IDENTITAS
Nama Guru : Oktarina, S.Pd.
Mapel : Matematika
Hari / Tanggal : Selasa / 1 September 2026
Fase / Kelas : A / 2 Zubair bin Awwam
Pertemuan : 12
➖ Mengenal Dasar Pengurangan: Sisa atau Selisih
Matematika • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka
Pada akhir Fase A, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan berbagai strategi sesuai karakteristik bilangan yang dioperasikan. Peserta didik mampu memahami konsep dasar pengurangan, baik sebagai sisa (pengambilan) maupun selisih (perbandingan dua bilangan), menggunakan benda-benda konkret dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Murid dapat memahami konsep dasar pengurangan (sisa atau selisih) menggunakan benda konkret.
Melalui kegiatan mengambil atau membagikan benda konkret (kelereng, kue, permen), peserta didik mampu memahami pengurangan sebagai sisa (yang tertinggal setelah diambil).
Peserta didik mampu menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan selisih (perbandingan dua kelompok benda), misalnya membandingkan jumlah pensil miliknya dan milik teman.
Melalui kegiatan mengamati dan menghitung benda konkret dengan tenang dan teliti, peserta didik mampu membedakan konsep sisa dan selisih dengan tepat.
Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil pengurangannya menggunakan benda konkret sebelum menuliskan jawaban akhir.
Melalui permainan "ambil dan hitung" atau kuis kelompok, peserta didik mampu mempraktikkan konsep pengurangan dengan gembira dan penuh semangat.
Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman konsep inti (TP umum), pemaknaan dalam kehidupan (meaningful), hingga penerapannya secara menyenangkan (joyful):
| Kode | Alur Tujuan Pembelajaran |
|---|---|
| 3.1 | MINDFUL Peserta didik mengamati dan menghitung benda konkret dengan tenang dan teliti untuk membedakan konsep sisa dan selisih. |
| 3.2 | TP UMUM Peserta didik memahami konsep dasar pengurangan (sisa atau selisih) menggunakan benda konkret. ← inti materi |
| 3.3 | MEANINGFUL Peserta didik memahami pengurangan sebagai "sisa" melalui kegiatan mengambil/membagikan benda konkret sehari-hari. |
| 3.4 | MEANINGFUL Peserta didik menceritakan situasi sehari-hari yang berkaitan dengan "selisih" antara dua kelompok benda. |
| 3.5 | MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali hasil pengurangannya menggunakan benda konkret sebelum menuliskan jawaban akhir. |
| 3.6 | JOYFUL Peserta didik mempraktikkan konsep pengurangan melalui permainan "ambil dan hitung" atau kuis kelompok dengan gembira. |
Allah menciptakan akal pada diri kita sehingga mampu memahami bahwa jumlah benda dapat berkurang saat sebagian diambil atau digunakan.
Allah memberi rezeki kepada kita, dan sebagian darinya kita gunakan atau bagikan kepada orang lain, sehingga tersisa sebagian untuk kita simpan atau sedekahkan.
Allah mengatur rezeki setiap makhluk dengan penuh hikmah, ada yang bertambah dan ada yang berkurang, semuanya diatur dengan adil oleh Allah.
Allah Al-Khaliq menciptakan akal kita agar mampu memahami konsep berkurang. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki yang sebagiannya kita gunakan sehingga tersisa sebagian, dan Allah Al-Malik mengatur rezeki setiap makhluk dengan adil. Hari ini kita akan belajar dua makna pengurangan: sisa (yang tertinggal setelah diambil) dan selisih (perbandingan dua jumlah benda).
🤔 Pertanyaan Perenungan:- Allah Al-Khaliq menciptakan kita dengan akal untuk memahami bahwa jumlah benda bisa berkurang. Menurutmu, mengapa penting bagi kita memahami konsep "berkurang" dalam kehidupan sehari-hari?
- Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada kita. Jika kamu memiliki 10 permen lalu memberikan 4 kepada temanmu sebagai bentuk berbagi rezeki, bagaimana caranya kamu tahu berapa sisa permenmu?
- Allah Al-Malik mengatur rezeki setiap makhluk dengan adil. Menurutmu, apa bedanya ketika kita menghitung "sisa" barang yang kita punya dengan menghitung "selisih" jumlah barang milik kita dan milik teman?
Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!
1. Benar 2. Salah (menyimpan jika hasilnya 10 atau lebih) 3. Benar 4. Salah (disimpan ke kolom puluhan) 5. Benar
🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!
🍬 A. Pengurangan sebagai "Sisa"
Pengurangan sebagai sisa artinya menghitung berapa banyak benda yang tertinggal setelah sebagian diambil, dimakan, atau diberikan kepada orang lain.
⚖️ B. Pengurangan sebagai "Selisih"
Pengurangan sebagai selisih artinya membandingkan banyak beda antara dua kelompok benda, tanpa ada benda yang diambil atau dihilangkan.
🧮 C. Cara Menggunakan Benda Konkret
1. Pengurangan yang menunjukkan banyak benda yang tertinggal setelah diambil disebut ....
A. sisa
B. penjumlahan
C. selisih
D. perkalian
2. Budi punya 9 kue, dimakan 4. Sisa kue Budi adalah ....
A. 13
B. 5
C. 4
D. 9
3. Pengurangan yang menunjukkan perbandingan banyak antara dua kelompok benda disebut ....
A. sisa
B. jumlah
C. selisih
D. hasil kali
4. Ani punya 7 pensil, Budi punya 4 pensil. Selisih pensil Ani dan Budi adalah ....
A. 11
B. 4
C. 7
D. 3
5. Ibu membeli 15 apel. Sebanyak 6 apel dimakan sekeluarga. Sisa apel Ibu adalah ....
A. 9
B. 21
C. 8
D. 10
6. Dina memiliki 12 kelereng, Rian memiliki 8 kelereng. Berapa selisih kelereng mereka?
A. 20
B. 4
C. 3
D. 5
7. Sebuah kandang berisi 14 ekor ayam. Karena dijual, kini tersisa 9 ekor. Berapa ekor ayam yang telah dijual?
A. 23
B. 4
C. 5
D. 6
8. Sinta memiliki 18 permen. Ia memberikan sebagian kepada adiknya sehingga tersisa 11 permen. Berapa permen yang diberikan Sinta kepada adiknya?
A. 6
B. 8
C. 29
D. 7
9. Kelas 2A memiliki 25 siswa, sedangkan Kelas 2B memiliki 19 siswa. Berapa selisih jumlah siswa kedua kelas, dan kelas mana yang lebih banyak?
A. 6 siswa, Kelas 2A lebih banyak
B. 44 siswa, Kelas 2A lebih banyak
C. 5 siswa, Kelas 2A lebih banyak
D. 6 siswa, Kelas 2B lebih banyak
10. Pak Tono memiliki 30 ekor bebek. Karena banjir, 12 ekor bebek hilang. Beberapa hari kemudian ia membeli lagi 5 ekor bebek baru. Berapa jumlah bebek Pak Tono sekarang?
A. 17
B. 23
C. 18
D. 22
Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:
🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)
- Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna rezeki yang berkurang dan bertambah.
- Kegiatan mengamati dan menghitung benda konkret dengan tenang melatih ketelitian siswa membedakan sisa dan selisih.
- Memeriksa kembali hasil pengurangan sebelum menuliskan jawaban akhir melatih kesadaran diri siswa.
🎯 Meaningful (Bermakna)
- Konsep sisa dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: makan kue, berbagi permen, atau menjual hasil ternak.
- Konsep selisih dikaitkan dengan membandingkan jumlah benda milik diri sendiri dan teman, misalnya jumlah pensil atau jumlah siswa di kelas.
😄 Joyful (Menyenangkan)
- Video pembelajaran dan penggunaan benda konkret membuat siswa lebih mudah memahami konsep pengurangan secara nyata dan menyenangkan.
- Permainan "ambil dan hitung" serta kuis kelompok membuat siswa antusias berlatih tanpa merasa tertekan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar