IDENTITAS
Nama Guru : Oktarina, S.Pd.
Hari / Tanggal : Kamis / 13 Agustus 2026
Fase / Kelas : A / 2 Zubair bin Awwam
Mata Pelajaran : Matematika
Mata Pelajaran : Matematika
Capaian Pembelajaran :
Bilangan
Menunjukkan pemahaman dalam membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100.
Tujuan Pembelajaran :
·
Melalui
pengamatan benda konkret dan contoh kehidupan sehari-hari, murid mampu membandingkan dua
bilangan sampai 50 menggunakan simbol >, <, dan = dengan tepat.
·
Melalui
kegiatan diskusi kelompok, murid mampu mengurutkan bilangan
sampai 50 dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya secara tepat. (Meaningful)
·
Melalui
kegiatan mengenal sifat Allah di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan
sikap tenang, fokus, dan teliti saat menghitung dan
membandingkan bilangan. (Mindful)
· Melalui permainan angka dan latihan soal bertingkat, murid mampu menunjukkan semangat, antusiasme, dan rasa senang dalam belajar berhitung. (Joyful)
ATP :
Murid
mengamati benda konkret di sekitar, seperti pensil, stik es krim, kancing, atau
gambar benda dalam jumlah 1–50. Murid menghitung jumlah benda dan menyebutkan
lambang bilangannya.
|
ü Murid
mengamati dua kelompok benda konkret dengan jumlah berbeda. Murid menghitung
kedua kelompok, kemudian menentukan kelompok yang jumlahnya lebih banyak,
lebih sedikit, atau sama banyak. |
|
ü Guru memperkenalkan
simbol > (lebih dari), < (kurang dari), dan = (sama dengan)
menggunakan benda konkret dan ilustrasi sederhana. Murid mencoba memasangkan
simbol yang tepat di antara dua bilangan. |
|
|
ü Murid mengikuti permainan seperti “Susun
Aku!”. Beberapa murid mendapatkan kartu angka dan harus
berdiri membentuk urutan bilangan yang benar. Permainan dilakukan secara
menyenangkan dan bergantian. |
|
|
ü Murid
mengerjakan latihan dari tingkat mudah ke lebih menantang: (a) menentukan
bilangan lebih besar/kecil, (b) menentukan simbol >, <, =, (c)
mengurutkan 3 bilangan, dan (d) mengurutkan 5 bilangan sampai 50. |
Materi Pokok : Membandingkan, Mengurutkan, serta melakukan Komposisi (Menyusun) dan Dekomposisi (mengurai) bilangan.
Alokasi Waktu : 3 JP
Model / Metode Pembelajaran : Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Games, Penugasan
QS. Maryam (19) : 93-94
لَّقَدْ أَحْصَىٰهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّۭا﴿٩٤﴾
Allah Swt. menghitung dan mengetahui jumlah setiap makhluk-Nya dengan sangat teliti, tidak ada satu pun yang terlewat atau salah hitung. Nah, hari ini kita juga akan belajar menjadi anak yang teliti dalam berhitung, yaitu membandingkan dan mengurutkan bilangan sampai 50.
🤔 Pertanyaan Perenungan:- Jika Allah saja sangat teliti menghitung seluruh makhluk-Nya di langit dan di bumi, menurutmu bagaimana seharusnya sikap kita ketika menghitung dan membandingkan bilangan di sekolah?
- Mengapa ketelitian itu penting, baik dalam beribadah maupun dalam belajar berhitung?
- Coba bayangkan, apa yang akan terjadi jika kita membandingkan jumlah uang jajan atau jumlah pensil dengan asal-asalan, tidak teliti?
Yuk, Ingat Lagi! (Nilai Tempat Bilangan)
Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!
1. Benar 2. Salah (7 adalah satuan) 3. Benar 4. Benar 5. Salah (nilai puluhan bilangan 19 adalah 1)
Video Pembelajaran
Ayo Belajar: Membandingkan, Mengurutkan, Komposisi & Dekomposisi
📊 A. Membandingkan Bilangan
Membandingkan artinya melihat mana bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan. Kita bisa membandingkan dengan melihat angka puluhannya dulu, baru angka satuannya.
🔀 B. Mengurutkan Bilangan
Mengurutkan artinya menyusun beberapa bilangan mulai dari yang terkecil ke terbesar (ascending) atau dari yang terbesar ke terkecil (descending).
🧩 C. Komposisi Bilangan (Menyusun)
Komposisi artinya menyusun bilangan dari nilai puluhan dan satuan menjadi satu bilangan utuh.
✂️ D. Dekomposisi Bilangan (Mengurai)
Dekomposisi adalah kebalikan dari komposisi, yaitu menguraikan sebuah bilangan menjadi nilai puluhan dan satuannya.
Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
1. Tanda yang tepat untuk 23 ... 32 adalah ....
A. 23 > 32
B. 23 < 32
C. 23 = 32
D. tidak bisa dibandingkan
2. Bilangan manakah yang lebih besar, 45 atau 39?
A. 39
B. Sama besar
C. 45
D. Tidak bisa ditentukan
3. Simbol yang tepat untuk 50 ... 50 adalah ....
A. =
B. >
C. <
D. tidak ada
4. Urutan bilangan dari yang terkecil adalah ....
A. 12, 8, 25, 19
B. 25, 19, 12, 8
C. 19, 25, 8, 12
D. 8, 12, 19, 25
5. Bilangan 46 tersusun dari ....
A. 6 puluhan + 4 satuan
B. 4 satuan + 6 puluhan
C. 4 puluhan + 6 satuan
D. 40 satuan + 6 puluhan
6. Dekomposisi dari bilangan 38 yang tepat adalah ....
A. 38 = 3 + 8
B. 38 = 300 + 8
C. 38 = 8 + 3
D. 38 = 30 + 8
7. Urutan bilangan dari yang terbesar adalah ....
A. 41, 33, 27, 14
B. 14, 27, 33, 41
C. 27, 14, 41, 33
D. 33, 41, 14, 27
8. Dina punya 27 permen. Rian punya 2 puluhan dan 9 satuan permen. Siapa yang memiliki permen lebih banyak?
A. Dina
B. Sama banyak
C. Rian
D. Tidak bisa dibandingkan
9. Ibu menyusun 4 kotak berisi 10 pensil dan 3 pensil lepas. Berapa jumlah pensil ibu, dan bagaimana jika dibandingkan dengan 41 pensil milik Ayah?
A. 34 pensil, lebih banyak dari Ayah
B. 43 pensil, lebih banyak dari Ayah
C. 40 pensil, sama dengan Ayah
D. 43 pensil, lebih sedikit dari Ayah
10. Sebuah bilangan terdiri dari 3 puluhan dan 8 satuan. Jika bilangan tersebut dibandingkan dengan 41, maka pernyataan yang tepat adalah ....
A. Bilangan tersebut sama dengan 41
B. Bilangan tersebut lebih besar dari 41
C. Bilangan tersebut adalah 41
D. Bilangan tersebut lebih kecil dari 41
Jejak Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:
🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)
- Tadabur Surah Maryam ayat 93-94 di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya, tenang, dan merenungkan makna ketelitian Allah dalam menghitung.
- Kegiatan review Benar/Salah melatih siswa fokus mengingat kembali konsep nilai tempat sebelum masuk materi baru.
🎯 Meaningful (Bermakna)
- Contoh membandingkan dan menyusun bilangan dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa: uang saku, jumlah pensil, jumlah telur, dan jumlah teman sekelompok.
- Nilai ketelitian dalam berhitung dikaitkan dengan nilai spiritual dari ayat Al-Qur'an, sehingga belajar matematika juga menguatkan karakter.
😄 Joyful (Menyenangkan)
- Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa tidak bosan.
- Soal disusun bertingkat dari mudah ke sukar dengan ilustrasi menarik (emoji, kartu simbol) sehingga siswa merasa tertantang, bukan tertekan.
Kesimpulan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar