil dengan asal-asalan, tidak teliti?

Yuk, Ingat Lagi! (Nilai Tempat Bilangan)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Bilangan 42 terdiri dari 4 puluhan dan 2 satuan.B / S
2.Pada bilangan 27, angka 7 menunjukkan nilai puluhan.B / S
3.Bilangan 35 dapat ditulis sebagai 3 puluhan + 5 satuan.B / S
4.Angka 0 pada bilangan 40 menunjukkan tidak ada nilai satuan.B / S
5.Nilai tempat puluhan pada bilangan 19 adalah 9.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (7 adalah satuan)   3. Benar   4. Benar   5. Salah (nilai puluhan bilangan 19 adalah 1)


Video Pembelajaran

Ayo Belajar: Membandingkan, Mengurutkan, Komposisi & Dekomposisi

📊 A. Membandingkan Bilangan

Membandingkan artinya melihat mana bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan. Kita bisa membandingkan dengan melihat angka puluhannya dulu, baru angka satuannya.

>
lebih besar
<
lebih kecil
=
sama dengan
Contoh sehari-hari: Uang saku Andi Rp27.000, uang saku Bela Rp32.000. Karena puluhan pada 32 (yaitu 3) lebih besar dari puluhan pada 27 (yaitu 2), maka 32 > 27. Uang saku Bela lebih banyak daripada Andi.

🔀 B. Mengurutkan Bilangan

Mengurutkan artinya menyusun beberapa bilangan mulai dari yang terkecil ke terbesar (ascending) atau dari yang terbesar ke terkecil (descending).

Contoh sehari-hari: Di kelas ada 4 kelompok dengan jumlah anggota: 14, 8, 25, dan 19 anak. Jika diurutkan dari yang paling sedikit: 8, 14, 19, 25.

🧩 C. Komposisi Bilangan (Menyusun)

Komposisi artinya menyusun bilangan dari nilai puluhan dan satuan menjadi satu bilangan utuh.

Contoh sehari-hari: Ibu punya 3 kotak pensil (isi 10) dan 6 pensil lepas. 3 puluhan + 6 satuan = 36 pensil.

✂️ D. Dekomposisi Bilangan (Mengurai)

Dekomposisi adalah kebalikan dari komposisi, yaitu menguraikan sebuah bilangan menjadi nilai puluhan dan satuannya.

Contoh sehari-hari: Ayah membawa 48 butir telur. 48 dapat diuraikan menjadi 4 puluhan + 8 satuan (40 + 8).
🧮 🍬 ✏️ 🥚 📏

Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Tanda yang tepat untuk 23 ... 32 adalah ....

A. 23 > 32

B. 23 < 32

C. 23 = 32

D. tidak bisa dibandingkan

MUDAH

2. Bilangan manakah yang lebih besar, 45 atau 39?

A. 39

B. Sama besar

C. 45

D. Tidak bisa ditentukan

MUDAH

3. Simbol yang tepat untuk 50 ... 50 adalah ....

A. =

B. >

C. <

D. tidak ada

SEDANG

4. Urutan bilangan dari yang terkecil adalah ....

A. 12, 8, 25, 19

B. 25, 19, 12, 8

C. 19, 25, 8, 12

D. 8, 12, 19, 25

SEDANG

5. Bilangan 46 tersusun dari ....

A. 6 puluhan + 4 satuan

B. 4 satuan + 6 puluhan

C. 4 puluhan + 6 satuan

D. 40 satuan + 6 puluhan

SEDANG

6. Dekomposisi dari bilangan 38 yang tepat adalah ....

A. 38 = 3 + 8

B. 38 = 300 + 8

C. 38 = 8 + 3

D. 38 = 30 + 8

SEDANG

7. Urutan bilangan dari yang terbesar adalah ....

A. 41, 33, 27, 14

B. 14, 27, 33, 41

C. 27, 14, 41, 33

D. 33, 41, 14, 27

SUKAR

8. Dina punya 27 permen. Rian punya 2 puluhan dan 9 satuan permen. Siapa yang memiliki permen lebih banyak?

A. Dina

B. Sama banyak

C. Rian

D. Tidak bisa dibandingkan

SUKAR

9. Ibu menyusun 4 kotak berisi 10 pensil dan 3 pensil lepas. Berapa jumlah pensil ibu, dan bagaimana jika dibandingkan dengan 41 pensil milik Ayah?

A. 34 pensil, lebih banyak dari Ayah

B. 43 pensil, lebih banyak dari Ayah

C. 40 pensil, sama dengan Ayah

D. 43 pensil, lebih sedikit dari Ayah

SUKAR

10. Sebuah bilangan terdiri dari 3 puluhan dan 8 satuan. Jika bilangan tersebut dibandingkan dengan 41, maka pernyataan yang tepat adalah ....

A. Bilangan tersebut sama dengan 41

B. Bilangan tersebut lebih besar dari 41

C. Bilangan tersebut adalah 41

D. Bilangan tersebut lebih kecil dari 41

Kunci Jawaban
1. B
2. C
3. A
4. D
5. C
6. D
7. A
8. C
9. B
10. D

Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Tadabur Surah Maryam ayat 93-94 di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya, tenang, dan merenungkan makna ketelitian Allah dalam menghitung.
  • Kegiatan review Benar/Salah melatih siswa fokus mengingat kembali konsep nilai tempat sebelum masuk materi baru.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Contoh membandingkan dan menyusun bilangan dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa: uang saku, jumlah pensil, jumlah telur, dan jumlah teman sekelompok.
  • Nilai ketelitian dalam berhitung dikaitkan dengan nilai spiritual dari ayat Al-Qur'an, sehingga belajar matematika juga menguatkan karakter.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa tidak bosan.
  • Soal disusun bertingkat dari mudah ke sukar dengan ilustrasi menarik (emoji, kartu simbol) sehingga siswa merasa tertantang, bukan tertekan.

Kesimpulan
Hari ini kita belajar membandingkan dua bilangan sampai 50 menggunakan simbol >, <, dan =, serta mengurutkan bilangan dari yang terkecil atau terbesar. Kita juga belajar menyusun (komposisi) dan menguraikan (dekomposisi) bilangan berdasarkan nilai puluhan dan satuannya. Seperti Allah yang teliti menghitung setiap makhluk-Nya, mari kita juga menjadi anak yang teliti, jujur, dan semangat dalam belajar berhitung setiap hari. 🌟


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Pada kegiatan pembelajaran hari ini, dari 27 murid yang hadir, masih ditemukan 3 murid yang masih terkendala dalam mengurutkan suatu susunan bilangan, baik dari susunan bilangan terkecil maupun terbesar. Dalam hal ini, guru memanggil ketiga murid tersebut satu per satu, untuk diberikan penjelasan kembali mengenai materi mengurutkan bilangan.

Rabu, 12 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Perlombaan HUT RI Ke-81"

📅 Rabu, 12 Agustus 2026
⭐ Pembelajaran Kelas 2 (FASE A)
Selamat Belajar, Anak Hebat! 🎒
Guru PengampuOktarina, S.Pd.
LOMBA HUT KE-81 REPUBLIK INDONESIA
👋
Assalamualaikum Warrahmatullohi Wabarokatuh
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Selamat pagi, anak shalih dan shalihah! 🌟
Hari ini kita akan kembali belajar bersama dengan semangat yang membara. Sebelum menyimak pembelajaran di bawah ini, silakan persiapkan diri terlebih dahulu ya! 😊
🕌  Jangan lupa untuksalat Duhadanmurojaah terlebih dahulu sebelum belajar! 


🇮🇩 Semarak Lomba Guru HUT ke-81 Republik Indonesia 🇮🇩

Kegiatan Sekolah • Lomba Bapak/Ibu Guru

Tujuan: Menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, dan cinta tanah air

🎉 Lomba 17-an👩‍🏫 Bapak/Ibu Guru🏆 Semarak Kemerdekaan
رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
"Rabbij'al hāżal-balada āminaw wajnubnī wa baniyya an na'budal-aṣnām."
🕋 QS. Ibrahim ayat 35: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala."
💡 Kaitan dengan kegiatan hari ini: Ayat ini adalah doa Nabi Ibrahim AS agar tanah kelahirannya menjadi negeri yang aman dan penuh berkah. Doa ini menunjukkan betapa besar kecintaan seorang hamba kepada tanah airnya. Sebagai warga negara Indonesia, kita pun diajarkan untuk mencintai, menjaga, dan mendoakan kebaikan bagi negeri kita tercinta, sebagaimana yang kita rayakan hari ini dalam Semarak HUT ke-81 RI.

1️⃣ Makna Lomba dalam Perayaan Kemerdekaan

🎊 Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya milik siswa, tetapi juga milik seluruh keluarga besar sekolah, termasuk Bapak dan Ibu Guru. Melalui lomba guru, kita mempererat silaturahmi, melepas kepenatan, dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan sebagaimana semangat gotong royong para pejuang kemerdekaan. Lomba ini juga menjadi teladan bagi siswa, bahwa sportivitas dan kegembiraan bisa hadir di setiap usia. Selamat berlomba, Bapak dan Ibu Guru hebat! 🔥

2️⃣ Jenis Lomba Hari Ini

🔤

1. Estafet Mengeja Kata

  1. Setiap regu guru diberikan kata tertentu, contohnya "HELIKOPTER"
  2. Setiap orang dalam regu harus mengeja kata tersebut satu persatu secara bergantian (satu orang= satu huruf)
  3. Bagi yang salah mengeja maka tim gagal melakukan tantangan
  4. Pemenang ditentukan dari regu yang berhasil menjawab banyak kata.
🏆 Kunci kemenangan: ketelitian mengeja, dan kekompakan strategi antaranggota regu.
🎬 Referensi: 

🐉

2. Ular Naga

  1. Seluruh peserta berbaris berbanjar sambil berpegangan pada pundak atau baju teman di depannya, membentuk barisan panjang seperti "ular".
  2. Pemain paling belakang memegang balon yang harus dilindungi dari regu lain
  3. Pemain paling depan bertugas untuk memecahkan balon miliki regu lain
  4. Setiap regu harus bergerak menyerang atau menghindar untuk melindungi balon yang dipegang orang paling belakang
  5. Apabila balon berhasil direbut regu lain maka grup terdiskualifikasi
  6. Pemenang ditentukan berdasarkan regu yang bertahan sampai akhir atau yang berhasil menyerang balon regu lain paling banyak
🏆 Kunci kemenangan: kekompakan barisan dan kecepatan tim
🎬 Referensi video: 

3️⃣ Pembagian Regu


4️⃣ Manfaat Lomba Ini

🤝Mempererat silaturahmi antarguru
😊Melepas penat dan menyegarkan pikiran
👥Meningkatkan kekompakan tim pengajar
🎗️Menumbuhkan sportivitas
🇮🇩Menumbuhkan rasa cinta tanah air
🌟Menjadi teladan semangat bagi siswa

📌 Salam Penutup

Bapak dan Ibu Guru hebat, mari kita rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh semangat, kekompakan, dan kegembiraan. Semoga kebersamaan hari ini semakin mempererat ukhuwah keluarga besar sekolah kita.

Selamat berlomba dan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia! 🎉🇮🇩

🔥 MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! 🔥

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS Nama Guru                : Oktarina, S.Pd. Hari / Tanggal          : Jumat  / 14 Agustus 2026 Fase / Kelas                : A / 2 ...