Selasa, 29 September 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal        : Selasa  / 29  September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Memahami Makna Kata Depan “di” dan Menuliskan Kalimat dengan Kata Depan “di”

Pertemuan             : 21


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

📍 Memahami Makna Kata Depan "di" dan Menuliskan Kalimat dengan Kata Depan "di"

Bahasa Indonesia • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

📍 Kata Depan "di"🏠 Menunjukkan Tempat✍️ Menulis Kalimat
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Menulis – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menulis kalimat dengan kosakata yang tepat dan menerapkan kaidah penulisan yang benar, termasuk penulisan kata depan "di" yang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya untuk menunjukkan tempat. Peserta didik mampu memahami makna kata depan "di" dan menggunakannya dalam kalimat tulisan sederhana yang berkaitan dengan lingkungan sehari-hari.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami makna kata depan "di" dan menuliskan kalimat dengan kata depan "di".
🏠MEANINGFUL
Melalui pengamatan tempat-tempat di lingkungan rumah dan sekolah, peserta didik mampu menuliskan kalimat dengan kata depan "di" untuk menunjukkan tempat dengan tepat.
💡MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan makna kata depan "di" sebagai penanda tempat dan menuliskannya terpisah dari kata yang mengikutinya.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati contoh kalimat dengan saksama, peserta didik mampu membedakan penulisan kata depan "di" yang terpisah dari kata setelahnya dengan teliti.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali penulisan kata depan "di" dan tanda baca pada kalimat yang ditulisnya.
😄JOYFUL
Melalui permainan tebak tempat atau menyusun kartu kata, peserta didik mampu menuliskan kalimat dengan kata depan "di" dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman inti (TP umum), pemaknaan dalam menulis (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati contoh kalimat dengan saksama untuk membedakan penulisan kata depan "di" yang terpisah dari kata setelahnya.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami makna kata depan "di" dan menuliskan kalimat dengan kata depan "di". ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan makna kata depan "di" sebagai penanda tempat dan penulisannya yang terpisah.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menuliskan kalimat dengan kata depan "di" berdasarkan tempat-tempat di rumah dan sekolah.
3.5MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali penulisan kata depan "di" dan tanda baca pada kalimat yang ditulisnya.
3.6JOYFUL Peserta didik menuliskan kalimat dengan kata depan "di" melalui permainan tebak tempat/kartu kata dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis komunikatif dan kontekstual, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri aturan penulisan kata depan "di" melalui contoh kalimat yang diamati.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menulis kalimat dengan kata depan "di" yang benar.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan contoh penulisan "di" yang benar dan yang keliru.
🎲Permainan Tebak Tempat & Kartu Kata – siswa menyusun kartu kata menjadi kalimat dengan kata depan "di" untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan menulis kalimat dengan kata depan "di" berdasarkan tempat di sekitar siswa.
5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan berbagai tempat di bumi, seperti laut, gunung, hutan, dan taman, dan setiap makhluk memiliki tempatnya masing-masing.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki di berbagai tempat: ikan di laut, padi di sawah, dan buah di kebun.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur segala sesuatu di tempat yang tepat, tidak ada makhluk yang tertukar tempatnya, mengajarkan kita untuk teliti dan tepat.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan berbagai tempat di bumi. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki di tempat-tempat yang berbeda. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu di tempat yang tepat, hari ini kita akan belajar menuliskan kata depan "di" dengan tepat untuk menunjukkan tempat dalam kalimat kita.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan berbagai tempat di bumi seperti laut, gunung, dan hutan. Menurutmu, mengapa penting bagi kita menyebutkan dengan jelas di mana suatu benda atau makhluk berada saat bercerita?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki di berbagai tempat: ikan di laut, padi di sawah, buah di kebun. Bagaimana kamu akan menuliskan kalimat tentang rezeki yang Allah berikan di tempat-tempat tersebut?
  3. Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu di tempat yang tepat. Menurutmu, mengapa kita juga harus teliti menuliskan kata depan "di" dengan benar, yaitu terpisah dari kata tempat, dalam kalimat kita?
6Yuk, Ingat Lagi! (Menuliskan Kalimat Informasi dalam Gambar)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Kalimat informasi dalam gambar menjelaskan apa yang terlihat pada gambar.B / S
2.Kalimat informasi tidak perlu sesuai dengan gambar.B / S
3.Kalimat informasi dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri tanda titik.B / S
4.Kita cukup menuliskan satu kata saja untuk menjelaskan sebuah gambar.B / S
5.Sebelum menulis kalimat informasi, kita perlu mengamati gambar dengan teliti.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (harus sesuai gambar)   3. Benar   4. Salah (harus berupa kalimat lengkap)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Kata Depan "di"

📍 A. Apa itu Kata Depan "di"?

Kata depan "di" adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan tempat. Kata depan "di" ditulis terpisah (ada jarak) dari kata tempat yang mengikutinya.

🏠di rumah
🏫di sekolah
🌳di taman
🍳di dapur
✅ BENARAdik bermain di taman.
❌ SALAHAdik bermain ditaman.

✍️ B. Langkah Menulis Kalimat dengan Kata Depan "di"

1Tentukan siapa yang melakukan kegiatan.
2Tentukan kegiatan yang dilakukan.
3Tentukan tempat kegiatan, lalu tulis kata "di" terpisah sebelum kata tempat.
4Periksa kembali: awali dengan huruf kapital dan akhiri dengan tanda titik (.).
Contoh sehari-hari:
• Ibu memasak di dapur.
• Kami belajar di sekolah.
• Ayah duduk di kursi.
• Kakak menyapu di halaman.

⚠️ C. Hati-Hati! Jangan Tertukar

Kata "di" pada di rumah (tempat) ditulis terpisah. Tetapi pada kata kerja seperti dibaca atau dimakan, "di-" ditulis menyatu dengan kata kerjanya. Hari ini kita fokus pada kata depan "di" yang menunjukkan tempat.

📍 🏠 🏫 🌳 ✏️
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Kata depan "di" digunakan untuk menunjukkan ....

A. tempat

B. waktu

C. jumlah

D. warna

MUDAH

2. Penulisan kata depan "di" yang benar adalah ....

A. dirumah

B. di rumah

C. Di-rumah

D. dirumah-

MUDAH

3. Kalimat yang menggunakan kata depan "di" dengan benar adalah ....

A. Adik bermain ditaman.

B. Adik bermain di-taman.

C. Adik bermain di taman.

D. Adik bermain, ditaman.

SEDANG

4. Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat "Ibu memasak ... dapur." adalah ....

A. ke

B. dari

C. dengan

D. di

SEDANG

5. Kalimat berikut yang penulisan kata depan "di"-nya BENAR adalah ....

A. Kami belajar di sekolah.

B. Kami belajar disekolah.

C. Kami belajar di-sekolah.

D. Kami belajar, disekolah.

SEDANG

6. Kalimat yang menggunakan kata depan "di" untuk menunjukkan tempat adalah ....

A. Buku itu dibaca Rani.

B. Rani membaca buku di perpustakaan.

C. Kue itu dimakan adik.

D. Surat itu ditulis ayah.

SEDANG

7. Kata "di" pada kalimat "Ayah duduk di kursi." menunjukkan ....

A. waktu

B. cara

C. tempat

D. jumlah

SUKAR

8. Kata-kata "bermain, Doni, bola, di halaman" jika disusun menjadi kalimat yang benar adalah ....

A. Di halaman Doni bola bermain.

B. Bermain Doni bola di halaman.

C. Bola bermain di halaman Doni.

D. Doni bermain bola di halaman.

SUKAR

9. Manakah kalimat berikut yang penulisan "di"-nya SALAH?

A. Ayah bekerja dikantor.

B. Kakak menyapu di halaman.

C. Ibu belanja di pasar.

D. Adik tidur di kamar.

SUKAR

10. Seorang anak sedang menyiram bunga di kebun belakang rumah. Kalimat informasi dengan kata depan "di" yang paling tepat untuk menjelaskan situasi tersebut adalah ....

A. Anak itu menyiram bunga dikebun belakang rumah.

B. Anak itu menyiram bunga di kebun belakang rumah.

C. Anak itu menyiram bunga di-kebun belakang rumah.

D. Anak itu menyiram bunga, di kebun belakang rumah?

✔Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan pentingnya ketepatan.
  • Mengamati contoh kalimat benar dan salah dengan saksama melatih ketelitian siswa membedakan penulisan "di" yang terpisah.
  • Memeriksa kembali penulisan "di" dan tanda baca sebelum menyelesaikan tulisan melatih kesadaran diri siswa.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Kata depan "di" dikaitkan dengan tempat-tempat nyata di rumah dan sekolah, seperti dapur, kamar, halaman, dan kelas.
  • Contoh kalimat diambil dari kegiatan sehari-hari siswa: memasak, belajar, bermain, dan menyapu.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa lebih mudah memahami penulisan kata depan "di".
  • Permainan tebak tempat dan kartu kata membuat siswa antusias menyusun kalimat bersama teman.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa kata depan "di" digunakan untuk menunjukkan tempat dan ditulis terpisah dari kata tempat yang mengikutinya, misalnya di rumah, di sekolah, dan di taman. Seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu di tempat yang tepat, mari kita menuliskan kata depan "di" dengan teliti dan benar dalam setiap kalimat yang kita tulis. 🌟



Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Matematika

Hari / Tanggal        : Selasa  / 29 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Komposisi Bangun Datar dan Dekomposisi

Pertemuan             : 21


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

🔷 Komposisi Bangun Datar dan Dekomposisi

Matematika • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🧩 Menyusun (Komposisi)✂️ Mengurai (Dekomposisi)🔺 Bangun Datar
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Geometri – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengenal berbagai bangun datar (segitiga, segiempat, segibanyak, dan lingkaran) dan bangun ruang. Peserta didik dapat menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) suatu bangun datar (segitiga, segiempat, dan segibanyak) menjadi bentuk lain, serta menggunakannya untuk membuat bentuk-bentuk yang ada di sekitarnya.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bangun datar.
🧩MEANINGFUL
Melalui kegiatan menyusun potongan bangun datar (tangram atau kertas warna), peserta didik mampu menyusun beberapa bangun datar menjadi bentuk baru yang mirip benda di sekitarnya, seperti rumah, perahu, atau kupu-kupu.
✂️MEANINGFUL
Peserta didik mampu mengurai sebuah bangun datar menjadi bangun-bangun datar yang lebih kecil, dikaitkan dengan benda sehari-hari seperti kertas lipat dan roti tawar.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati bentuk dan jumlah bangun datar dengan tenang, peserta didik mampu bersikap sabar dan teliti saat mencoba berbagai susunan.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil susunan dan uraian bangun datarnya apakah sudah sesuai.
😄JOYFUL
Melalui permainan tangram atau puzzle bangun datar secara berkelompok, peserta didik mampu berkreasi dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan lewat praktik (meaningful), hingga berkreasi secara menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati bentuk dan jumlah bangun datar dengan tenang dan teliti.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bangun datar. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menyusun beberapa bangun datar menjadi bentuk baru yang mirip benda di sekitarnya.
3.4MEANINGFUL Peserta didik mengurai sebuah bangun datar menjadi bangun-bangun datar yang lebih kecil.
3.5MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali hasil susunan dan uraian bangun datarnya.
3.6JOYFUL Peserta didik berkreasi dengan tangram/puzzle bangun datar secara berkelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis benda konkret dan eksplorasi bentuk, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri berbagai cara menyusun dan mengurai bangun datar.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menyusun dan memotong bangun datar dari kertas.
✋Praktik Langsung – siswa menggunting, menyusun, dan menempel potongan bangun datar.
🎲Permainan Tangram/Puzzle – siswa berkelompok menyusun bentuk baru dari potongan bangun datar untuk mendukung unsur joyful.
💬Diskusi & Presentasi Karya – siswa menceritakan bentuk yang mereka susun kepada teman.
5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan banyak bentuk yang tersusun rapi di alam, seperti sarang lebah yang tersusun dari bentuk segi enam yang sama.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki berupa makanan yang bisa dibagi-bagi, seperti roti yang dipotong menjadi beberapa bagian untuk dinikmati bersama.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur segala sesuatu dari bagian-bagian kecil menjadi satu kesatuan yang indah dan teratur.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan bentuk-bentuk kecil yang tersusun menjadi bentuk besar yang indah. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki yang bisa kita bagi menjadi beberapa bagian. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur bagian-bagian kecil menjadi satu kesatuan, hari ini kita belajar menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) bangun datar.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan sarang lebah dari banyak bentuk kecil yang tersusun rapi. Menurutmu, apa yang bisa kita pelajari dari kerapian susunan bentuk-bentuk kecil menjadi satu bentuk yang besar?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa makanan yang bisa dibagi-bagi, seperti roti yang dipotong. Bagaimana perasaanmu ketika kamu membagi sesuatu dengan adil kepada temanmu?
  3. Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu dari bagian kecil menjadi satu kesatuan yang indah. Menurutmu, mengapa kita perlu sabar dan teliti saat menyusun potongan bangun datar menjadi bentuk yang baru?
6Yuk, Ingat Lagi! (Bentuk di Sekitar yang Merupakan Bangun Ruang)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Dadu berbentuk kubus.B / S
2.Bola basket berbentuk bola.B / S
3.Kaleng susu berbentuk kubus.B / S
4.Bangun ruang dan bangun datar adalah sama.B / S
5.Kotak pensil bisa berbentuk balok.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Benar   3. Salah (kaleng susu berbentuk tabung)   4. Salah (bangun ruang punya isi/ruang, bangun datar hanya rata)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Komposisi dan Dekomposisi Bangun Datar

🧩 A. Komposisi = Menyusun

Komposisi bangun datar artinya menyusun beberapa bangun datar menjadi bentuk baru.

+=
2 segitiga disusun menjadi 1 persegi
+=
1 persegi + 1 segitiga (+ 1 persegi panjang kecil sebagai pintu) = gambar rumah
Contoh sehari-hari: Saat bermain tangram, kamu menyusun potongan segitiga, persegi, dan jajar genjang menjadi bentuk kupu-kupu atau perahu.

✂️ B. Dekomposisi = Mengurai

Dekomposisi bangun datar artinya mengurai (memecah) sebuah bangun datar menjadi bangun-bangun datar yang lebih kecil.

→+
1 persegi dipotong dari sudut ke sudut menjadi 2 segitiga
Contoh sehari-hari: Roti tawar berbentuk persegi dipotong miring dari sudut ke sudut menjadi 2 potong roti berbentuk segitiga.

📝 C. Langkah Menyusun dan Mengurai

1Amati bentuk dan jumlah bangun datar yang kamu punya.
2Komposisi: coba susun bangun-bangun itu menjadi bentuk baru, boleh lebih dari satu cara.
3Dekomposisi: bayangkan garis potong pada sebuah bangun, lalu sebutkan bangun apa saja yang terbentuk.
4Periksa kembali: apakah susunan atau potonganmu sudah rapi dan sesuai?
🔺 🟦 🏠 ⛵ 🦋
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Menyusun beberapa bangun datar menjadi bentuk baru disebut ....

A. komposisi

B. dekomposisi

C. pengurangan

D. pembagian

MUDAH

2. Mengurai (memecah) sebuah bangun datar menjadi bangun-bangun yang lebih kecil disebut ....

A. komposisi

B. dekomposisi

C. penjumlahan

D. pengukuran

MUDAH

3. Bangun datar yang memiliki tiga sisi disebut ....

A. persegi

B. lingkaran

C. segitiga

D. persegi panjang

SEDANG

4. Sebuah persegi dipotong lurus dari satu sudut ke sudut yang berhadapan. Bangun yang terbentuk adalah ....

A. 2 lingkaran

B. 3 persegi

C. 1 segitiga

D. 2 segitiga

SEDANG

5. Sebuah gambar rumah tersusun dari persegi sebagai dinding. Bangun datar yang tepat untuk atap rumah yang runcing adalah ....

A. segitiga

B. lingkaran

C. persegi panjang

D. bola

SEDANG

6. Dua segitiga siku-siku yang sama besar jika disusun rapat dapat membentuk ....

A. lingkaran

B. persegi atau persegi panjang

C. tabung

D. kubus

SEDANG

7. Roti tawar berbentuk persegi dipotong miring dari sudut ke sudut. Bentuk potongan roti tersebut adalah ....

A. lingkaran

B. persegi panjang

C. segitiga

D. bola

SUKAR

8. Bu Guru menyusun gambar rumah dari 1 persegi besar sebagai dinding, 1 segitiga sebagai atap, dan 1 persegi panjang kecil sebagai pintu. Berapa banyak bangun datar yang digunakan seluruhnya?

A. 2

B. 4

C. 5

D. 3

SUKAR

9. Doni menyusun gambar perahu dari 1 persegi panjang sebagai badan perahu dan 2 segitiga sebagai layar. Jika ia ingin membuat 2 perahu yang sama, berapa banyak segitiga yang dibutuhkan?

A. 4

B. 2

C. 6

D. 3

SUKAR

10. Sinta memotong selembar kertas persegi menjadi 2 segitiga yang sama besar. Lalu ia memotong salah satu segitiga menjadi 2 segitiga yang lebih kecil. Berapa potongan segitiga yang dimiliki Sinta sekarang?

A. 2

B. 3

C. 4

D. 5

✔Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan keteraturan bentuk ciptaan Allah.
  • Mengamati bentuk dan jumlah bangun datar dengan tenang melatih kesabaran dan ketelitian siswa saat mencoba berbagai susunan.
  • Memeriksa kembali hasil susunan dan uraian melatih kesadaran diri siswa sebelum menyelesaikan karyanya.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Komposisi dikaitkan dengan bentuk nyata di sekitar siswa: rumah, perahu, dan kupu-kupu yang tersusun dari bangun datar.
  • Dekomposisi dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari: memotong roti tawar dan kertas lipat.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran dan praktik menggunting serta menyusun potongan bangun datar membuat belajar terasa seperti bermain.
  • Permainan tangram/puzzle berkelompok memberi ruang siswa berkreasi dan bangga pada hasil susunannya.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa komposisi adalah menyusun beberapa bangun datar menjadi bentuk baru, dan dekomposisi adalah mengurai sebuah bangun datar menjadi bangun-bangun yang lebih kecil. Contohnya 2 segitiga bisa disusun menjadi 1 persegi, dan 1 persegi bisa dipotong menjadi 2 segitiga. Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan bentuk-bentuk tersusun rapi di alam, mari kita sabar, teliti, dan kreatif saat menyusun dan mengurai bangun datar. 🌟


Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS Nama Guru              : Oktarina, S.Pd. Mapel                           : Bahasa Indonesia Hari / Tanggal        : Selasa   / 29 ...