Rabu, 09 September 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Seni Rupa"

 IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Seni Rupa

Hari / Tanggal        : Rabu / 9 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Jenis-Jenis Penggaris dan Manfaat/Fungsinya dalam Membuat Karya

Pertemuan             : 8


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

📏 Jenis-Jenis Penggaris dan Manfaat/Fungsinya dalam Membuat Karya

Seni Rupa • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

📏 Penggaris📐 Alat Gambar🖼️ Berkarya
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Mengalami & Menciptakan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu mengenal, memilih, dan menggunakan berbagai alat, bahan, dan prosedur dasar dalam menggambar dan berkarya seni rupa sesuai dengan tujuan penciptaan karya. Peserta didik mampu mengenal jenis-jenis penggaris beserta manfaat dan fungsinya untuk membuat garis lurus, sudut, dan bentuk geometris sederhana dalam karya seni dua dimensi.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami jenis-jenis penggaris dan manfaat/fungsinya dalam membuat karya.
📐MEANINGFUL
Melalui kegiatan mengamati dan mencoba langsung berbagai jenis penggaris, peserta didik mampu menggunakan penggaris yang tepat sesuai kebutuhan karya (garis lurus, sudut, atau lengkung).
🗣️MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan manfaat penggaris dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuat garis rapi pada tugas sekolah atau karya seni.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati bentuk dan fungsi penggaris dengan saksama, peserta didik mampu membedakan jenis-jenis penggaris dengan teliti.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu bersikap hati-hati dan sabar saat menggunakan penggaris agar garis yang dihasilkan rapi dan karya tidak rusak.
😄JOYFUL
Melalui praktik langsung menggambar menggunakan berbagai jenis penggaris, peserta didik mampu berkarya dengan gembira dan percaya diri.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam berkarya (meaningful), hingga praktik yang menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati bentuk dan fungsi berbagai penggaris dengan saksama untuk membedakannya dengan teliti.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami jenis-jenis penggaris dan manfaat/fungsinya dalam membuat karya. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menggunakan penggaris yang tepat sesuai kebutuhan karya (garis lurus, sudut, atau lengkung).
3.4MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan manfaat penggaris dalam kehidupan sehari-hari dan tugas sekolah.
3.5MINDFUL Peserta didik bersikap hati-hati dan sabar saat menggunakan penggaris agar garis yang dihasilkan rapi.
3.6JOYFUL Peserta didik berkarya dengan gembira dan percaya diri melalui praktik langsung menggambar menggunakan berbagai penggaris.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis eksplorasi alat dan praktik langsung, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Eksplorasi & Discovery Learning – siswa mengamati dan mencoba langsung berbagai jenis penggaris untuk menemukan fungsinya masing-masing.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menggunakan setiap jenis penggaris dengan benar.
Praktik / Unjuk Kerja – siswa berlatih langsung menggambar menggunakan penggaris sesuai kebutuhan karyanya.
💬Diskusi Kelompok – siswa berdiskusi membedakan fungsi tiap jenis penggaris.
🎲Permainan Tebak Alat – siswa menebak nama dan fungsi penggaris untuk mendukung unsur joyful.

5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan banyak bentuk yang rapi dan presisi di alam, seperti sarang lebah berbentuk segi enam yang sama persis dan kristal salju yang simetris.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi kita akal dan keterampilan tangan sehingga manusia mampu menciptakan alat bantu seperti penggaris untuk mempermudah pekerjaan.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur alam semesta dengan ukuran yang sangat tepat dan teratur, seperti orbit bumi mengelilingi matahari yang tidak pernah meleset.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan bentuk-bentuk yang rapi dan presisi di alam. Allah Ar-Razzaq memberi kita akal untuk menciptakan alat bantu seperti penggaris. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan ukuran yang sangat tepat, hari ini kita akan belajar menggunakan penggaris agar garis dan bentuk dalam karya seni kita juga rapi dan tepat.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan bentuk yang rapi dan presisi di alam, seperti sarang lebah. Menurutmu, mengapa kerapian dan ketepatan itu penting dalam sebuah karya seni?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi kita akal untuk menciptakan alat bantu seperti penggaris. Bagaimana perasaanmu jika harus membuat garis lurus tanpa menggunakan penggaris sama sekali?
  3. Allah Al-Malik mengatur alam semesta dengan ukuran yang sangat tepat, tidak meleset sedikit pun. Menurutmu, apa yang akan terjadi pada karya seni kita jika kita tidak berhati-hati dan teliti saat menggunakan penggaris?
6Yuk, Ingat Lagi! (Pencampuran Warna)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Mencampur warna merah dan kuning menghasilkan warna oranye.B / S
2.Mencampur warna biru dan kuning menghasilkan warna ungu.B / S
3.Warna sekunder dihasilkan dari pencampuran dua warna primer.B / S
4.Mencampur warna merah dan biru menghasilkan warna hijau.B / S
5.Warna primer tidak bisa dihasilkan dari pencampuran warna lain.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (biru + kuning = hijau)   3. Benar   4. Salah (merah + biru = ungu)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Jenis-Jenis Penggaris dan Fungsinya

📏 Mengapa Penggaris Penting dalam Berkarya?

Penggaris adalah alat yang membantu kita membuat garis lurus, sudut, dan bentuk yang rapi dan tepat. Tanpa penggaris, garis yang kita buat bisa menjadi tidak lurus dan kurang rapi.

📏
Penggaris Lurus (Mistar)
Untuk membuat garis lurus dan mengukur panjang. Contoh: menggaris buku tulis, membuat sketsa dinding rumah.
📐
Penggaris Segitiga
Untuk membuat garis miring dan sudut siku-siku. Contoh: menggambar atap rumah, layang-layang.
🧭
Busur Derajat
Untuk mengukur dan menggambar sudut serta lingkaran. Contoh: menggambar roda, matahari, jam dinding.
🌊
Penggaris Lengkung
Untuk membuat garis lengkung yang rapi. Contoh: menggambar awan, gelombang laut, bentuk daun.
Contoh sehari-hari: Saat Doni menggambar rumah dengan dinding lurus, atap segitiga, dan jendela bulat, ia menggunakan penggaris lurus untuk dinding, penggaris segitiga untuk atap, dan busur derajat untuk jendela bulat, agar hasil gambarnya rapi dan proporsional.
📏 📐 🧭 🏠 🖍️
9Riview (Pengulangan) Latihan
MUDAH

1. Alat yang digunakan untuk membuat garis lurus dan mengukur panjang disebut ....

A. penggaris

B. gunting

C. krayon

D. penghapus

MUDAH

2. Penggaris yang bentuknya lurus dan biasa digunakan untuk mengukur panjang buku adalah ....

A. penggaris segitiga

B. penggaris lurus

C. busur derajat

D. penggaris lengkung

MUDAH

3. Penggaris yang berbentuk setengah lingkaran dan digunakan untuk mengukur sudut disebut ....

A. penggaris lurus

B. penggaris segitiga

C. busur derajat

D. penggaris lengkung

SEDANG

4. Penggaris segitiga sangat cocok digunakan untuk membuat gambar ....

A. lingkaran penuh

B. tulisan huruf

C. warna gradasi

D. atap rumah yang miring

SEDANG

5. Saat menggambar jam dinding yang berbentuk bulat, alat yang paling cocok digunakan untuk membantu adalah ....

A. busur derajat/jangka

B. penggaris lurus

C. penggaris segitiga

D. gunting

SEDANG

6. Manfaat menggunakan penggaris dalam membuat karya adalah ....

A. membuat garis menjadi tidak rapi

B. membuat garis menjadi lurus dan rapi

C. mempersulit pekerjaan

D. tidak ada manfaatnya

SEDANG

7. Untuk menggambar layang-layang yang memiliki sisi miring dan sudut siku-siku, penggaris yang paling tepat digunakan adalah ....

A. busur derajat

B. penggaris lengkung

C. penggaris segitiga

D. tidak perlu penggaris

SUKAR

8. Rini ingin menggambar gelombang laut yang melengkung dengan rapi dalam karyanya. Jenis penggaris yang paling tepat digunakan Rini adalah ....

A. penggaris lurus

B. penggaris segitiga

C. busur derajat

D. penggaris lengkung

SUKAR

9. Doni membuat gambar rumah dengan dinding lurus, atap segitiga, dan jendela berbentuk lingkaran. Alat yang sebaiknya digunakan secara berurutan untuk dinding, atap, dan jendela adalah ....

A. penggaris lurus, penggaris segitiga, busur derajat/jangka

B. busur derajat, penggaris lurus, penggaris segitiga

C. penggaris segitiga, busur derajat, penggaris lurus

D. penggaris lengkung, penggaris lurus, busur derajat

SUKAR

10. Ketika membuat karya seni tanpa menggunakan penggaris sama sekali untuk garis-garis yang seharusnya lurus, hal yang kemungkinan terjadi adalah ....

A. garis akan lebih lurus dan rapi

B. garis bisa menjadi tidak rapi dan kurang presisi

C. karya menjadi lebih cepat selesai dengan hasil sempurna

D. tidak ada pengaruhnya sama sekali

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna kerapian dan ketepatan ciptaan Allah.
  • Kegiatan mengamati bentuk dan fungsi setiap penggaris dengan saksama melatih ketelitian siswa dalam membedakannya.
  • Bersikap hati-hati dan sabar saat menggunakan penggaris melatih kesadaran diri siswa agar hasil karya tetap rapi.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Setiap jenis penggaris dikaitkan dengan kebutuhan nyata dalam berkarya: menggambar rumah, layang-layang, jam, atau gelombang laut.
  • Manfaat penggaris juga dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari siswa, seperti menggaris buku tulis dan tugas sekolah.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran dan praktik langsung menggambar dengan berbagai penggaris membuat siswa lebih mudah memahami materi secara nyata dan menyenangkan.
  • Permainan tebak alat dan diskusi kelompok membuat siswa antusias mengenal jenis-jenis penggaris.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar mengenal berbagai jenis penggaris, yaitu penggaris lurus, penggaris segitiga, busur derajat, dan penggaris lengkung, beserta manfaatnya masing-masing dalam membuat karya seni yang rapi dan tepat. Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan bentuk-bentuk yang presisi di alam, dan Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan ukuran yang tepat, mari kita gunakan penggaris dengan hati-hati dan teliti agar karya kita menjadi lebih indah dan rapi. 🌟
Di Minggu ini, Alhamdulillah selesai materi untuk 1 Bab ya Nak. Untuk itu, tugas hari ini, kita akan mengaplikasikannya dalam membuat topeng sederhana dengan teknik mewarnai dan menggunting yang sudah kalian pelajari. Silahkan anak2 mewarnai gambar topeng di bawah ini, kemudian digunting ya sesuaikan bentuk wajah. 
TUGAS : 

Selasa, 08 September 2026

Kelas 2 Zubair bin Awwam "Matematika"

IDENTITAS

Nama Guru            : Oktarina, S.Pd.

Mapel                     : Matematika

Hari / Tanggal        : Selasa / 8 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zubair bin Awwam

Materi                     : Soal Cerita Penjumlahan – Menentukan Kalimat Matematika dan Menghitung

Pertemuan             : 13


📚 Matematika • Kelas 2 SD

Soal Cerita Penjumlahan

Menentukan Kalimat Matematika dan Menghitung

🎯

Capaian Pembelajaran (CP)

Di akhir Fase A, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman bilangan cacah sampai 100, serta melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda konkret maupun gambar. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah sehari-hari (soal cerita) yang berkaitan dengan penjumlahan dengan cara mengubah kalimat cerita menjadi kalimat matematika, kemudian menghitungnya dengan strategi yang tepat.
🌟

Tujuan Pembelajaran

TP Umum: Memahami konsep pengerjaan soal cerita penjumlahan — menentukan kalimat matematika dan menghitung — dengan baik.
MINDFUL
Melalui kegiatan membaca dan mengamati soal cerita dengan penuh perhatian, peserta didik mampu mengenali informasi penting — apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan — sebelum menyusun kalimat matematika.
MEANINGFUL
Melalui soal cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari (jual beli, berbagi, mengumpulkan barang), peserta didik menyadari bahwa berhitung membantu kita mensyukuri rezeki yang diberikan Allah setiap hari.
JOYFUL
Melalui permainan kartu cerita dan kuis interaktif, peserta didik menyelesaikan soal cerita penjumlahan dengan perasaan senang, percaya diri, dan tanpa rasa takut salah.
🧭

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengamati contoh soal cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Peserta didik menemukan kata kunci penjumlahan (misalnya: ditambah, diberi, semua, seluruhnya, lalu).
  3. Peserta didik menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal cerita.
  4. Peserta didik mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika (model matematika).
  5. Peserta didik menghitung hasil penjumlahan menggunakan cara bersusun.
  6. Peserta didik menuliskan kesimpulan jawaban dengan kalimat yang lengkap.
🧩

Model & Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) — peserta didik belajar dari masalah nyata (soal cerita).

Metode: tanya jawab, demonstrasi, dan permainan edukatif (games based learning).

Pendekatan: Contextual Teaching and Learning (CTL) dipadukan dengan pembelajaran mendalam (deep learning) yang memuat unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🕌

Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

Sebelum belajar berhitung, ayo kita renungkan dulu bersama Bunda/Ayah Guru, ya, Nak.

Al-Khaliq — Yang Maha Pencipta

Allah menciptakan segala sesuatu di alam ini dengan jumlah yang bisa kita hitung: jari tangan, kelopak bunga, biji buah. Setiap kali kita menjumlahkan benda, sebenarnya kita sedang mengagumi ciptaan Allah yang tertata rapi.

Ar-Razzaq — Yang Maha Memberi Rezeki

Uang jajan, kue yang dijual ibu, buah dari kebun — semua itu rezeki dari Allah. Saat kita menjumlahkan rezeki yang kita terima, itu adalah cara kita bersyukur atas nikmat-Nya.

Al-Malik — Yang Maha Merajai

Allah mengatur segala sesuatu di alam semesta dengan sangat teliti dan adil, tidak ada satu pun yang terlewat hitungannya. Saat kita menghitung dengan teliti, kita sedang meniru sikap teliti dan jujur.
Pertanyaan Perenungan:
Anak-anak, coba ingat-ingat: rezeki apa saja yang Allah berikan kepadamu hari ini? Jika kamu diminta menghitung dan menjumlahkan semua nikmat itu, menurutmu akan sampai berapa banyak? Mengapa kita perlu pandai menjumlahkan untuk mensyukuri rezeki dari Allah Ar-Razzaq?

Yuk, Ingat Lagi! (Materi Sebelumnya)

Sebelum masuk materi baru, jawablah Benar atau Salah tentang pengurangan cara bersusun panjang yang sudah kita pelajari.

NoPernyataan
1Pengurangan bersusun panjang dimulai dengan menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan.
245 − 23 secara bersusun panjang: 45 = 40 + 5 dan 23 = 20 + 3, sehingga 40 − 20 = 20 dan 5 − 3 = 2, hasilnya 22.
3Pada cara bersusun panjang, kita boleh langsung mengurangkan tanpa menguraikan bilangan.
4Jika angka satuan yang dikurangi lebih kecil dari angka pengurangnya, kita perlu meminjam dari puluhan.
5Hasil dari 68 − 34 secara bersusun panjang adalah 24.
Kunci jawaban: 1. Benar   2. Benar   3. Salah   4. Benar   5. Salah (jawaban yang benar adalah 34)
🎬

Video Pembelajaran

Sebelum membaca penjelasannya, tonton dulu video singkat berikut ini, ya!

📖

Penjelasan Materi

Soal cerita penjumlahan adalah soal yang diceritakan dengan kalimat, bukan langsung berupa angka. Tugas kita adalah mengubah cerita itu menjadi kalimat matematika, baru kemudian menghitungnya.

1
Baca soal dengan teliti. Pahami dulu ceritanya dari awal sampai akhir, jangan buru-buru.
2
Cari kata kunci penjumlahan. Contoh: ditambah, diberi lagi, dibelikan lagi, semua, seluruhnya, digabungkan.
3
Tuliskan yang diketahui dan yang ditanyakan. Ini membantu kita tidak salah menghitung.
4
Ubah menjadi kalimat matematika. Misalnya "15 ditambah 12" ditulis 15 + 12 = ...
5
Hitung dengan cara bersusun (satuan dengan satuan, puluhan dengan puluhan).
6
Tulis kesimpulan jawaban dengan kalimat yang lengkap, bukan hanya angka.
🍎 Contoh 1
Budi mempunyai 15 kelereng. Ayah memberinya 12 kelereng lagi. Berapa jumlah kelereng Budi sekarang?
Diketahui: kelereng Budi = 15, pemberian ayah = 12
Ditanya: jumlah kelereng sekarang
Kalimat matematika: 15 + 12 = ...
Cara bersusun:   15
       12 +
       27
Kesimpulan: Jadi, jumlah kelereng Budi sekarang adalah 27 kelereng.
🍊 Contoh 2
Ibu membeli 24 jeruk. Kemudian ibu membeli lagi 18 jeruk di pasar. Berapa jeruk ibu seluruhnya?
Kalimat matematika: 24 + 18 = ...
Cara bersusun: 24 + 18 = 42
Kesimpulan: Jadi, jeruk ibu seluruhnya ada 42 buah.
💡

Mindful, Meaningful, Joyful dalam Pembelajaran Ini

Mindful: saat peserta didik membaca soal cerita dengan tenang dan teliti, mencari kata kunci, serta menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan (Langkah 1–3).
Meaningful: saat soal cerita dikaitkan dengan kehidupan nyata (jual beli, rezeki, berbagi) dan direnungkan sebagai bentuk syukur kepada Allah Ar-Razzaq pada pembukaan pelajaran.
Joyful: saat peserta didik menonton video pembelajaran dan bermain kartu cerita/kuis sambil menghitung, sehingga belajar terasa menyenangkan, bukan menegangkan.
✏️

Ayo Berlatih! (Isian Singkat)

Bacalah setiap soal cerita dengan teliti, lalu tuliskan kalimat matematikanya dan jawabannya pada titik-titik yang tersedia.

1. Dina mempunyai 14 buku cerita. Ibu membelikannya lagi 15 buku cerita. Kalimat matematika: 14 + ... = .... Jumlah buku cerita Dina sekarang ada .... buah.
2. Di kandang ayam Pak Tono ada 23 ekor ayam. Kemudian menetas lagi 9 ekor anak ayam. Kalimat matematika: .... + .... = .... Jumlah ayam Pak Tono sekarang ada .... ekor.
3. Siti mempunyai 32 permen. Adiknya memberi 26 permen lagi kepada Siti. Kalimat matematika: .... + .... = .... Permen Siti sekarang seluruhnya ada .... butir.
4. Bu Rina berjualan 45 potong kue. Karena masih laku, ia menambah lagi 17 potong kue. Kalimat matematika: .... + .... = .... Kue Bu Rina seluruhnya ada .... potong.
5. Andi mengumpulkan 28 kelereng merah dan 34 kelereng biru. Kalimat matematika: .... + .... = .... Jumlah kelereng Andi seluruhnya ada .... buah.

Kesimpulan

Soal cerita penjumlahan dapat diselesaikan dengan membaca cerita secara teliti, menemukan kata kunci, mengubahnya menjadi kalimat matematika, lalu menghitungnya dengan cara bersusun. Lebih dari itu, berhitung juga mengajarkan kita untuk mensyukuri rezeki yang Allah Ar-Razzaq berikan, mengagumi ciptaan Allah Al-Khaliq yang tertata rapi, dan meneladani ketelitian Allah Al-Malik dalam mengatur segala sesuatu.

REFLEKSI : 

Dari hasil pembelajaran daring hari ini, 26 murid hadir dalam pembelajaran daring melalui Gmeet dan 3 murid berhalangan hadir dikarenakan, orangtua bekerja dan tidak ada yang mendampingi pembelajaran daring di ru


Kelas 2 Zubair bin Awwam "Seni Rupa"

  IDENTITAS Nama Guru              : Oktarina, S.Pd. Mapel                           : Seni Rupa Hari / Tanggal        : Rabu / 9 September ...