Jumat, 28 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal        : Jumat / 28 Agustus 2026

Fase / Kelas            : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                      : Kalimat Tanya

Pertemuan              : 11


📖 Kalimat Tanya ✏️
Bahasa Indonesia — Kelas 2 SD

🧒❓👧❓🧑‍🏫

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menulis kalimat sederhana, termasuk kalimat tanya, dengan menggunakan kosakata yang tepat, kata tanya yang sesuai, serta tanda baca yang benar untuk menyampaikan rasa ingin tahu tentang diri sendiri dan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

TP Umum: Murid dapat menuliskan contoh kalimat tanya dengan menggunakan kata tanya dan tanda tanya yang tepat.
🧘 Mindful: Murid menyadari dan mengenali rasa ingin tahunya sendiri, lalu belajar mengungkapkannya dengan kalimat tanya yang santun dan tepat, sehingga terlatih untuk fokus dan sadar penuh saat berbicara maupun menulis.
🌱 Meaningful: Murid memahami bahwa kalimat tanya bermanfaat dalam kehidupan nyata, misalnya saat bertanya kepada guru, orang tua, atau teman, sehingga materi terasa dekat dan berguna bagi dirinya.
😊 Joyful: Murid belajar kalimat tanya melalui video, permainan tebak kata tanya, dan contoh-contoh yang menyenangkan dari kehidupan sehari-hari, sehingga suasana belajar terasa gembira dan tidak menegangkan.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

TahapKegiatan Belajar
1Murid mengingat kembali kata tanya (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana) melalui kuis benar/salah.
2Murid menonton video dan mendengarkan penjelasan tentang pengertian kalimat tanya beserta ciri-cirinya.
3Murid mengamati contoh kalimat tanya dari kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.
4Murid berlatih membedakan kalimat tanya yang tepat dan kurang tepat melalui soal pilihan ganda.
5Murid mampu menuliskan kalimat tanya sendiri dengan kata tanya dan tanda tanya yang benar.


🕌 Apersepsi: Mengenal Kebesaran Allah

Al Khalik, Ar Razaq, dan Al Malik

Anak-anak yang soleh dan solehah, sebelum belajar hari ini, ayo kita ingat kebesaran Allah Swt. ✨

🌍 Al Khalik artinya Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan kita dengan otak yang bisa berpikir dan hati yang penuh rasa ingin tahu. Karena itulah kita senang bertanya "apa", "mengapa", dan "bagaimana" tentang dunia di sekitar kita.

🍚 Ar Razaq artinya Allah Maha Pemberi Rezeki. Allah memberi kita rezeki berupa kesempatan untuk belajar, guru yang baik, dan buku untuk membaca. Rezeki ini kita gunakan untuk belajar kalimat tanya hari ini.

👑 Al Malik artinya Allah Maha Merajai dan Maha Mengatur. Allah mengatur segala sesuatu dengan rapi, termasuk aturan berbahasa yang baik. Saat kita bertanya, kita juga harus mengikuti aturan, yaitu menggunakan kata tanya yang tepat dan tanda tanya (?) di akhir kalimat.

Yuk, kita gunakan rasa ingin tahu pemberian Allah ini untuk belajar kalimat tanya dengan sopan dan benar! 🤲

1️⃣ Yuk, Mengingat Lagi! (Kuis Benar/Salah)

Sebelum belajar materi baru, ayo kita ingat kembali pelajaran tentang kata tanya pada pertemuan sebelumnya. Jawab dengan Benar (B) atau Salah (S) ya!

1. Kata "siapa" digunakan untuk menanyakan nama orang. (B/S)
2. Kata "kapan" digunakan untuk menanyakan tempat. (B/S)
3. Kata "mengapa" digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab. (B/S)
4. Kata "berapa" digunakan untuk menanyakan jumlah atau harga. (B/S)
5. Kata "bagaimana" digunakan untuk menanyakan cara atau keadaan. (B/S)
🔑 Kunci Jawaban Kuis Benar/Salah:
1. Benar   |   2. Salah (kapan = waktu)   |   3. Benar   |   4. Benar   |   5. Benar

2️⃣ Ayo Belajar: Apa itu Kalimat Tanya?

Sekarang, ayo tonton video pembelajaran berikut ini terlebih dahulu ya! 🎬

Sumber: kanal YouTube pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 2 SD.

📌 Apa itu Kalimat Tanya?

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu kepada orang lain. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya (?), bukan titik (.) atau tanda seru (!).

🔑 Kata Tanya yang Sering Digunakan

Kata TanyaDigunakan untuk MenanyakanContoh
Apabenda atau kegiatanApa yang kamu bawa ke sekolah?
Siapanama orangSiapa nama guru kelasmu?
KapanwaktuKapan kamu berulang tahun?
Di manatempatDi mana kamu meletakkan tasmu?
Mengapaalasan/sebabMengapa kamu datang terlambat?
Bagaimanacara/keadaanBagaimana caramu menggosok gigi?
Berapajumlah/hargaBerapa jumlah pensilmu?

✏️ Cara Membuat Kalimat Tanya yang Benar

Ada 3 langkah mudah membuat kalimat tanya, yuk kita coba dengan contoh kehidupan sehari-hari di sekolah:

1️⃣ Pilih kata tanya yang sesuai dengan apa yang ingin kita ketahui.
Contoh: Aku ingin tahu nama teman baruku, jadi aku pakai kata tanya "siapa".

2️⃣ Susun kalimat dengan urutan yang benar, biasanya kata tanya diletakkan di awal kalimat.
Contoh: Siapa + nama teman barumu? → "Siapa nama teman barumu?"

3️⃣ Beri tanda tanya (?) di akhir kalimat, dan huruf awal kalimat ditulis dengan huruf kapital.
Contoh yang benar: "Siapa nama teman barumu?"
Contoh yang salah: siapa nama teman barumu ❌ (huruf kecil dan tanpa tanda tanya)

🏠 Contoh Kalimat Tanya dalam Kehidupan Sehari-hari

🍚 Di rumah: "Bu, apa menu makan siang hari ini?"
🎒 Di sekolah: "Bu Guru, kapan kita ulangan Matematika?"
⚽ Saat bermain: "Kamu mau main apa sepulang sekolah?"
🚌 Di jalan: "Pak, berapa lama lagi sampai sekolah?"

3️⃣ Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

Tingkat kesukaran soal meningkat dari mudah, sedang, hingga sukar.

Mudah
1. Tanda apa yang digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya?
A. Titik (.)   B. Tanda seru (!)   C. Koma (,)   D. Tanda tanya (?)
Mudah
2. Kata tanya yang tepat untuk kalimat "... namamu?" adalah...
A. Siapa   B. Kapan   C. Mengapa   D. Berapa
Mudah
3. Manakah kalimat di bawah ini yang merupakan kalimat tanya?
A. Ani menyapu halaman.
B. Ayah minum kopi.
C. Kapan kita pergi ke kebun binatang?
D. Tutup pintu itu!
Sedang
4. Kata tanya yang tepat untuk menanyakan tempat adalah...
A. Mengapa   B. Di mana   C. Kapan   D. Berapa
Sedang
5. Penulisan kalimat tanya yang benar adalah...
A. berapa harga buku ini?
B. Berapa harga buku ini.
C. Berapa Harga buku ini?
D. Berapa harga buku ini?
Sedang
6. Kalimat tanya yang tepat untuk menanyakan alasan adalah...
A. Mengapa kamu terlambat ke sekolah?
B. Siapa nama ayahmu?
C. Di mana rumahmu?
D. Berapa umurmu?
Sedang
7. Perhatikan kalimat berikut: "kapan kita akan pergi ke perpustakaan". Kesalahan pada kalimat tersebut adalah...
A. Kata tanya yang digunakan salah
B. Kalimat terlalu panjang
C. Tidak ada tanda tanya dan huruf awal ditulis kecil
D. Tidak memiliki subjek
Sukar
8. Made ingin bertanya kepada temannya tentang cara membuat layang-layang. Kalimat tanya yang tepat adalah...
A. Made suka layang-layang.
B. Bagaimana cara membuat layang-layang?
C. Layang-layang itu bagus!
D. Made membeli layang-layang.
Sukar
9. Manakah kalimat tanya yang ditulis dengan ejaan yang benar?
A. siapa nama gurumu
B. Siapa nama gurumu.
C. Siapa Nama gurumu?
D. Siapa nama gurumu?
Sukar
10. Doni melihat temannya membawa bekal yang enak dan ingin tahu isinya. Kalimat tanya yang paling tepat adalah...
A. Apa isi bekalmu hari ini?
B. Bekalmu enak sekali!
C. Aku juga bawa bekal.
D. Ibu membuatkan bekal.
🔑 Kunci Jawaban Pilihan Ganda:
1. D   |   2. A   |   3. C   |   4. B   |   5. D   |   6. A   |   7. C   |   8. B   |   9. D   |   10. A

4️⃣ Analisis Pembelajaran Mendalam

🧘 Mindful (Sadar Penuh)

Terlihat pada kegiatan kuis benar/salah di awal, yang melatih murid untuk fokus mengingat kembali pelajaran sebelumnya, serta pada apersepsi keislaman yang mengajak murid menyadari rasa ingin tahu sebagai pemberian Allah Swt.

🌱 Meaningful (Bermakna)

Terlihat pada contoh-contoh kalimat tanya yang diambil dari kehidupan sehari-hari murid di rumah, sekolah, dan saat bermain, sehingga murid memahami bahwa kalimat tanya benar-benar berguna dan dekat dengan kesehariannya.

😊 Joyful (Menyenangkan)

Terlihat pada penggunaan video pembelajaran, ilustrasi emoji yang menarik, serta soal pilihan ganda dengan tingkat kesukaran yang bertahap, sehingga murid dapat belajar sambil merasa tertantang namun tetap gembira.

✅ Kesimpulan

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu, ditandai dengan kata tanya seperti apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana, dan berapa, serta selalu diakhiri dengan tanda tanya (?). Dengan belajar kalimat tanya, murid dapat menyalurkan rasa ingin tahu yang telah Allah Swt. berikan dengan cara yang sopan dan sesuai aturan berbahasa yang baik dan benar. 🌟
🌈 Selamat Belajar, Anak Soleh dan Solehah! 🌈






Kamis, 27 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Matematika

Hari / Tanggal        : Kamis / 27 Agustus 2026

Fase / Kelas            : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                      : Penjumlahan Dua Bilangan Susun ke Bawah dengan Teknik Menyimpan.

Pertemuan              : 11


CP                            :

Menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 50 menggunakan gambar.

TP                            :

Menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 50 menggunakan gambar.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

➕ Penjumlahan Dua Bilangan Susun ke Bawah dengan Teknik Menyimpan

Matematika • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🧮 Bersusun ke Bawah🎁 Teknik Menyimpan🔢 Sampai 50

Tujuan Pembelajaran
🎯MEANINGFUL
Melalui kegiatan melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret (kelereng, sedotan, atau kubus satuan) yang banyaknya sampai 50, peserta didik mampu menjumlahkan dua bilangan bersusun ke bawah dengan teknik menyimpan secara tepat.
🎁MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan proses "menyimpan" ketika hasil penjumlahan satuan lebih dari 9, dikaitkan dengan pengalaman menukar 10 benda satuan menjadi 1 kelompok puluhan.
🧘MINDFUL
Melalui latihan berhitung langkah demi langkah dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, peserta didik mampu mengerjakan penjumlahan bersusun secara teliti dan berurutan, dimulai dari satuan ke puluhan.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil pekerjaannya sendiri dengan penuh kesadaran sebelum menuliskan jawaban akhir.
😄JOYFUL
Melalui permainan kartu bilangan atau kuis kelompok, peserta didik mampu menyelesaikan soal penjumlahan bersusun dengan teknik menyimpan secara antusias dan menyenangkan





ATP                            :

Mengenal nilai tempat dengan benda konkret & bundel puluhan-satuan.

Penjumlahan bersusun tanpa menyimpan

Menemukan "masalah": satuan lebih dari 9, lalu bagaimana? (kegiatan eksplorasi)

Teknik menyimpan secara eksplisit — inti materi

Latihan terbimbing & mandiri, permainan kartu bilangan

Pendekatan & Metode Pembelajaran
🌱 Pendekatan: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan pendekatan saintifik berbasis benda konkret, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri konsep "menyimpan" melalui manipulasi benda konkret.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan langkah penjumlahan bersusun menggunakan kelereng/sedotan.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – melatih siswa berpikir kritis saat menentukan kapan harus menyimpan.
🎲Permainan Edukatif (Games) – kartu bilangan atau kuis kelompok untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan soal mandiri bertingkat untuk mengukur pemahaman siswa.

Apersepsi: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada, termasuk kemampuan berpikir dan berhitung yang ada pada diri kita.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki kepada setiap makhluk dengan jumlah yang berbeda-beda setiap hari, dan rezeki itu sering perlu kita jumlahkan.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur alam semesta ini dengan sangat rapi dan teratur, tidak ada satu pun yang tertukar atau berantakan.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan akal kita agar mampu berhitung. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki yang jumlahnya berbeda-beda sehingga kita perlu pandai menjumlahkannya. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan teratur, hari ini kita juga akan belajar menjumlahkan bilangan secara tersusun rapi dan berurutan, yaitu penjumlahan bersusun ke bawah dengan teknik menyimpan.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan kemampuan berpikir dan berhitung pada diri kita. Bagaimana caranya kita bersyukur atas kemampuan berhitung yang telah Allah berikan?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki dengan jumlah berbeda setiap harinya. Jika hari ini kamu diberi uang saku, lalu besok mendapat tambahan dari kakek, bagaimana caranya kamu menghitung jumlah keseluruhan uangmu?
  3. Allah Al-Malik mengatur alam semesta ini dengan sangat teratur, tidak ada yang tertukar. Menurutmu, mengapa saat mengerjakan penjumlahan bersusun kita juga harus mengerjakannya secara berurutan dan rapi, dimulai dari satuan lalu puluhan?




Yuk, Ingat Lagi! (Nilai Tempat Bilangan)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Bilangan 38 terdiri dari 3 puluhan dan 8 satuan.B / S
2.Pada bilangan 45, angka 4 menunjukkan nilai satuan.B / S
3.Bilangan 29 dapat diuraikan menjadi 2 puluhan + 9 satuan.B / S
4.Nilai tempat puluhan pada bilangan 7 adalah 7.B / S
5.Angka satuan pada bilangan 50 adalah 0.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (4 adalah puluhan)   3. Benar   4. Salah (bilangan 7 tidak memiliki nilai puluhan/nilainya 0)   5. Benar


Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!


Ayo Belajar: Penjumlahan Bersusun dengan Teknik Menyimpan

🧮 Kapan Kita "Menyimpan"?

Saat menjumlahkan angka satuan dan hasilnya 10 atau lebih, kita harus mengelompokkan 10 satuan menjadi 1 puluhan, lalu "menyimpan" 1 puluhan itu untuk ditambahkan ke kolom puluhan.

Contoh sehari-hari: Budi punya 27 kelereng, lalu diberi kakaknya 18 kelereng lagi. Kalau satuannya dijumlahkan (7 + 8 = 15), kita tidak bisa menulis "15" begitu saja di kolom satuan. Kita ambil 10 kelereng dan kelompokkan jadi 1 "kantong puluhan" baru, sisanya 5 kelereng lepas.

📝 Langkah-Langkah Penjumlahan Bersusun dengan Teknik Menyimpan

1Susun kedua bilangan ke bawah, sejajarkan kolom Puluhan (P) dan Satuan (S).
2Jumlahkan kolom satuan terlebih dahulu.
3Jika hasil satuan 10 atau lebih, tulis angka satuannya dan simpan 1 ke kolom puluhan.
4Jumlahkan kolom puluhan, termasuk angka simpanan tadi.
5Tulis hasil akhir penjumlahan.

Contoh: Uang saku Dinda hari ini Rp27, lalu Ibu memberi tambahan Rp18. Berapa uang Dinda sekarang?

simpan 1 →
2 7
1 8 +
4 5

Satuan: 7 + 8 = 15 → tulis 5, simpan 1
Puluhan: 1 (simpanan) + 2 + 1 = 4
Jadi, 27 + 18 = 45

🧮 🪙 🍬 ✏️ 🎁

Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Pada penjumlahan bersusun, kita mulai menjumlahkan dari kolom ....

A. satuan

B. puluhan

C. ratusan

D. tidak ada aturan

MUDAH

2. Kita "menyimpan" angka pada penjumlahan bersusun jika hasil penjumlahan satuan ....

A. kurang dari 10

B. 10 atau lebih

C. tepat 5

D. adalah 0

MUDAH

3. Hasil dari 6 + 7 pada kolom satuan adalah 13. Maka yang tepat adalah ....

A. ditulis 1, disimpan 3

B. ditulis 13, disimpan 0

C. ditulis 3, disimpan 1

D. ditulis 0, disimpan 13

SEDANG

4. 24 + 19 = ....

A. 33

B. 45

C. 53

D. 43

SEDANG

5. Hasil penjumlahan 28 + 15 adalah ....

A. 33

B. 43

C. 34

D. 44

SEDANG

7. Hasil penjumlahan 26 + 17 adalah ....

A. 33

B. 53

C. 43

D. 34


Kesimpulan
Hari ini kita belajar penjumlahan bersusun ke bawah dengan teknik menyimpan. Caranya adalah menjumlahkan satuan terlebih dahulu, jika hasilnya 10 atau lebih maka kita menyimpan 1 ke kolom puluhan, lalu menjumlahkan puluhan beserta simpanannya. Seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan sangat rapi dan teratur, mari kita juga mengerjakan penjumlahan bersusun dengan tertib, teliti, dan penuh semangat, sebagai bentuk syukur kita kepada Allah Al-Khaliq dan Ar-Razzaq. 🌟

Refleksi
Dari 28 murid yang hadir pada hari ini (1 murid dalam keadaan sakit), pada pengerjaan soal latihan mengenai penjumlahan dengan teknik menyimpan, Alhamdulillah sudah sebagian besar anak-anak memahami cara penjumlahan dengan teknik menyimpan. Yang masih menjadi kendala adalah kurang ketelitian anak-anak dalam berhitung angka yang disimpan pada bagian puluhan. Sehingga, guru memberikan pendampingan dan penjelasan secara individu bagi anak-anak yang masih keliru dalam berhitung penjumlahan.



Rabu, 26 Agustus 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Sumatif Harian 1 - Pendidikan Anti Korupsi"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Hari / Tanggal        : Rabu / 26 Agustus 2026

Fase / Kelas            : A / 2 Zubair bin Awwam

Mata Pelajaran      : Pendidikan Anti Korupsi (Sumatif Harian 1)


🌟 LATIHAN SOAL PENDIDIKAN ANTI KORUPSI 🌟

Sikap Jujur, Adil, dan Tanggung Jawab — Kelas 2 SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

📖 20 Soal Isian🔑 Kunci Jawaban⭐ Fase A

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu mengenal dan menerapkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan sekolah, serta mampu menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari pembiasaan karakter anti korupsi sejak dini.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Peserta didik dapat menjelaskan pengertian sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.
  • Peserta didik dapat menjelaskan pengertian sikap adil dalam kehidupan sehari-hari.
  • Peserta didik dapat menjelaskan pengertian sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
  • Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku jujur, adil, dan tanggung jawab melalui sebuah cerita.
  • Peserta didik dapat menerapkan sikap jujur, adil, dan tanggung jawab di sekolah maupun di rumah.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Pertemuan 1: Mengenal pengertian dan contoh sikap jujur melalui cerita dan tanya jawab.
  • Pertemuan 2: Mengenal pengertian dan contoh sikap adil melalui cerita dan bermain peran.
  • Pertemuan 3: Mengenal pengertian dan contoh sikap tanggung jawab melalui cerita dan diskusi kelompok.
  • Pertemuan 4: Menerapkan sikap jujur, adil, dan tanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari, dilanjutkan evaluasi sumatif.

🧩 Metode Pembelajaran

  • Storytelling (bercerita)
  • Diskusi kelompok
  • Bermain peran (role play)
  • Tanya jawab
  • Pembiasaan sikap positif

🎒 Media Pembelajaran

  • Buku cerita bergambar
  • Poster nilai jujur-adil-tanggung jawab
  • Video animasi pendidikan karakter
  • Kartu sikap/emosi
  • Boneka tangan untuk bermain peran

📖 CERITA PENDEK

Ketulusan Hati Dimas

Dimas adalah anak kelas 2 yang ramah dan suka membantu teman-temannya. Suatu pagi, saat sedang piket membersihkan kelas, Dimas menemukan uang di bawah meja belajar. Ia tahu uang itu bukan miliknya. Tanpa berpikir panjang, Dimas membawa uang tersebut kepada Bu Guru dan berkata, "Bu, saya menemukan uang ini di bawah meja. Sepertinya milik teman kita." Sikap Dimas menunjukkan bahwa ia adalah anak yang jujur.

Beberapa hari kemudian, kelas Dimas merayakan ulang tahun bersama. Bu Guru meminta Dimas membagikan kue kepada semua teman. Dimas membagikan kue itu sama besar untuk setiap anak, tanpa membeda-bedakan siapa yang duduk di depan atau belakang. Semua teman mendapatkan bagian yang sama. Sikap Dimas ini menunjukkan bahwa ia adalah anak yang adil.

Setelah pesta selesai, Dimas mendapat tugas menyiram tanaman di pojok kelas setiap pagi. Meskipun kadang ia merasa lelah dan teman-temannya sudah bermain lebih dulu, Dimas tetap menyelesaikan tugas menyiram tanaman sampai selesai setiap harinya. Sikap Dimas ini menunjukkan bahwa ia adalah anak yang bertanggung jawab.

Bu Guru sangat bangga kepada Dimas. Bu Guru berkata, "Anak yang jujur, adil, dan bertanggung jawab akan disayang dan dipercaya oleh semua orang." Dimas pun berjanji akan terus membiasakan sikap baik ini setiap hari, baik di sekolah maupun di rumah.

🤲
JUJUR

Berkata dan berbuat sesuai kenyataan.

⚖️
ADIL

Memperlakukan semua orang secara sama.

TANGGUNG JAWAB

Menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh.

✍️ Soal Isian Singkat

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat berdasarkan cerita di atas!

1

Dimas menemukan uang di bawah .... 

2

Dimas menyerahkan uang temuannya kepada .... 

3

Sikap Dimas yang tidak mengambil uang bukan miliknya menunjukkan sifat .... 

4

Saat membagikan kue ulang tahun, Dimas membagikannya secara .... untuk semua teman. 

5

Dimas tidak membeda-bedakan teman ketika membagi kue. Sikap ini disebut sikap .... 

6

Dimas bertugas menyiram tanaman di kelas setiap .... 

7

Walaupun lelah, Dimas tetap menyelesaikan tugasnya sampai selesai. Sikap ini menunjukkan .... 

8

Jika kita menemukan barang milik orang lain, sebaiknya barang itu kita .... kepada guru. 

9

Anak yang jujur akan lebih mudah .... oleh orang lain. 

10

Bersikap adil berarti memperlakukan semua orang secara .... 

11

Mengerjakan tugas hingga tuntas merupakan contoh sikap .... 

12

Lawan kata dari sikap jujur adalah .... 

13

Ketika membagi tugas piket kelas, sebaiknya tugas dibagi secara .... agar semua kebagian. 

14

Anak yang bertanggung jawab akan .... tugasnya sampai selesai. 

15

Bu Guru merasa .... melihat sikap baik Dimas. 

16

Berkata apa adanya dan tidak berbohong disebut sikap .... 

17

Sebutkan tiga sikap baik yang ditunjukkan Dimas dalam cerita! Jawab: ...., ...., dan .... 

18

Jika kita diberi tugas piket, sebaiknya kita kerjakan dengan .... 

19

Membeda-bedakan teman saat membagi sesuatu adalah contoh sikap tidak .... 

20

Tuliskan satu manfaat jika kita selalu bersikap jujur! Jawab: .... 

🔑 Kunci Jawaban

1. Meja belajar
2. Bu Guru
3. Jujur
4. Sama rata / adil
5. Adil
6. Hari (setiap pagi)
7. Tanggung jawab
8. Serahkan/kembalikan
9. Dipercaya
10. Sama/setara
11. Tanggung jawab
12. Bohong/curang
13. Adil/merata
14. Menyelesaikan
15. Bangga/senang
16. Jujur
17. Jujur, adil, tanggung jawab
18. Sungguh-sungguh
19. Adil
20. Dipercaya/disukai teman (kebijakan guru)

💡 Kesimpulan

Sikap jujur, adil, dan tanggung jawab adalah nilai-nilai baik yang perlu dibiasakan sejak kecil. Jujur berarti berkata dan berbuat sesuai kenyataan, adil berarti memperlakukan semua orang secara sama, dan tanggung jawab berarti menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh. Ketiga sikap ini, jika dilakukan setiap hari, akan membuat kita disayang, dipercaya, dan dihormati oleh orang lain, serta menjadi bekal penting untuk mencegah sikap curang seperti korupsi sejak dini.


REFLEKSI :

Dari 27 murid yang mengikuti SH hari ini (2 murid dalam keadaan sakit), maka dari nilai SH Alhamdulillah sudah sebagian besar murid dapat memahami keadaan-keadaan yang berhubungan dengan sikap jujur, adil dan juga bertanggungjawab.

Mari biasakan sikap baik setiap hari!
Jujur itu hebat, Adil itu mulia, Tanggung jawab itu keren! ❤️

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Bahasa Indonesia"

IDENTITAS Nama Guru              : Oktarina, S.Pd. Mapel                           : Bahasa Indonesia Hari / Tanggal        :  Jumat / 28 Ag...